<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keseriusan Rusia &amp; Iran Diuji dalam Pembahasan Krisis Suriah</title><description>Menurut Menlu Saudi, Adel al Jubeir, keseriusan Rusia dan Iran sangat diuji dalam pembicaraan damai soal krisis Suriah di Wina nanti.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/29/18/1240347/keseriusan-rusia-iran-diuji-dalam-pembahasan-krisis-suriah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/10/29/18/1240347/keseriusan-rusia-iran-diuji-dalam-pembahasan-krisis-suriah"/><item><title>Keseriusan Rusia &amp; Iran Diuji dalam Pembahasan Krisis Suriah</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/29/18/1240347/keseriusan-rusia-iran-diuji-dalam-pembahasan-krisis-suriah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/10/29/18/1240347/keseriusan-rusia-iran-diuji-dalam-pembahasan-krisis-suriah</guid><pubDate>Kamis 29 Oktober 2015 21:29 WIB</pubDate><dc:creator>Jihad Dwidyasa </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/29/18/1240347/keseriusan-rusia-iran-diuji-dalam-pembahasan-krisis-suriah-xpuq2CyyJc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Arab Saudi, Adel al Jubeir (Foto: Arab News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/29/18/1240347/keseriusan-rusia-iran-diuji-dalam-pembahasan-krisis-suriah-xpuq2CyyJc.jpg</image><title>Menlu Arab Saudi, Adel al Jubeir (Foto: Arab News)</title></images><description>RIYADH &amp;ndash; Iran diketahui menjadi negara yang baru-baru ini diundang oleh Amerika Serikat (AS) dan Rusia, untuk menghadiri pembicaraan damai soal krisis Suriah. Mengetahui hal tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi, Adel al Jubeir, turut angkat bicara.
Menurut Menlu Al Jubeir, pertemuan untuk membahas solusi bagi krisis Suriah nanti di Kota Wina, Austria, akan menjadi ajang untuk menguji keseriusan Iran dan Rusia, dalam menciptakan solusi krisis berkepanjangan di Suriah.
&amp;ldquo;Jika kedua negara itu memang serius, maka kami akan tahu. Jika mereka memang tidak serius, maka kami juga akan tahu lebih dulu dan berhenti membuang-buang waktu dengan mereka,&amp;rdquo; ujar Menlu Al Jubeir, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Kamis (29/10/2015).
&amp;ldquo;Pembicaraan di Wina pada Jumat 30 Oktober nanti, akan menjadi ajang uji keseriusan kedua negara itu (Rusia dan Iran) dalam mencari solusi bagi krisis Suriah. Nantinya akan terungkap juga niat sebenarnya kedua negara itu dalam operasi militer di Suriah,&amp;rdquo; tambahnya.
Sebagaimana diberitakan, krisis di Suriah telah semakin parah dengan keterlibatan Rusia yang mulai melakukan serangan udara sejak 30 September 2015.
Namun, pihak AS menuding serangan itu hanya bertujuan untuk membantu rezim Pemerintah Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al Assad.
Banyak pihak yakin bahwa Rusia dan Iran mendukung Presiden Assad untuk tetap memerintah Suriah. Namun, AS dan koalisinya sangat menentang hal itu.
Sebelumnya, wilayah Suriah sudah sering menerima bombardemen serangan udara dari Koalisi Internasional pimpinan AS yang bertujuan untuk memerangi kelompok ISIS. Dengan adanya serangan udara Rusia, krisis Suriah dinilai bertambah parah.
</description><content:encoded>RIYADH &amp;ndash; Iran diketahui menjadi negara yang baru-baru ini diundang oleh Amerika Serikat (AS) dan Rusia, untuk menghadiri pembicaraan damai soal krisis Suriah. Mengetahui hal tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi, Adel al Jubeir, turut angkat bicara.
Menurut Menlu Al Jubeir, pertemuan untuk membahas solusi bagi krisis Suriah nanti di Kota Wina, Austria, akan menjadi ajang untuk menguji keseriusan Iran dan Rusia, dalam menciptakan solusi krisis berkepanjangan di Suriah.
&amp;ldquo;Jika kedua negara itu memang serius, maka kami akan tahu. Jika mereka memang tidak serius, maka kami juga akan tahu lebih dulu dan berhenti membuang-buang waktu dengan mereka,&amp;rdquo; ujar Menlu Al Jubeir, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Kamis (29/10/2015).
&amp;ldquo;Pembicaraan di Wina pada Jumat 30 Oktober nanti, akan menjadi ajang uji keseriusan kedua negara itu (Rusia dan Iran) dalam mencari solusi bagi krisis Suriah. Nantinya akan terungkap juga niat sebenarnya kedua negara itu dalam operasi militer di Suriah,&amp;rdquo; tambahnya.
Sebagaimana diberitakan, krisis di Suriah telah semakin parah dengan keterlibatan Rusia yang mulai melakukan serangan udara sejak 30 September 2015.
Namun, pihak AS menuding serangan itu hanya bertujuan untuk membantu rezim Pemerintah Suriah yang dipimpin Presiden Bashar al Assad.
Banyak pihak yakin bahwa Rusia dan Iran mendukung Presiden Assad untuk tetap memerintah Suriah. Namun, AS dan koalisinya sangat menentang hal itu.
Sebelumnya, wilayah Suriah sudah sering menerima bombardemen serangan udara dari Koalisi Internasional pimpinan AS yang bertujuan untuk memerangi kelompok ISIS. Dengan adanya serangan udara Rusia, krisis Suriah dinilai bertambah parah.
</content:encoded></item></channel></rss>
