<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nelayan Temukan Serpihan Helikopter Jatuh</title><description>Kali ini yang ditemukan adalah bantalan kursi helikopter EC 130 dengan registrasi PK-BKA,</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/16/340/1232930/nelayan-temukan-serpihan-helikopter-jatuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/10/16/340/1232930/nelayan-temukan-serpihan-helikopter-jatuh"/><item><title>Nelayan Temukan Serpihan Helikopter Jatuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/16/340/1232930/nelayan-temukan-serpihan-helikopter-jatuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/10/16/340/1232930/nelayan-temukan-serpihan-helikopter-jatuh</guid><pubDate>Jum'at 16 Oktober 2015 16:05 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/16/340/1232930/nelayan-kembali-temukan-serpihan-helikopter-jatuh-dr7eYehoJE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: ilustasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/16/340/1232930/nelayan-kembali-temukan-serpihan-helikopter-jatuh-dr7eYehoJE.jpg</image><title>foto: ilustasi Okezone</title></images><description>
MEDAN - Nelayan Danau Toba kembali menemukan bagian helikopter EC 130 dengan registrasi PK-BKA, yang jatuh di Danau Toba pada 11 Oktober 2015. Kali ini yang ditemukan adalah bantalan kursi helikopter.
Bantalan berwarna biru yang bertuliskan Sicma Aero Seat /Recticel, Diproduksi 11/2008, ini ditemukan di perairan Danau Toba, Kecamatan Sitio-tio oleh para nelayan sedang memancing pada Jumat (16/10/2015).
Deputi Operasional Basarnas, Mayjen TNI Heronimus Guru ketika dikonfirmasi membenarkan penemuan bantalan itu.
&quot;Iya benar, bantalan itu bagian dari helikopter yang jatuh. Kita sudah menurunkan tim ke lokasi sekitar penemuan, tapi belum menemukan korban yang masih hilang,&quot; ujarnya.
Heronimus menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya nelayan di Danau Toba, untuk melaporkan setiap temuan terkait helikopter itu ke posko yang dibangun Basarnas di kawasan Onan Runggu.
&quot;Kita berharap bantuan juga dari masyarakat, agar korban hilang bisa segera ditemukan,&quot; imbaunya.
Untuk diketahui, sampai saat ini, dari lima penumpang helikopter milik PT Penerbangan Angkasa Semesta (PAS) itu, hanya satu orang yang berhasil selamat.  Korban bernama Fransiskus (22), yang kini tengah dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumut.
Fransiskus mengaku mereka berlima melompat dari helikopter yang kehilangan tenaga. Namun belakangan arus air membuat Fransiskus terpisah dengan empat penumpang lainnya, sebelum akhirnya ditemukan oleh tim Basarnas dan TNI.
</description><content:encoded>
MEDAN - Nelayan Danau Toba kembali menemukan bagian helikopter EC 130 dengan registrasi PK-BKA, yang jatuh di Danau Toba pada 11 Oktober 2015. Kali ini yang ditemukan adalah bantalan kursi helikopter.
Bantalan berwarna biru yang bertuliskan Sicma Aero Seat /Recticel, Diproduksi 11/2008, ini ditemukan di perairan Danau Toba, Kecamatan Sitio-tio oleh para nelayan sedang memancing pada Jumat (16/10/2015).
Deputi Operasional Basarnas, Mayjen TNI Heronimus Guru ketika dikonfirmasi membenarkan penemuan bantalan itu.
&quot;Iya benar, bantalan itu bagian dari helikopter yang jatuh. Kita sudah menurunkan tim ke lokasi sekitar penemuan, tapi belum menemukan korban yang masih hilang,&quot; ujarnya.
Heronimus menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya nelayan di Danau Toba, untuk melaporkan setiap temuan terkait helikopter itu ke posko yang dibangun Basarnas di kawasan Onan Runggu.
&quot;Kita berharap bantuan juga dari masyarakat, agar korban hilang bisa segera ditemukan,&quot; imbaunya.
Untuk diketahui, sampai saat ini, dari lima penumpang helikopter milik PT Penerbangan Angkasa Semesta (PAS) itu, hanya satu orang yang berhasil selamat.  Korban bernama Fransiskus (22), yang kini tengah dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumut.
Fransiskus mengaku mereka berlima melompat dari helikopter yang kehilangan tenaga. Namun belakangan arus air membuat Fransiskus terpisah dengan empat penumpang lainnya, sebelum akhirnya ditemukan oleh tim Basarnas dan TNI.
</content:encoded></item></channel></rss>
