<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berkunjung Pasca-Eksekusi Bali Nine, Menlu Australia Komentari Asap</title><description>Bishop datang ke Indonesia, tepatnya ke Padang, Sumatera Barat, dalam rangka Pertemuan Indian Ocean Rim Association (IORA).</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/23/18/1236909/berkunjung-pasca-eksekusi-bali-nine-menlu-australia-komentari-asap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/10/23/18/1236909/berkunjung-pasca-eksekusi-bali-nine-menlu-australia-komentari-asap"/><item><title>Berkunjung Pasca-Eksekusi Bali Nine, Menlu Australia Komentari Asap</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/23/18/1236909/berkunjung-pasca-eksekusi-bali-nine-menlu-australia-komentari-asap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/10/23/18/1236909/berkunjung-pasca-eksekusi-bali-nine-menlu-australia-komentari-asap</guid><pubDate>Jum'at 23 Oktober 2015 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/23/18/1236909/berkunjung-pasca-eksekusi-bali-nine-menlu-australia-komentari-asap-cyVtCYbaoX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri Australia, Julie Isabel Bishop (Foto: David Gray/REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/23/18/1236909/berkunjung-pasca-eksekusi-bali-nine-menlu-australia-komentari-asap-cyVtCYbaoX.jpg</image><title>Menteri Luar Negeri Australia, Julie Isabel Bishop (Foto: David Gray/REUTERS)</title></images><description>
PADANG &amp;ndash; Untuk kali pertama pasca-terjadi ketegangan beberapa waktu lalu akibat eksekusi gembong narkoba Bali Nine, Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, kembali menginjakkan kaki lagi di Indonesia.
Sekira April lalu, ketegangan memuncak ketika negeri kanguru tersebut, memutuskan menarik duta besarnya, Paul Grigson, setelah pemerintah Indonesia, keukeuh mengeksekusi dua warga Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.
Hari ini, Jumat (23/10/2015), Bishop turut datang ke Indonesia, tepatnya ke Padang, Sumatera Barat, dalam rangka Pertemuan Indian Ocean Rim Association (IORA). Dalam kesempatan yang sama, Bishop juga angkat bicara soal bencana kabut asap di Sumatera.
&amp;ldquo;Mereka meminta bantuan Australia dan kami memberikan bantuan peralatan pemadaman dalam bentuk pesawat Hercules yang sudah ada di sini selama sepekan terakhir,&amp;rdquo; ungkap Bishop kepada ABCNet, Jumat (23/10/2015).

Bishop menambahkan, negaranya siap terus mengulurkan bantuan sebisa mungkin, untuk menyokong Indonesia memerangi bencana, yang turut jadi &amp;ldquo;tantangan&amp;rdquo; kawasan Asia Tenggara sendiri. Apalagi, kabut asap juga sudah menyelimuti Singapura, Malaysia dan Thailand.
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Kami sudah menjelaskan bahwa kami juga pernah menghadapi kebakaran besar beberapa waktu lalu. Jadi, kami akan memberikan setiap permintaan bantuan sesuai dengan kapasitas kemampuan kami,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Kami akan selalu siap membantu Indonesia. (Kebakaran dan asap) ini tantangan kawasan. Dan saya juga tahu bahwa negara lain turut membantu Indonesia melawan bencana alam ini,&amp;rdquo; tandasnya.
</description><content:encoded>
PADANG &amp;ndash; Untuk kali pertama pasca-terjadi ketegangan beberapa waktu lalu akibat eksekusi gembong narkoba Bali Nine, Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, kembali menginjakkan kaki lagi di Indonesia.
Sekira April lalu, ketegangan memuncak ketika negeri kanguru tersebut, memutuskan menarik duta besarnya, Paul Grigson, setelah pemerintah Indonesia, keukeuh mengeksekusi dua warga Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.
Hari ini, Jumat (23/10/2015), Bishop turut datang ke Indonesia, tepatnya ke Padang, Sumatera Barat, dalam rangka Pertemuan Indian Ocean Rim Association (IORA). Dalam kesempatan yang sama, Bishop juga angkat bicara soal bencana kabut asap di Sumatera.
&amp;ldquo;Mereka meminta bantuan Australia dan kami memberikan bantuan peralatan pemadaman dalam bentuk pesawat Hercules yang sudah ada di sini selama sepekan terakhir,&amp;rdquo; ungkap Bishop kepada ABCNet, Jumat (23/10/2015).

Bishop menambahkan, negaranya siap terus mengulurkan bantuan sebisa mungkin, untuk menyokong Indonesia memerangi bencana, yang turut jadi &amp;ldquo;tantangan&amp;rdquo; kawasan Asia Tenggara sendiri. Apalagi, kabut asap juga sudah menyelimuti Singapura, Malaysia dan Thailand.
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Kami sudah menjelaskan bahwa kami juga pernah menghadapi kebakaran besar beberapa waktu lalu. Jadi, kami akan memberikan setiap permintaan bantuan sesuai dengan kapasitas kemampuan kami,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Kami akan selalu siap membantu Indonesia. (Kebakaran dan asap) ini tantangan kawasan. Dan saya juga tahu bahwa negara lain turut membantu Indonesia melawan bencana alam ini,&amp;rdquo; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
