<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluarga Korban Tragedi Crane Tagih Janji Santunan</title><description>Pihak keluarga sudah berusaha mempertanyakan  kejelasannya dana santunan tersebut kepada Kemenag cabang Kabupaten Padanglawas. Namun, nihil.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/08/340/1245775/keluarga-korban-tragedi-crane-tagih-janji-santunan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/11/08/340/1245775/keluarga-korban-tragedi-crane-tagih-janji-santunan"/><item><title>Keluarga Korban Tragedi Crane Tagih Janji Santunan</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/08/340/1245775/keluarga-korban-tragedi-crane-tagih-janji-santunan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/11/08/340/1245775/keluarga-korban-tragedi-crane-tagih-janji-santunan</guid><pubDate>Minggu 08 November 2015 19:54 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/08/340/1245775/kelurga-korban-tragedi-crane-tagih-janji-santunan-gN53ulNQ8j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tragedi Crane di Masjidil Haram (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/08/340/1245775/kelurga-korban-tragedi-crane-tagih-janji-santunan-gN53ulNQ8j.jpg</image><title>Tragedi Crane di Masjidil Haram (Okezone)</title></images><description>PADANGLAWAS - Keluarga Masnauli Hasibuan (58), warga Kecamatan Sosa, Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara, yang menjadi korban tragedi jatuhnya alat berat (crane) di Masjidil Haram (Makkah), menagih janji Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia, terkait santunan untuk para korban tewas.
&quot;Sampai sekarang belum ada realisasinya, baik bantuan dari Pemerintah Arab Saudi, maupun uang jasa raharja dari Pemerintah Indonesia,&quot; ungkap salah seorang anak Masnauli, Dirman Nasution, 36, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (8/11/2015).
Dirman mengatakan, pihak keluarga sudah berusaha mempertanyakan kejelasannya dana santunan tersebut kepada Kementerian Agama  (Kemenag) cabang Kabupaten Padanglawas. Anehnya, Kemenag setempat selalu memberikan jawaban yang tidak pasti.
Ironisnya, akibat kesalahan pemberian nomor rekening dari Kemenag Kabupaten Padanglawas, pihak keluarga juga mereka belum menerima uang jasa raharja dari Pemerintah Indonesia.
&quot;Kata pihak bank, uang jasa raharja itu belum keluar, karena kesalahan dalam memberikan nomor rekening orang tua saya, karena uangnya ditransfer langsung ke rekening itu,&quot; tuturnya.
Anak Masnauli lainnya, Nurhabibah Nasution mengatakan, pihak keluarga kecewa dengan pelayanan yang diberikan pemerintah. Sebab, pemerintah melalui Kemenag terkesan tidak komunikatif dalam menyampaikan informasi tentang tindak lanjut bantuan dari Pemerintah Arab Saudi maupun Indonesia.
&quot;Harusnya, mereka komonikatif, sehingga tidak menjadi prasangka buruk,&quot; ujar dia.
Dia berharap, pemerintah terus menjalin komunikasi, sehingga kekurangan persyaratan dapat diperbaiki oleh pihak keluarga.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Padanglawas, Amran Hasibuan belum dapat memberikan keterangannya karena sulit dihubungi.</description><content:encoded>PADANGLAWAS - Keluarga Masnauli Hasibuan (58), warga Kecamatan Sosa, Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara, yang menjadi korban tragedi jatuhnya alat berat (crane) di Masjidil Haram (Makkah), menagih janji Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia, terkait santunan untuk para korban tewas.
&quot;Sampai sekarang belum ada realisasinya, baik bantuan dari Pemerintah Arab Saudi, maupun uang jasa raharja dari Pemerintah Indonesia,&quot; ungkap salah seorang anak Masnauli, Dirman Nasution, 36, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (8/11/2015).
Dirman mengatakan, pihak keluarga sudah berusaha mempertanyakan kejelasannya dana santunan tersebut kepada Kementerian Agama  (Kemenag) cabang Kabupaten Padanglawas. Anehnya, Kemenag setempat selalu memberikan jawaban yang tidak pasti.
Ironisnya, akibat kesalahan pemberian nomor rekening dari Kemenag Kabupaten Padanglawas, pihak keluarga juga mereka belum menerima uang jasa raharja dari Pemerintah Indonesia.
&quot;Kata pihak bank, uang jasa raharja itu belum keluar, karena kesalahan dalam memberikan nomor rekening orang tua saya, karena uangnya ditransfer langsung ke rekening itu,&quot; tuturnya.
Anak Masnauli lainnya, Nurhabibah Nasution mengatakan, pihak keluarga kecewa dengan pelayanan yang diberikan pemerintah. Sebab, pemerintah melalui Kemenag terkesan tidak komunikatif dalam menyampaikan informasi tentang tindak lanjut bantuan dari Pemerintah Arab Saudi maupun Indonesia.
&quot;Harusnya, mereka komonikatif, sehingga tidak menjadi prasangka buruk,&quot; ujar dia.
Dia berharap, pemerintah terus menjalin komunikasi, sehingga kekurangan persyaratan dapat diperbaiki oleh pihak keluarga.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Padanglawas, Amran Hasibuan belum dapat memberikan keterangannya karena sulit dihubungi.</content:encoded></item></channel></rss>
