<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertemuan Jokowi-Obama Diduga Gunakan Jasa Makelar</title><description>Muncul isu tak sedap Presiden Jokowi gunakan jasa makelar untuk mendapatkan akses ke Gedung Putih, temui Obama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/07/18/1245371/pertemuan-jokowi-obama-diduga-gunakan-jasa-makelar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/11/07/18/1245371/pertemuan-jokowi-obama-diduga-gunakan-jasa-makelar"/><item><title>Pertemuan Jokowi-Obama Diduga Gunakan Jasa Makelar</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/07/18/1245371/pertemuan-jokowi-obama-diduga-gunakan-jasa-makelar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/11/07/18/1245371/pertemuan-jokowi-obama-diduga-gunakan-jasa-makelar</guid><pubDate>Sabtu 07 November 2015 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Jihad Dwidyasa </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/07/18/1245371/pertemuan-jokowi-obama-diduga-gunakan-jasa-makelar-vkzzfpYaxc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kunjungan Jokowi ke Gedung Putih untuk temui Obama (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/07/18/1245371/pertemuan-jokowi-obama-diduga-gunakan-jasa-makelar-vkzzfpYaxc.jpg</image><title>Kunjungan Jokowi ke Gedung Putih untuk temui Obama (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Isu tak sedap muncul ketika Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS) beberapa pekan lalu. Sebuah perusahaan konsultan Singapura diketahui telah membayar USD80 ribu kepada sebuah tim asal Las Vegas untuk membantu Presiden Jokowi mendapatkan akses ke Gedung Putih untuk menemui Obama.
Dosen Ilmu Politik Asia Tenggara dari School of Oriental and African Studies, Dr. Michael Buehler, mengungkapkan hal tersebut melalui sebuah artikel yang dipublikasikan di asiapacific.anu.edu.au.
Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa konsultan Singapura, Pereira International PTE LTD, telah menyepakati kerjasama dengan R&amp;amp;R Partner's Inc, perusahaan asal Las Vegas yang diduga menjadi makelar.
Menurut artikel itu, R&amp;amp;R Partner's bekerja sebagai konsultan bagi pejabat RI, yang membantu untuk mendapatkan akses ke Gedung Putih untuk menemui Obama. Kerjasama itu diduga dalam rangka kunjungan Presiden Jokowi ke AS.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI langsung memberikan komentarnya atas isu tak sedap itu.
&amp;ldquo;Menanggapi kabar tak sedap itu, kami sampaikan bahwa Pemerintah RI tidak menggunakan jasa pelobi dalam mengatur dan mempersiapan kunjungan Presiden ke Amerika Serikat,&amp;rdquo; demikian pernyataan Direktorat Informasi dan Media Kemlu, melalui rilis yang diterima Okezone, Sabtu (7/11/2015).
&amp;ldquo;Kemlu RI juga tidak pernah mengeluarkan anggaran Kementerian untuk jasa pelobi, namun memahami bahwa penggunaan jasa pelobi merupakan bagian nyata dari dunia politik di AS dan seringkali digunakan oleh pemangku kepentingan dan Pemerintah negara-negara lain di dunia untuk memajukan kepentingan mereka di AS,&amp;rdquo; lanjut pernyataan tersebut.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Isu tak sedap muncul ketika Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS) beberapa pekan lalu. Sebuah perusahaan konsultan Singapura diketahui telah membayar USD80 ribu kepada sebuah tim asal Las Vegas untuk membantu Presiden Jokowi mendapatkan akses ke Gedung Putih untuk menemui Obama.
Dosen Ilmu Politik Asia Tenggara dari School of Oriental and African Studies, Dr. Michael Buehler, mengungkapkan hal tersebut melalui sebuah artikel yang dipublikasikan di asiapacific.anu.edu.au.
Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa konsultan Singapura, Pereira International PTE LTD, telah menyepakati kerjasama dengan R&amp;amp;R Partner's Inc, perusahaan asal Las Vegas yang diduga menjadi makelar.
Menurut artikel itu, R&amp;amp;R Partner's bekerja sebagai konsultan bagi pejabat RI, yang membantu untuk mendapatkan akses ke Gedung Putih untuk menemui Obama. Kerjasama itu diduga dalam rangka kunjungan Presiden Jokowi ke AS.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI langsung memberikan komentarnya atas isu tak sedap itu.
&amp;ldquo;Menanggapi kabar tak sedap itu, kami sampaikan bahwa Pemerintah RI tidak menggunakan jasa pelobi dalam mengatur dan mempersiapan kunjungan Presiden ke Amerika Serikat,&amp;rdquo; demikian pernyataan Direktorat Informasi dan Media Kemlu, melalui rilis yang diterima Okezone, Sabtu (7/11/2015).
&amp;ldquo;Kemlu RI juga tidak pernah mengeluarkan anggaran Kementerian untuk jasa pelobi, namun memahami bahwa penggunaan jasa pelobi merupakan bagian nyata dari dunia politik di AS dan seringkali digunakan oleh pemangku kepentingan dan Pemerintah negara-negara lain di dunia untuk memajukan kepentingan mereka di AS,&amp;rdquo; lanjut pernyataan tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
