<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Perintahkan BIN dan Polri Antisipasi Konflik Pilkada</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kepada BIN dan Polri mengantisipasi konflik pilkada.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/02/337/1242455/jokowi-perintahkan-bin-dan-polri-antisipasi-konflik-pilkada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/11/02/337/1242455/jokowi-perintahkan-bin-dan-polri-antisipasi-konflik-pilkada"/><item><title>Jokowi Perintahkan BIN dan Polri Antisipasi Konflik Pilkada</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/02/337/1242455/jokowi-perintahkan-bin-dan-polri-antisipasi-konflik-pilkada</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/11/02/337/1242455/jokowi-perintahkan-bin-dan-polri-antisipasi-konflik-pilkada</guid><pubDate>Senin 02 November 2015 20:10 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/02/337/1242455/jokowi-perintahkan-bin-dan-polri-antisipasi-konflik-pilkada-1voPsfbTaX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/02/337/1242455/jokowi-perintahkan-bin-dan-polri-antisipasi-konflik-pilkada-1voPsfbTaX.jpg</image><title>Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pada rapat terbatas yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kepada Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kepolisian RI (Polri) agar bisa mengantisipasi dini terhadap daerah-daerah yang berpotensi rawan konflik.
&quot;Pak Presiden tadi perintahkan kepada kita semua, terutama BIN dan Kapolri serta Kemendagri untuk melakukan deteksi dini di sejumlah daerah atau wilayah yang kemungkinan mulai dari tahapan-tahapan kemarin, justru di luar dugaan timbul konflik,&quot; kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (2/11/2015).
Tjahjo mengatakan, perintah tersebut guna mengantisipasi terhadap wilayah-wilayah yang rawan konflik. Sebab, politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, dalam gelaran pilkada serentak di sejumlah wilayah justru terlihat tenang-tenang saja.
Namun, bukan tidak mungkin daerah tersebut justru memiliki kerawanan. &quot;Dicermati karena pilkada ini yang tinggal satu bulan ini suasananya adem-adem saja, tidak seperti pilkada pada lima tahun yang lalu,&quot; tegasnya.
Tjahjo menjelaskan, pilkada serentak yang bakal digelar pada 9 Desember 2015 ini diikuti sembilan provinsi, 224 kabupaten dan 36 kota.  Total keseluruhannya mencapai 269 wilayah.
&quot;Anggarannya sudah tercukupi semua, cuma masih ada beberapa pertimbangan lain antara DPRD dengan Bawaslu, mengingat ada sejumlah daerah yang APBD-nya tergolong defisit, tapi masih bisa ditanggulangi oleh tingkat provinsi,&quot; jelas Tjahjo.
Besaran anggaran Pilkada, sambungnya, dari APBD sebesar Rp7,1 triliun menurut Tjahjo, memang cukup mengejutkan.
&quot;Dari sisi efeisiensi dibanding pilkada seperti semula, dari perhitungan yang hanya Rp4,8 triliun ternyata pilkada serentak justru meninggat jadi Rp7,1 triliun,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pada rapat terbatas yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kepada Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kepolisian RI (Polri) agar bisa mengantisipasi dini terhadap daerah-daerah yang berpotensi rawan konflik.
&quot;Pak Presiden tadi perintahkan kepada kita semua, terutama BIN dan Kapolri serta Kemendagri untuk melakukan deteksi dini di sejumlah daerah atau wilayah yang kemungkinan mulai dari tahapan-tahapan kemarin, justru di luar dugaan timbul konflik,&quot; kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (2/11/2015).
Tjahjo mengatakan, perintah tersebut guna mengantisipasi terhadap wilayah-wilayah yang rawan konflik. Sebab, politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, dalam gelaran pilkada serentak di sejumlah wilayah justru terlihat tenang-tenang saja.
Namun, bukan tidak mungkin daerah tersebut justru memiliki kerawanan. &quot;Dicermati karena pilkada ini yang tinggal satu bulan ini suasananya adem-adem saja, tidak seperti pilkada pada lima tahun yang lalu,&quot; tegasnya.
Tjahjo menjelaskan, pilkada serentak yang bakal digelar pada 9 Desember 2015 ini diikuti sembilan provinsi, 224 kabupaten dan 36 kota.  Total keseluruhannya mencapai 269 wilayah.
&quot;Anggarannya sudah tercukupi semua, cuma masih ada beberapa pertimbangan lain antara DPRD dengan Bawaslu, mengingat ada sejumlah daerah yang APBD-nya tergolong defisit, tapi masih bisa ditanggulangi oleh tingkat provinsi,&quot; jelas Tjahjo.
Besaran anggaran Pilkada, sambungnya, dari APBD sebesar Rp7,1 triliun menurut Tjahjo, memang cukup mengejutkan.
&quot;Dari sisi efeisiensi dibanding pilkada seperti semula, dari perhitungan yang hanya Rp4,8 triliun ternyata pilkada serentak justru meninggat jadi Rp7,1 triliun,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
