<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS &amp; Rusia-Iran Deadlock soal Masa Depan Suriah</title><description>Pertemuan delapan jam itu seolah deadlock. Kubu AS dan negara-negara Arab, mendesak rezim Presiden Suriah, Bashar al Assad segera diakhiri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/31/18/1241286/as-rusia-iran-deadlock-soal-masa-depan-suriah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/10/31/18/1241286/as-rusia-iran-deadlock-soal-masa-depan-suriah"/><item><title>AS &amp; Rusia-Iran Deadlock soal Masa Depan Suriah</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/31/18/1241286/as-rusia-iran-deadlock-soal-masa-depan-suriah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/10/31/18/1241286/as-rusia-iran-deadlock-soal-masa-depan-suriah</guid><pubDate>Sabtu 31 Oktober 2015 11:21 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/31/18/1241286/as-rusia-iran-deadlock-soal-masa-depan-suriah-2WIGKxFj4j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertemuan delapan jam di Wien, Austria, untuk membahas krisis Suriah (Foto: Brendan Smialowski/REUTERS) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/31/18/1241286/as-rusia-iran-deadlock-soal-masa-depan-suriah-2WIGKxFj4j.jpg</image><title>Pertemuan delapan jam di Wien, Austria, untuk membahas krisis Suriah (Foto: Brendan Smialowski/REUTERS) </title></images><description>WIEN &amp;ndash; Krisis Suriah sudah terlalu banyak memakan korban. Sejumlah Menteri Luar Negeri (Menlu) pun mengadakan pertemuan di Wien, Austria, untuk menentukan solusi buat negara yang tengah &amp;ldquo;direcoki&amp;rdquo; pemberontakan dan kelompok ekstrem ISIS tersebut.
Pertemuan yang digelar Jumat, 30 Oktober waktu setempat tersebut menghadirkan Menlu AS John Kerry, Menlu Rusia Sergei Lavrov, serta sejumlah Menlu negara-negara Arab, China, serta Turki, utusan Suriah dan Iran.
Namun pertemuan delapan jam itu seolah deadlock. Kubu AS dan negara-negara Arab, mendesak rezim Presiden Suriah, Bashar al Assad segera diakhiri.
&amp;ldquo;Perang selama empat setengah tahun, kami semua percaya bahwa itu sudah terlalu lama. Sudah waktunya menghentikan pertumpahan darah dan mulai membangun (Suriah),&amp;rdquo; cetus Menlu Kerry, seperti dikutip BBC, Sabtu (31/10/2015).
Sementara Rusia dan Iran, lebih memilih menyerahkan pada rakyat Suriah menentukan nasib mereka via pemilihan umum (pemilu).
&amp;ldquo;Rakyat Suriah harus menentukan nasib Assad. Kami tak mengatakan bahwa Assad harus tumbang atau bertahan,&amp;rdquo; timpal Menlu Lavrov.
Berikut sejumlah pernyataan para peserta Pertemuan Wien: 
Amerika Serikat: Assad harus mundur dengan proses transisi politik
Arab Saudi: Assad harus mundur dengan kurun waktu yang spesifik sebelum digelar pemilu untuk pemerintahan yang baru.
Turki: Assad harus mundur, walau masih bisa memerintah untuk enam bulan ke depan secara &amp;ldquo;simbolis&amp;rdquo;.
Negara-negara Eropa Barat &amp;amp; Arab: Assad harus mundur dan tak boleh jadi bagian proses transisi politik.
Rusia: Assad tak boleh dipaksa mundur. Rakyat Suriah harus menggelar pemilu untuk menentukan pemerintahan berikutnya.
Iran: Assad tak harus mundur. Rakyat Suriah harus menentukan masa depan politik mereka sendiri.</description><content:encoded>WIEN &amp;ndash; Krisis Suriah sudah terlalu banyak memakan korban. Sejumlah Menteri Luar Negeri (Menlu) pun mengadakan pertemuan di Wien, Austria, untuk menentukan solusi buat negara yang tengah &amp;ldquo;direcoki&amp;rdquo; pemberontakan dan kelompok ekstrem ISIS tersebut.
Pertemuan yang digelar Jumat, 30 Oktober waktu setempat tersebut menghadirkan Menlu AS John Kerry, Menlu Rusia Sergei Lavrov, serta sejumlah Menlu negara-negara Arab, China, serta Turki, utusan Suriah dan Iran.
Namun pertemuan delapan jam itu seolah deadlock. Kubu AS dan negara-negara Arab, mendesak rezim Presiden Suriah, Bashar al Assad segera diakhiri.
&amp;ldquo;Perang selama empat setengah tahun, kami semua percaya bahwa itu sudah terlalu lama. Sudah waktunya menghentikan pertumpahan darah dan mulai membangun (Suriah),&amp;rdquo; cetus Menlu Kerry, seperti dikutip BBC, Sabtu (31/10/2015).
Sementara Rusia dan Iran, lebih memilih menyerahkan pada rakyat Suriah menentukan nasib mereka via pemilihan umum (pemilu).
&amp;ldquo;Rakyat Suriah harus menentukan nasib Assad. Kami tak mengatakan bahwa Assad harus tumbang atau bertahan,&amp;rdquo; timpal Menlu Lavrov.
Berikut sejumlah pernyataan para peserta Pertemuan Wien: 
Amerika Serikat: Assad harus mundur dengan proses transisi politik
Arab Saudi: Assad harus mundur dengan kurun waktu yang spesifik sebelum digelar pemilu untuk pemerintahan yang baru.
Turki: Assad harus mundur, walau masih bisa memerintah untuk enam bulan ke depan secara &amp;ldquo;simbolis&amp;rdquo;.
Negara-negara Eropa Barat &amp;amp; Arab: Assad harus mundur dan tak boleh jadi bagian proses transisi politik.
Rusia: Assad tak boleh dipaksa mundur. Rakyat Suriah harus menggelar pemilu untuk menentukan pemerintahan berikutnya.
Iran: Assad tak harus mundur. Rakyat Suriah harus menentukan masa depan politik mereka sendiri.</content:encoded></item></channel></rss>
