<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setelah Sandal, Beredar Ribuan Permen Berlafadz Allah</title><description>Bungkus permen tertulis yaowo yang artinya Ya Allah. Juga ada kata astajim yang merupakan singkatan dari astaghfirullahaladzim.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/24/519/1237254/setelah-sandal-beredar-ribuan-permen-berlafadz-allah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/10/24/519/1237254/setelah-sandal-beredar-ribuan-permen-berlafadz-allah"/><item><title>Setelah Sandal, Beredar Ribuan Permen Berlafadz Allah</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/24/519/1237254/setelah-sandal-beredar-ribuan-permen-berlafadz-allah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/10/24/519/1237254/setelah-sandal-beredar-ribuan-permen-berlafadz-allah</guid><pubDate>Sabtu 24 Oktober 2015 00:56 WIB</pubDate><dc:creator>Rahmat Ilyasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/24/519/1237254/setelah-sandal-beredar-ribuan-permen-berlafadz-allah-lbMtxgd8le.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/24/519/1237254/setelah-sandal-beredar-ribuan-permen-berlafadz-allah-lbMtxgd8le.jpg</image><title>(Foto: Youtube)</title></images><description>
SURABAYA &amp;ndash; Belum reda heboh sandal bertuliskan lafadz Allah, kini muncul ribuan permen yang memunculkan kontroversi lantaran dianggap melecehkan agama Islam. Ribuan permen itu pun dimusnahkan dengan cara dibakar.

Pasalnya, pada bungkus permen tertulis nama gaul yaowo yang artinya Ya Allah. Tak hanya itu, permen ini juga menulis kata gaul astajim yang merupakan singkatan dari astaghfirullahaladzim.

Meski pihak produsen telah meminta maaf dan memusnahkan permen, namun Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur tetap akan mengkaji kasus ini, jika ada kesengajaan pihaknya akan melaporkan kasus ini ke polisi. Demikian penegaskan Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur Hasan Ubaidillah di Surabaya, Jumat (23/10/2015).

Kontroversi permen Rainbow ini cukup ramai menjadi perbincangan di  media sosial. Menyadari kekeliruannya pihak produsen langsung melakukan  penarikan permen yang telah beredar di pasaran. Tak hanya itu, pihak PT  Ultra Prima Abadi juga melakukan permintaan maaf kepada ormas Islam  seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadyah, MUI, dan LDII serta seluruh umat  Islam.
Head of Corporate and Marketing Comunication PT Ultra Prima Abadi  selaku produsen permen, Yuna Eka Kristina, mengatakan pihaknya tidak  sengaja membuat tulisan yang merujuk kata gaul anak muda ini.
</description><content:encoded>
SURABAYA &amp;ndash; Belum reda heboh sandal bertuliskan lafadz Allah, kini muncul ribuan permen yang memunculkan kontroversi lantaran dianggap melecehkan agama Islam. Ribuan permen itu pun dimusnahkan dengan cara dibakar.

Pasalnya, pada bungkus permen tertulis nama gaul yaowo yang artinya Ya Allah. Tak hanya itu, permen ini juga menulis kata gaul astajim yang merupakan singkatan dari astaghfirullahaladzim.

Meski pihak produsen telah meminta maaf dan memusnahkan permen, namun Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur tetap akan mengkaji kasus ini, jika ada kesengajaan pihaknya akan melaporkan kasus ini ke polisi. Demikian penegaskan Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur Hasan Ubaidillah di Surabaya, Jumat (23/10/2015).

Kontroversi permen Rainbow ini cukup ramai menjadi perbincangan di  media sosial. Menyadari kekeliruannya pihak produsen langsung melakukan  penarikan permen yang telah beredar di pasaran. Tak hanya itu, pihak PT  Ultra Prima Abadi juga melakukan permintaan maaf kepada ormas Islam  seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadyah, MUI, dan LDII serta seluruh umat  Islam.
Head of Corporate and Marketing Comunication PT Ultra Prima Abadi  selaku produsen permen, Yuna Eka Kristina, mengatakan pihaknya tidak  sengaja membuat tulisan yang merujuk kata gaul anak muda ini.
</content:encoded></item></channel></rss>
