<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Myanmar Berikan Suaranya dalam Pemilu Bersejarah</title><description>Pemilu kali ini adalah sebuah peristiwa bersejarah bagi Myanmar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/08/18/1245599/warga-myanmar-berikan-suaranya-dalam-pemilu-bersejarah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/11/08/18/1245599/warga-myanmar-berikan-suaranya-dalam-pemilu-bersejarah"/><item><title>Warga Myanmar Berikan Suaranya dalam Pemilu Bersejarah</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/08/18/1245599/warga-myanmar-berikan-suaranya-dalam-pemilu-bersejarah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/11/08/18/1245599/warga-myanmar-berikan-suaranya-dalam-pemilu-bersejarah</guid><pubDate>Minggu 08 November 2015 11:12 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/08/18/1245599/warga-myanmar-berikan-suaranya-dalam-pemilu-bersejarah-5VFLpAb5J1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seorang warga Myanmar memberikan suaranya dalam pemilihan umum 8 November 2015. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/08/18/1245599/warga-myanmar-berikan-suaranya-dalam-pemilu-bersejarah-5VFLpAb5J1.jpg</image><title>Seorang warga Myanmar memberikan suaranya dalam pemilihan umum 8 November 2015. (Foto: Reuters)</title></images><description>RANGOON&amp;nbsp;&amp;ndash; Peristiwa bersejarah yang mungkin akan menjadi titik balik bagi Myanmar berlangsung hari ini. Pada Minggu, 8 November 2015, Myanmar akan melangsungkan pemilihan umum yang bebas, jujur, dan adil untuk pertama kalinya.
Partai oposisi National League for Democracy (NLD) yang diketuai peraih nobel perdamaian Aung San Suu Kyi difavoritkan untuk memenangi pemilu yang diikuti oleh lebih dari 90 partai politik, dan lebih dari 6.000 calon legislatif tersebut.
Meski difavoritkan, NLD dikhawatirkan akan mendapatkan kendala. Pasalnya, undang-undang Myanmar warisan dari masa pemerintahan junta militer menyebutkan Suu Kyi tidak diperbolehkan untuk menjadi presiden meski partainya meraih kemenangan mutlak. Hal ini menyebabkan para pemilih khawatir kemenangan NLD tidak akan diterima oleh jenderal-jenderal Myanmar.
&amp;ldquo;Saya tidak yakin mereka akan menerima hasil pemilu,&amp;rdquo; kata seorang pemilih bernama Khin May Oo, sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (8/11/2015). Seperti banyak warga Myanmar lainnya, Khin percaya pemilu kali ini merupakan titik balik dalam sejarah negerinya.
Keraguan pemilu akan berlangsung jujur dan adil juga muncul setelah diketahui lebih dari empat juta  warga Myanmar tidak diperbolehkan memberikan suaranya. NLD juga curiga akan adanya surat suara tambahan yang disebarkan di beberapa wilayah, dugaan ini dibuktikan dengan 38 surat suara yang didapatkan oleh satu keluarga di Yangoon.
Ketegangan antar agama juga muncul karena golongan nasionalis Budha melakukan intimidasi terhadap minoritas Muslim di Myanmar di saat-saat menjelang pemilu berlangsung.
Namun, di luar semua kekhawatiran tersebut, peristiwa ini tetap disambut dengan antusias oleh para pemilih. Mereka bahkan telah pergi ke lokasi-lokasi pemungutan suara sebelum fajar menyingsing. Mereka berharap suara yang mereka berikan dapat membuat negeri mereka semakin baik di masa mendatang.
</description><content:encoded>RANGOON&amp;nbsp;&amp;ndash; Peristiwa bersejarah yang mungkin akan menjadi titik balik bagi Myanmar berlangsung hari ini. Pada Minggu, 8 November 2015, Myanmar akan melangsungkan pemilihan umum yang bebas, jujur, dan adil untuk pertama kalinya.
Partai oposisi National League for Democracy (NLD) yang diketuai peraih nobel perdamaian Aung San Suu Kyi difavoritkan untuk memenangi pemilu yang diikuti oleh lebih dari 90 partai politik, dan lebih dari 6.000 calon legislatif tersebut.
Meski difavoritkan, NLD dikhawatirkan akan mendapatkan kendala. Pasalnya, undang-undang Myanmar warisan dari masa pemerintahan junta militer menyebutkan Suu Kyi tidak diperbolehkan untuk menjadi presiden meski partainya meraih kemenangan mutlak. Hal ini menyebabkan para pemilih khawatir kemenangan NLD tidak akan diterima oleh jenderal-jenderal Myanmar.
&amp;ldquo;Saya tidak yakin mereka akan menerima hasil pemilu,&amp;rdquo; kata seorang pemilih bernama Khin May Oo, sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (8/11/2015). Seperti banyak warga Myanmar lainnya, Khin percaya pemilu kali ini merupakan titik balik dalam sejarah negerinya.
Keraguan pemilu akan berlangsung jujur dan adil juga muncul setelah diketahui lebih dari empat juta  warga Myanmar tidak diperbolehkan memberikan suaranya. NLD juga curiga akan adanya surat suara tambahan yang disebarkan di beberapa wilayah, dugaan ini dibuktikan dengan 38 surat suara yang didapatkan oleh satu keluarga di Yangoon.
Ketegangan antar agama juga muncul karena golongan nasionalis Budha melakukan intimidasi terhadap minoritas Muslim di Myanmar di saat-saat menjelang pemilu berlangsung.
Namun, di luar semua kekhawatiran tersebut, peristiwa ini tetap disambut dengan antusias oleh para pemilih. Mereka bahkan telah pergi ke lokasi-lokasi pemungutan suara sebelum fajar menyingsing. Mereka berharap suara yang mereka berikan dapat membuat negeri mereka semakin baik di masa mendatang.
</content:encoded></item></channel></rss>
