<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Jalankan Pemerintahan dengan &quot;Kentang Style&quot;</title><description>Jokowi jalankan pemerintahan dengan &quot;kentang style&quot; karena serba tanggung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/17/337/1233398/jokowi-jalankan-pemerintahan-dengan-kentang-style</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/10/17/337/1233398/jokowi-jalankan-pemerintahan-dengan-kentang-style"/><item><title>Jokowi Jalankan Pemerintahan dengan &quot;Kentang Style&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/17/337/1233398/jokowi-jalankan-pemerintahan-dengan-kentang-style</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/10/17/337/1233398/jokowi-jalankan-pemerintahan-dengan-kentang-style</guid><pubDate>Sabtu 17 Oktober 2015 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/17/337/1233398/jokowi-jalankan-pemerintahan-dengan-kentang-style-DyCrIOwqu5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/17/337/1233398/jokowi-jalankan-pemerintahan-dengan-kentang-style-DyCrIOwqu5.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai, jelang usia satu tahun pemerintahan Presiden Joko widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) masih banyak janji-janji yang belum terpenuhi kepada rakyat Indonesia.
Mantan Wali Kota Solo itu dinilai menjalankan roda pemerintahan dengan menggunakan metode &quot;kentang style&quot; yaitu mengerjakan sesuatu secara tanggung lantaran tidak mendapat dukungan penuh oleh elit partai politik.
&quot;Presiden ini seperti kata anak muda dia gunakan ala &quot;kentang style&quot;. Maksudnya, semua programnya seperti kena tanggung, karena mungkin pertama dia dengan kultur Jawa dan Jokowi juga mendapat dukungan sangat minimim karena kabinetnya lebih mendengarkan partai politik,&quot; ujar Qodari dalam diskusi Sindo Triwijaya Network yang bertajuk 'Setahun Nawacita', di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10/2015).
Menurut dia, saat ini Kabinet Kerja Jokowi-JK menggunakan pemikiran perspektif jangka panjang dalam menjalankan roda pemerintahan, sehingga rakyat tidak merasakan adanya perubahan dalam kepemimpinannya.
&quot;Kartu sakti itu kan jangka panjang, padahal sebenarnya Jokowi harus mengelurkan kartu lapar. Karena orang kalau enggak sehat dia akan mati,&quot; tuturnya.
Qodari menilai, Presiden Jokowi harus segera melakukan reshuffle kabinetnya. Hal itu dilakukan agar rakyat menilai Presiden Jokowi memperhatikannya dengan program-program yang nyata.
&quot;Mereshuffle kabinet itu perlu dipertimbangkan oleh Presiden agar rakyat merasa diperhatikan dengan program yang nyata. Khusunya dibidang ekonomi karena saat ini rakyat merasa sulit pada bidang itu,&quot; pungkasnya.


</description><content:encoded>
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai, jelang usia satu tahun pemerintahan Presiden Joko widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) masih banyak janji-janji yang belum terpenuhi kepada rakyat Indonesia.
Mantan Wali Kota Solo itu dinilai menjalankan roda pemerintahan dengan menggunakan metode &quot;kentang style&quot; yaitu mengerjakan sesuatu secara tanggung lantaran tidak mendapat dukungan penuh oleh elit partai politik.
&quot;Presiden ini seperti kata anak muda dia gunakan ala &quot;kentang style&quot;. Maksudnya, semua programnya seperti kena tanggung, karena mungkin pertama dia dengan kultur Jawa dan Jokowi juga mendapat dukungan sangat minimim karena kabinetnya lebih mendengarkan partai politik,&quot; ujar Qodari dalam diskusi Sindo Triwijaya Network yang bertajuk 'Setahun Nawacita', di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10/2015).
Menurut dia, saat ini Kabinet Kerja Jokowi-JK menggunakan pemikiran perspektif jangka panjang dalam menjalankan roda pemerintahan, sehingga rakyat tidak merasakan adanya perubahan dalam kepemimpinannya.
&quot;Kartu sakti itu kan jangka panjang, padahal sebenarnya Jokowi harus mengelurkan kartu lapar. Karena orang kalau enggak sehat dia akan mati,&quot; tuturnya.
Qodari menilai, Presiden Jokowi harus segera melakukan reshuffle kabinetnya. Hal itu dilakukan agar rakyat menilai Presiden Jokowi memperhatikannya dengan program-program yang nyata.
&quot;Mereshuffle kabinet itu perlu dipertimbangkan oleh Presiden agar rakyat merasa diperhatikan dengan program yang nyata. Khusunya dibidang ekonomi karena saat ini rakyat merasa sulit pada bidang itu,&quot; pungkasnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
