<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kalau Merasa Hebat, Jokowi Tak Perlu Lakukan Reshuffle Jilid II</title><description>Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon berpendapat, sudah saatnya bagi Presiden Jokowi lakukan reshuffle jilid II.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/04/337/1243382/kalau-merasa-hebat-jokowi-tak-perlu-lakukan-reshuffle-jilid-ii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/11/04/337/1243382/kalau-merasa-hebat-jokowi-tak-perlu-lakukan-reshuffle-jilid-ii"/><item><title>Kalau Merasa Hebat, Jokowi Tak Perlu Lakukan Reshuffle Jilid II</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/04/337/1243382/kalau-merasa-hebat-jokowi-tak-perlu-lakukan-reshuffle-jilid-ii</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/11/04/337/1243382/kalau-merasa-hebat-jokowi-tak-perlu-lakukan-reshuffle-jilid-ii</guid><pubDate>Rabu 04 November 2015 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/04/337/1243382/kalau-merasa-hebat-jokowi-tak-perlu-lakukan-reshuffle-jilid-ii-cIpF7baAX5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/04/337/1243382/kalau-merasa-hebat-jokowi-tak-perlu-lakukan-reshuffle-jilid-ii-cIpF7baAX5.jpg</image><title>ilustrasi (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Berbagai perbedaan pandangan di kalangan menteri Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang kerap terjadi memunculkan keraguan di benak publik akan kinerja para pembantu pemerintahan itu.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon berpendapat, sudah saatnya bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan perombakan di tubuh Kabinet Kerja untuk kali kedua.
Pasalnya, ide pergantian menteri yang tidak produktif bakal didukung pendapat masyarakat yang menganggap kinerja di sejumlah kementerian belum maksimal atau jauh dari ekspektasi.
&quot;Ya, kalau melihat dari masukan-masukan dari masyarakat memang sudah diperlukan reshuffle itu untuk yang berikutnya,&quot; kata Fadli kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (4/11/2015).
Meskipun, Fadli menilai kocok ulang kabinet menyeluruh seharusnya sudah dilakukan dalam reshuffle jilid I beberapa waktu lalu. Namun, mantan Gubernur DKI Jakarta itu hanya merombak susunan menteri di bidang ekonomi.
&quot;Nah, sekarang harus pada menteri-menteri teknis lah harus dievaluasi,&quot; sebut Fadli.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/10/01/21407/133757_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Kunjungi Monumen Pancasila Sakti&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Hanya saja, lanjut Fadli, Jokowi juga berhak memilih memertahankan susunan kabinetnya yang sekarang jika dianggap sudah mumpuni mengelola pemerintahan.
&quot;Kecuali Presiden sudah merasa timnya sekarang sudah sangat hebat ya mungkin tidak perlu ada reshuffle, ya tetapi dari masukan-masukan masyarakat itu banyak sekali kelemahan-kelemahan yang ada di kabinet ini, terutama di bidang ekonomi, politik dan hukum,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Berbagai perbedaan pandangan di kalangan menteri Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang kerap terjadi memunculkan keraguan di benak publik akan kinerja para pembantu pemerintahan itu.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon berpendapat, sudah saatnya bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan perombakan di tubuh Kabinet Kerja untuk kali kedua.
Pasalnya, ide pergantian menteri yang tidak produktif bakal didukung pendapat masyarakat yang menganggap kinerja di sejumlah kementerian belum maksimal atau jauh dari ekspektasi.
&quot;Ya, kalau melihat dari masukan-masukan dari masyarakat memang sudah diperlukan reshuffle itu untuk yang berikutnya,&quot; kata Fadli kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (4/11/2015).
Meskipun, Fadli menilai kocok ulang kabinet menyeluruh seharusnya sudah dilakukan dalam reshuffle jilid I beberapa waktu lalu. Namun, mantan Gubernur DKI Jakarta itu hanya merombak susunan menteri di bidang ekonomi.
&quot;Nah, sekarang harus pada menteri-menteri teknis lah harus dievaluasi,&quot; sebut Fadli.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/10/01/21407/133757_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Kunjungi Monumen Pancasila Sakti&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Hanya saja, lanjut Fadli, Jokowi juga berhak memilih memertahankan susunan kabinetnya yang sekarang jika dianggap sudah mumpuni mengelola pemerintahan.
&quot;Kecuali Presiden sudah merasa timnya sekarang sudah sangat hebat ya mungkin tidak perlu ada reshuffle, ya tetapi dari masukan-masukan masyarakat itu banyak sekali kelemahan-kelemahan yang ada di kabinet ini, terutama di bidang ekonomi, politik dan hukum,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
