<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Langkah Pemprov DKI Antisipasi Banjir</title><description>Warga Ibu Kota mulai khawatir dengan datangnya musim hujan yang diikuti banjir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/02/338/1241981/langkah-pemprov-dki-antisipasi-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/11/02/338/1241981/langkah-pemprov-dki-antisipasi-banjir"/><item><title>Langkah Pemprov DKI Antisipasi Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/02/338/1241981/langkah-pemprov-dki-antisipasi-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/11/02/338/1241981/langkah-pemprov-dki-antisipasi-banjir</guid><pubDate>Senin 02 November 2015 10:15 WIB</pubDate><dc:creator>Reni Lestari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/02/338/1241981/langkah-pemprov-dki-antisipasi-banjir-isyzlSTb6b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama/Ahok (foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/02/338/1241981/langkah-pemprov-dki-antisipasi-banjir-isyzlSTb6b.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama/Ahok (foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Warga Ibu Kota mulai khawatir dengan datangnya musim hujan yang diikuti banjir. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pun sudah melakukan langkah antisipasi untuk menanggulangi banjir.

Menurut Ahok, Pemprov DKI sudah mengantisipasi datangnya banjir dengan mengeruk lumpur yang menggenang di saluran-saluran air di Jakarta. Lumpur inilah yang menyebabkan aliran air tak lancar.

&quot;Kalau kamu lihat di Gunung Sahari sekarang sudah turun 2 meter. Kan Gunung Sahari sudah tergenang itu karena lumpur-lumpur yang ada di kali Ancol itu tinggi,&quot; kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2015).

Untuk memperlancar aliran air, Pemprov DKI juga fokus menurunkan pompa yang digali dan dipasang sepanjang 63 kilometer. Penurunan volume air karena pengerukan lumpur dan pemasangan pompa sudah bisa dilihat di perairan Ancol, Jakarta Utara dan Waduk Ria Rio, Jakarta Timur.

&quot;Kita terus pompa turunin, kalau kamu perhatiin Ancol dan (waduk) Ria Rio sekarang, kenapa airnya turun? Kita sudah tes, untuk masuk saluran pompa itu kita gali lebih dalam,&quot; lanjut Ahok.

Ahok mengatakan, memang masih terdapat kebocoran di sana-sini pada pompa air tersebut. Namun, seiring dengan musim hujan yang kian mendekat, pihaknya terus memperbaiki kebocoran yang ada.

&quot;Nah, sekarang kita sudah bersihin, pompa sudah kita tes. Kebocoran memang masih ada. Karena memang 63 km belum tertutup rapat. Kita baru mau kerjain terus ini. Tapi kalau lagi surut ya pasti turun,&quot; ujar dia.Dia mencontohkan, saluran air yang masih mengalami kebocoran berada  di kawasan Dwi Warna, Jakarta Barat, yang ketika hujan datang, maka air  menggenang. Hal itu disebabkan, saluran air penghubung banyak diduduki  oleh warung-warung warga.

Mengatasi hal ini, Pemprov DKI akan membangun batas berupa beton di sepanjang saluran penghubung tersebut.

&quot;Nah, sekarang kita bongkarnya gimana? Semua beton. Kita beton nggak  bisa masukin mesin di gang-gang kecil, mesti pakai orang. Nah, itu terus  kita kerjain,&quot; kata Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur tersebut menambahkan, sistem perairan di  Jakarta yang diciptakan pada Zaman Belanda sebenarnya sudah memadai.  Tugas dari Pemprov DKI kini memastikan saluran air tak ada yang  terhambat, sehingga tak menyebabkan banjir.

&quot;Di Jakarta kan sistem air Belanda udah bagus tahu nggak, 13 sungai,  ada yang sampai 800 sungai-sungai penghubung. Jadi kalau semua  berhubungan kan, istilahnya ini bejana kapiler nih, air turun, kalau ada  saluran semua pasti beres,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Warga Ibu Kota mulai khawatir dengan datangnya musim hujan yang diikuti banjir. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pun sudah melakukan langkah antisipasi untuk menanggulangi banjir.

Menurut Ahok, Pemprov DKI sudah mengantisipasi datangnya banjir dengan mengeruk lumpur yang menggenang di saluran-saluran air di Jakarta. Lumpur inilah yang menyebabkan aliran air tak lancar.

&quot;Kalau kamu lihat di Gunung Sahari sekarang sudah turun 2 meter. Kan Gunung Sahari sudah tergenang itu karena lumpur-lumpur yang ada di kali Ancol itu tinggi,&quot; kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2015).

Untuk memperlancar aliran air, Pemprov DKI juga fokus menurunkan pompa yang digali dan dipasang sepanjang 63 kilometer. Penurunan volume air karena pengerukan lumpur dan pemasangan pompa sudah bisa dilihat di perairan Ancol, Jakarta Utara dan Waduk Ria Rio, Jakarta Timur.

&quot;Kita terus pompa turunin, kalau kamu perhatiin Ancol dan (waduk) Ria Rio sekarang, kenapa airnya turun? Kita sudah tes, untuk masuk saluran pompa itu kita gali lebih dalam,&quot; lanjut Ahok.

Ahok mengatakan, memang masih terdapat kebocoran di sana-sini pada pompa air tersebut. Namun, seiring dengan musim hujan yang kian mendekat, pihaknya terus memperbaiki kebocoran yang ada.

&quot;Nah, sekarang kita sudah bersihin, pompa sudah kita tes. Kebocoran memang masih ada. Karena memang 63 km belum tertutup rapat. Kita baru mau kerjain terus ini. Tapi kalau lagi surut ya pasti turun,&quot; ujar dia.Dia mencontohkan, saluran air yang masih mengalami kebocoran berada  di kawasan Dwi Warna, Jakarta Barat, yang ketika hujan datang, maka air  menggenang. Hal itu disebabkan, saluran air penghubung banyak diduduki  oleh warung-warung warga.

Mengatasi hal ini, Pemprov DKI akan membangun batas berupa beton di sepanjang saluran penghubung tersebut.

&quot;Nah, sekarang kita bongkarnya gimana? Semua beton. Kita beton nggak  bisa masukin mesin di gang-gang kecil, mesti pakai orang. Nah, itu terus  kita kerjain,&quot; kata Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur tersebut menambahkan, sistem perairan di  Jakarta yang diciptakan pada Zaman Belanda sebenarnya sudah memadai.  Tugas dari Pemprov DKI kini memastikan saluran air tak ada yang  terhambat, sehingga tak menyebabkan banjir.

&quot;Di Jakarta kan sistem air Belanda udah bagus tahu nggak, 13 sungai,  ada yang sampai 800 sungai-sungai penghubung. Jadi kalau semua  berhubungan kan, istilahnya ini bejana kapiler nih, air turun, kalau ada  saluran semua pasti beres,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
