<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satu Tahun Jokowi-JK, Indonesia Semakin Terpuruk</title><description>Pemerintahan Jokowi-JK dituding tidak mampu menjaga stabilitas fiskal nasional, sehingga moneter hancur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/21/519/1235242/satu-tahun-jokowi-jk-indonesia-semakin-terpuruk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/10/21/519/1235242/satu-tahun-jokowi-jk-indonesia-semakin-terpuruk"/><item><title>Satu Tahun Jokowi-JK, Indonesia Semakin Terpuruk</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/21/519/1235242/satu-tahun-jokowi-jk-indonesia-semakin-terpuruk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/10/21/519/1235242/satu-tahun-jokowi-jk-indonesia-semakin-terpuruk</guid><pubDate>Rabu 21 Oktober 2015 00:17 WIB</pubDate><dc:creator>Syaiful Islam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/21/519/1235242/satu-tahun-jokowi-jk-indonesia-semakin-terpuruk-ewpKmmitOq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (ANTARA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/21/519/1235242/satu-tahun-jokowi-jk-indonesia-semakin-terpuruk-ewpKmmitOq.jpg</image><title>Presiden Jokowi (ANTARA)</title></images><description>
PAMEKASAN - Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Suli Faris menilai satu tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo- Wakil Presiden Jusuf Kalla belum mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik, justru membuat Indonesia kian terpuruk.
Salah satunya, menurut Suli, Pemerintahan Jokowi-JK tidak mampu menjaga stabilitas fiskal nasional sehingga moneter hancur, rupiah anjlok dan daya beli masyarakat semakin lemah. Bahkan Indonesia berada di ambang krisis ekonomi.
&quot;Pemerintahan Jokowi-JK tidak mampu menjaga stabilitas fiskal nasional, moneter hancur, rupiah anjlok dan daya beli masyarakat semakin lemah,&quot; kata Suli Faris, Selasa (20/10/2015).
Selain itu, menurut Suli, saat pemerintahan Jokowi-JK, Indonesia  semakin diintervensi oleh kekuatan asing sehingga kedaulatan Indonesia sudah sangat memprihatinkan, dan membuat rakyat Indonesia menjadi semakin tidak berdaya.
&quot;Kondisi seperti ini sesungguhnya harus disikapi secara bijak oleh DPR dan MPR untuk menyelamatkan negara Indonesia dan masyarakat Indonesia dari kondisi keterpurukan,&quot; imbuhnya.
Dia juga menilai pemerintahan Jokowi-JK dalam satu tahun kepemimpinannya, belum mampu merealisasikan janji politiknya saat kampanye Pilpres lalu. Bahkan belum bisa diterjemahkan dalam tatanan pelaksanaan.
</description><content:encoded>
PAMEKASAN - Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Suli Faris menilai satu tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo- Wakil Presiden Jusuf Kalla belum mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik, justru membuat Indonesia kian terpuruk.
Salah satunya, menurut Suli, Pemerintahan Jokowi-JK tidak mampu menjaga stabilitas fiskal nasional sehingga moneter hancur, rupiah anjlok dan daya beli masyarakat semakin lemah. Bahkan Indonesia berada di ambang krisis ekonomi.
&quot;Pemerintahan Jokowi-JK tidak mampu menjaga stabilitas fiskal nasional, moneter hancur, rupiah anjlok dan daya beli masyarakat semakin lemah,&quot; kata Suli Faris, Selasa (20/10/2015).
Selain itu, menurut Suli, saat pemerintahan Jokowi-JK, Indonesia  semakin diintervensi oleh kekuatan asing sehingga kedaulatan Indonesia sudah sangat memprihatinkan, dan membuat rakyat Indonesia menjadi semakin tidak berdaya.
&quot;Kondisi seperti ini sesungguhnya harus disikapi secara bijak oleh DPR dan MPR untuk menyelamatkan negara Indonesia dan masyarakat Indonesia dari kondisi keterpurukan,&quot; imbuhnya.
Dia juga menilai pemerintahan Jokowi-JK dalam satu tahun kepemimpinannya, belum mampu merealisasikan janji politiknya saat kampanye Pilpres lalu. Bahkan belum bisa diterjemahkan dalam tatanan pelaksanaan.
</content:encoded></item></channel></rss>
