<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis di Cakung Tanpa Saksi</title><description>Polda Metro Jaya mengakui jika dalam peristiwa tersebut tidak mendapat keterangan saksi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/27/338/1238948/polisi-ungkap-pembunuhan-sadis-di-cakung-tanpa-saksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/10/27/338/1238948/polisi-ungkap-pembunuhan-sadis-di-cakung-tanpa-saksi"/><item><title>Polisi Ungkap Pembunuhan Sadis di Cakung Tanpa Saksi</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/27/338/1238948/polisi-ungkap-pembunuhan-sadis-di-cakung-tanpa-saksi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/10/27/338/1238948/polisi-ungkap-pembunuhan-sadis-di-cakung-tanpa-saksi</guid><pubDate>Selasa 27 Oktober 2015 16:48 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/27/338/1238948/polisi-ungkap-pembunuhan-sadis-di-cakung-tanpa-saksi-RogIku4ejG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Achmad/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/27/338/1238948/polisi-ungkap-pembunuhan-sadis-di-cakung-tanpa-saksi-RogIku4ejG.jpg</image><title>(Foto: Achmad/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Meski telah menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap Dayu dan Yuel Imanuel, korban pembunuhan ibu dan anak di Cakung, Polda Metro Jaya mengakui jika dalam peristiwa tersebut tidak mendapat keterangan saksi.

&quot;Eksekusi tersebut yang tahu hanya pelaku, tidak ada saksi lain. Sementara kami hanya mempunyai alat bukti petunjuk, keterangan ahli, kemudian DNA, sidik jari, dan sebagainya, serta barang bukti yang kami temukan dari pelaku bersangkutan,&quot; kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krisna Murti, usai gelar rekonstruksi, Selasa (27/10/2015).

Krisna mengakui bahwa materi-materi rekonstruksi hanya mengandalkan hasil interogasi yang dilakukan para penyidik serta barang bukti yang ditemukan.

&quot;Dari hasil interogasi kami menghasilkan bersangkutan menggambarkan urutan-urutan tindakan yang dilakukan, dan dari situ coba kami reka ulang,&quot; tuturnya.

Dalam adegan tersebut, lanjutnya, menceritakan bagaimana pelaku melakukan mapping sebelum melakukan aksinya.

&quot;Dari bersangkutan yang melakukan mapping, menggambarkan selama dua hari, di mana yang menjadi TKP kurang lebihnya yang mana yang pas untuk dicuri. Kemudian memasuki rumah, pagarnya tidak terkunci, dan pintu depan tidak terkunci, mencari barang di dalam,&quot; ujarnya.

Setalah di dalam rumah, dalam rekonstruksi terdengar jeritan Dayu, yang diperankan model, saat melihat sosok pelaku di dalam rumahnya. &quot;Sampai ketahuan korban menjerit, kemudian tarik-tarikan pintu,&quot; ucapnya.

Dikarenakan tidak ingin terdengar oleh warga, pelaku langsung mengambil sebilah pisau yang ada di dapur korban, kemudian menikamkan pisau tersebut.

&quot;Kemudian terjadi pembunuhan. Yang pertama dibunuh ibunya dulu,&quot; kata Krisna.

Melihat sang bunda ditusuk, Yuel (5) ikut menjerit. Bukannya merasa iba, Heri justru menggorok anak tersebut hingga tewas.

&quot;Sampai bersangkutan mencuci tangan, menyimpan barang bukti sampai, menghilang di balik gang sampai rumah yang bersangkutan,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Meski telah menggelar rekonstruksi pembunuhan terhadap Dayu dan Yuel Imanuel, korban pembunuhan ibu dan anak di Cakung, Polda Metro Jaya mengakui jika dalam peristiwa tersebut tidak mendapat keterangan saksi.

&quot;Eksekusi tersebut yang tahu hanya pelaku, tidak ada saksi lain. Sementara kami hanya mempunyai alat bukti petunjuk, keterangan ahli, kemudian DNA, sidik jari, dan sebagainya, serta barang bukti yang kami temukan dari pelaku bersangkutan,&quot; kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krisna Murti, usai gelar rekonstruksi, Selasa (27/10/2015).

Krisna mengakui bahwa materi-materi rekonstruksi hanya mengandalkan hasil interogasi yang dilakukan para penyidik serta barang bukti yang ditemukan.

&quot;Dari hasil interogasi kami menghasilkan bersangkutan menggambarkan urutan-urutan tindakan yang dilakukan, dan dari situ coba kami reka ulang,&quot; tuturnya.

Dalam adegan tersebut, lanjutnya, menceritakan bagaimana pelaku melakukan mapping sebelum melakukan aksinya.

&quot;Dari bersangkutan yang melakukan mapping, menggambarkan selama dua hari, di mana yang menjadi TKP kurang lebihnya yang mana yang pas untuk dicuri. Kemudian memasuki rumah, pagarnya tidak terkunci, dan pintu depan tidak terkunci, mencari barang di dalam,&quot; ujarnya.

Setalah di dalam rumah, dalam rekonstruksi terdengar jeritan Dayu, yang diperankan model, saat melihat sosok pelaku di dalam rumahnya. &quot;Sampai ketahuan korban menjerit, kemudian tarik-tarikan pintu,&quot; ucapnya.

Dikarenakan tidak ingin terdengar oleh warga, pelaku langsung mengambil sebilah pisau yang ada di dapur korban, kemudian menikamkan pisau tersebut.

&quot;Kemudian terjadi pembunuhan. Yang pertama dibunuh ibunya dulu,&quot; kata Krisna.

Melihat sang bunda ditusuk, Yuel (5) ikut menjerit. Bukannya merasa iba, Heri justru menggorok anak tersebut hingga tewas.

&quot;Sampai bersangkutan mencuci tangan, menyimpan barang bukti sampai, menghilang di balik gang sampai rumah yang bersangkutan,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
