<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Tingkatkan Penggunaan Alkes Produksi Lokal</title><description>Salah satu upaya adalah, mendorong Kementerian Kesehatan untuk menggunakan alat kesehatan (Alkes) dan farmasi buatan lokal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/21/337/1235277/pemerintah-tingkatkan-penggunaan-alkes-produksi-lokal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/10/21/337/1235277/pemerintah-tingkatkan-penggunaan-alkes-produksi-lokal"/><item><title>Pemerintah Tingkatkan Penggunaan Alkes Produksi Lokal</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/21/337/1235277/pemerintah-tingkatkan-penggunaan-alkes-produksi-lokal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/10/21/337/1235277/pemerintah-tingkatkan-penggunaan-alkes-produksi-lokal</guid><pubDate>Rabu 21 Oktober 2015 02:07 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/21/337/1235277/pemerintah-tingkatkan-penggunaan-alkes-produksi-lokal-OtuCoo3etW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah Tingkatkan Penggunaan Alkes Produksi Lokal </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/21/337/1235277/pemerintah-tingkatkan-penggunaan-alkes-produksi-lokal-OtuCoo3etW.jpg</image><title>Pemerintah Tingkatkan Penggunaan Alkes Produksi Lokal </title></images><description>
JAKARTA - Di tengah serbuan produk-produk impor dari luar negeri, pemerintah terus berusaha agar produk lokal tidak terpinggirkan.
Salah satu upaya adalah, mendorong Kementerian Kesehatan untuk menggunakan alat kesehatan (Alkes) dan farmasi buatan lokal.
Hal tersebut juga sesuai dengan Perpres Nomor 4 Tahun 2015 yang mewajibkan semua kementerian untuk memaksimalkan penggunaan barang dan jasa hasil produksi dalam negeri.
&quot;Dalam pengadaan barang dan jasa, sudah ada aturan hanya masih cukup belum terlaksana dengan baik,&quot; kata Sekretaris Ditjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kemenperin Setio Hartono saat menghadiri Bussines Matching P3DN Sektor Kesehatan di Jakarta, Selasa (20/10/2015).
Oleh karena itu, pemerintah dalam waktu dekat ini akan menggunakan  produksi dalam negeri pada empat sektor. &quot; Yaitu ESDM, pendidikan, pertanian dan kesehatan. Nanti akan ada sektor lain di BUMN, pertahanan dan sebagainya,&quot; terangnya.
Saat ini kata Setio, hampir semua rumah sakit di Indonesia telah menggunakan produksi dalam negeri.&quot;Tujuannya sebenarnya sudah banyak. Namun tadi kita dapat informasi untuk tempat tidur di rumah sakit sudah 75 persen produksi dalam negeri,&quot;pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Di tengah serbuan produk-produk impor dari luar negeri, pemerintah terus berusaha agar produk lokal tidak terpinggirkan.
Salah satu upaya adalah, mendorong Kementerian Kesehatan untuk menggunakan alat kesehatan (Alkes) dan farmasi buatan lokal.
Hal tersebut juga sesuai dengan Perpres Nomor 4 Tahun 2015 yang mewajibkan semua kementerian untuk memaksimalkan penggunaan barang dan jasa hasil produksi dalam negeri.
&quot;Dalam pengadaan barang dan jasa, sudah ada aturan hanya masih cukup belum terlaksana dengan baik,&quot; kata Sekretaris Ditjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kemenperin Setio Hartono saat menghadiri Bussines Matching P3DN Sektor Kesehatan di Jakarta, Selasa (20/10/2015).
Oleh karena itu, pemerintah dalam waktu dekat ini akan menggunakan  produksi dalam negeri pada empat sektor. &quot; Yaitu ESDM, pendidikan, pertanian dan kesehatan. Nanti akan ada sektor lain di BUMN, pertahanan dan sebagainya,&quot; terangnya.
Saat ini kata Setio, hampir semua rumah sakit di Indonesia telah menggunakan produksi dalam negeri.&quot;Tujuannya sebenarnya sudah banyak. Namun tadi kita dapat informasi untuk tempat tidur di rumah sakit sudah 75 persen produksi dalam negeri,&quot;pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
