<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korut Cuci Otak Warganya sejak Baru Lahir</title><description>Seorang mahasiswa doktoral ungkap bagaimana anak-anak di Korut di cuci otaknya sejak lahir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/19/18/1234285/korut-cuci-otak-warganya-sejak-baru-lahir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/10/19/18/1234285/korut-cuci-otak-warganya-sejak-baru-lahir"/><item><title>Korut Cuci Otak Warganya sejak Baru Lahir</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/19/18/1234285/korut-cuci-otak-warganya-sejak-baru-lahir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/10/19/18/1234285/korut-cuci-otak-warganya-sejak-baru-lahir</guid><pubDate>Senin 19 Oktober 2015 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/19/18/1234285/korut-cuci-otak-warganya-sejak-baru-lahir-Ll5Xmg8H34.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kim Jong Un menjadi sosok yang harus dipuja oleh warga Korut, bahkan semenjak baru lahir (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/19/18/1234285/korut-cuci-otak-warganya-sejak-baru-lahir-Ll5Xmg8H34.jpg</image><title>Kim Jong Un menjadi sosok yang harus dipuja oleh warga Korut, bahkan semenjak baru lahir (Foto: AFP)</title></images><description>PYONGYANG &amp;ndash; Anak-anak Korea Utara (Korut) dicuci otaknya sejak baru lahir hingga mengenyam pendidikan demi mendukung pimpinan tertinggi Korut Kim Jong-un. Informasi ini disampaikan oleh warga Australia yang melakukan penelitian di negara tersebut.
Christopher Richardson, mahasiswa doktoral Universitas Sydney, mengatakan bahwa anak-anak Korut telah diajari untuk membenci Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Korea Selatan, serta untuk memuja pimpinan tertinggi Korut, semenjak mereka mengenyam pendidikan di bangku taman kanak-kanak.
Mahasiswa doktoral tersebut meneliti cara negara memonopoli pendidikan dan kultur dari anak-anak, juga mengontrol lagu, film dan permainan yang mereka bisa dengar dan nikmati. Namun, Christopher juga memberikan argumen bahwa Partai Komunis perlahan kehilangan pengaruhnya, karena didapati fakta bahwa banyak anak-anak yang secara ilegal menonton film Disney.
&amp;ldquo;Ketika anak-anak lahir, kata pertama yang terus diajari adalah untuk memuja keluarga Kim,&amp;rdquo; kata Christopher, sebagaimana dilansir Daily Mail, Senin (19/10/2015).
&amp;ldquo;Ketika mengenyam pendidikan di taman kanak-kanak, mereka diajari untuk membenci AS, Jepang, dan Korsel. Masa kanak-kanak di Korut adalah masa dimulainya doktrin terhadap kesadaran mereka mengenai ideologi, nasionalisme, serta referensi mengenai Kim Il Sung, Kim Jong Il, dan Kim Jong-un,&amp;rdquo; tambah Christopher.</description><content:encoded>PYONGYANG &amp;ndash; Anak-anak Korea Utara (Korut) dicuci otaknya sejak baru lahir hingga mengenyam pendidikan demi mendukung pimpinan tertinggi Korut Kim Jong-un. Informasi ini disampaikan oleh warga Australia yang melakukan penelitian di negara tersebut.
Christopher Richardson, mahasiswa doktoral Universitas Sydney, mengatakan bahwa anak-anak Korut telah diajari untuk membenci Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Korea Selatan, serta untuk memuja pimpinan tertinggi Korut, semenjak mereka mengenyam pendidikan di bangku taman kanak-kanak.
Mahasiswa doktoral tersebut meneliti cara negara memonopoli pendidikan dan kultur dari anak-anak, juga mengontrol lagu, film dan permainan yang mereka bisa dengar dan nikmati. Namun, Christopher juga memberikan argumen bahwa Partai Komunis perlahan kehilangan pengaruhnya, karena didapati fakta bahwa banyak anak-anak yang secara ilegal menonton film Disney.
&amp;ldquo;Ketika anak-anak lahir, kata pertama yang terus diajari adalah untuk memuja keluarga Kim,&amp;rdquo; kata Christopher, sebagaimana dilansir Daily Mail, Senin (19/10/2015).
&amp;ldquo;Ketika mengenyam pendidikan di taman kanak-kanak, mereka diajari untuk membenci AS, Jepang, dan Korsel. Masa kanak-kanak di Korut adalah masa dimulainya doktrin terhadap kesadaran mereka mengenai ideologi, nasionalisme, serta referensi mengenai Kim Il Sung, Kim Jong Il, dan Kim Jong-un,&amp;rdquo; tambah Christopher.</content:encoded></item></channel></rss>
