<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kritik Keras Yusril untuk Rezim Jokowi</title><description>Yusril berharap pemerintah kembali mengkaji ulang RAPBN 2016 sebelum akhirnya diputuskan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/26/337/1238293/kritik-keras-yusril-untuk-rezim-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/10/26/337/1238293/kritik-keras-yusril-untuk-rezim-jokowi"/><item><title>Kritik Keras Yusril untuk Rezim Jokowi</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/26/337/1238293/kritik-keras-yusril-untuk-rezim-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/10/26/337/1238293/kritik-keras-yusril-untuk-rezim-jokowi</guid><pubDate>Senin 26 Oktober 2015 15:37 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/26/337/1238293/kritik-keras-yusril-untuk-rezim-jokowi-lqyA2Q1l0M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto:  Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/26/337/1238293/kritik-keras-yusril-untuk-rezim-jokowi-lqyA2Q1l0M.jpg</image><title>Foto:  Okezone</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra menilai kinerja Kabinet Kerja di pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam satu tahun masih kurang maksimal, terutama dalam sektor ekonomi.
&quot;Di negara mana pun di dunia ini ekonomi sedang menurun, tidak ada pemerintah meningkatkan kenaikan pajak saat ekonomi terpuruk, kecuali Jokowi,&quot; tegas Yusril di Kantor DPP PBB, Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2015).
Dia juga menilai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 tidak realistis serta tidak masuk akal. Pasalnya saat ini Indonesia masih mengalami krisis karena melemahnya rupiah terhadap dolar AS.
&quot;Setelah melakukan pengkajian, RAPBN 2016 tidak realistis dan tidak memberikan harapan ekonomi bangsa kita,&quot; sambungnya.
Selain itu, Yusril berharap pemerintah kembali mengkaji ulang RAPBN 2016 sebelum akhirnya diputuskan. Sebab, masih banyak asumsi anggaran yang jauh dari kenyataan.
&quot;Dan, asumsi anggaran itu tidak sesuai kenyataan, jauh dari yang diharapkan pemerintah. Angka-angka ekonomi tidak menggambarkan kenyataan yang sebenarnya,&quot; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra menilai kinerja Kabinet Kerja di pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam satu tahun masih kurang maksimal, terutama dalam sektor ekonomi.
&quot;Di negara mana pun di dunia ini ekonomi sedang menurun, tidak ada pemerintah meningkatkan kenaikan pajak saat ekonomi terpuruk, kecuali Jokowi,&quot; tegas Yusril di Kantor DPP PBB, Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2015).
Dia juga menilai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 tidak realistis serta tidak masuk akal. Pasalnya saat ini Indonesia masih mengalami krisis karena melemahnya rupiah terhadap dolar AS.
&quot;Setelah melakukan pengkajian, RAPBN 2016 tidak realistis dan tidak memberikan harapan ekonomi bangsa kita,&quot; sambungnya.
Selain itu, Yusril berharap pemerintah kembali mengkaji ulang RAPBN 2016 sebelum akhirnya diputuskan. Sebab, masih banyak asumsi anggaran yang jauh dari kenyataan.
&quot;Dan, asumsi anggaran itu tidak sesuai kenyataan, jauh dari yang diharapkan pemerintah. Angka-angka ekonomi tidak menggambarkan kenyataan yang sebenarnya,&quot; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
