<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jaksa Agung dari Parpol Rugikan Jokowi</title><description>Jaksa Agung dari parpol rugikan Jokowi dan Kejaksaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/07/337/1245374/jaksa-agung-dari-parpol-rugikan-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/11/07/337/1245374/jaksa-agung-dari-parpol-rugikan-jokowi"/><item><title>Jaksa Agung dari Parpol Rugikan Jokowi</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/07/337/1245374/jaksa-agung-dari-parpol-rugikan-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/11/07/337/1245374/jaksa-agung-dari-parpol-rugikan-jokowi</guid><pubDate>Sabtu 07 November 2015 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/07/337/1245374/jaksa-agung-dari-parpol-rugikan-jokowi-Iw0VCNlDQs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/07/337/1245374/jaksa-agung-dari-parpol-rugikan-jokowi-Iw0VCNlDQs.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Isu reshuffle Kabinet Kerja jilid II kembali mengemuka. Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Faris mengkiritisi agenda penting penegakan hukum pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) selama setahun bekerja.
&quot;Sektor-sektor penegakan hukum jadi evaluasi,&quot; ujar Donal dalam diskusi Sindo Trijaya di Warung Daun, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2015).
Donal menambahkan, posisi Jaksa Agung (JA) dari partai politik (parpol) memunculkan bias kepemimpinan. Akibatnya, kebijakan hukum yang dipilih jaksa agung bakal diframing menguntungkan salah satu pihak.
&quot;Sederhananya begini, benarpun, kalau dia dari parpol selalu diframing parpol, misal nangkap, oposisi akan menganggap itu untuk menghajar lawan (politik). Apalagi yang salah,&quot; imbuhnya.
Alhasil, pemilihan jaksa agung dari unsur parpol justru mencoreng institusi kejaksaan secara. Akibatnya, lanjut Donal, presiden juga pasti dirugikan dalam pemilihan pembantunya tersebut.
&quot;Jadi siapa yang dirugikan? Kejaksaan secara organisasi, dan presiden sebagai kepala negara. Jadi isunya akan ditarik ke atas. Kami mendorong profesional, atau berasal dari jaksa, terserah internal atau eksternal,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Isu reshuffle Kabinet Kerja jilid II kembali mengemuka. Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Faris mengkiritisi agenda penting penegakan hukum pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) selama setahun bekerja.
&quot;Sektor-sektor penegakan hukum jadi evaluasi,&quot; ujar Donal dalam diskusi Sindo Trijaya di Warung Daun, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2015).
Donal menambahkan, posisi Jaksa Agung (JA) dari partai politik (parpol) memunculkan bias kepemimpinan. Akibatnya, kebijakan hukum yang dipilih jaksa agung bakal diframing menguntungkan salah satu pihak.
&quot;Sederhananya begini, benarpun, kalau dia dari parpol selalu diframing parpol, misal nangkap, oposisi akan menganggap itu untuk menghajar lawan (politik). Apalagi yang salah,&quot; imbuhnya.
Alhasil, pemilihan jaksa agung dari unsur parpol justru mencoreng institusi kejaksaan secara. Akibatnya, lanjut Donal, presiden juga pasti dirugikan dalam pemilihan pembantunya tersebut.
&quot;Jadi siapa yang dirugikan? Kejaksaan secara organisasi, dan presiden sebagai kepala negara. Jadi isunya akan ditarik ke atas. Kami mendorong profesional, atau berasal dari jaksa, terserah internal atau eksternal,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
