<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Derwin Pereira Muncul di Tengah Isu Tak Sedap Pertemuan Jokowi-Obama</title><description>Sosok pria ini mencuat di tengah isu tak sedap pertemuan Presiden Jokowi ke Gedung Putih untuk temui Obama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/10/18/1246907/derwin-pereira-muncul-di-tengah-isu-tak-sedap-pertemuan-jokowi-obama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/11/10/18/1246907/derwin-pereira-muncul-di-tengah-isu-tak-sedap-pertemuan-jokowi-obama"/><item><title>Derwin Pereira Muncul di Tengah Isu Tak Sedap Pertemuan Jokowi-Obama</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/10/18/1246907/derwin-pereira-muncul-di-tengah-isu-tak-sedap-pertemuan-jokowi-obama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/11/10/18/1246907/derwin-pereira-muncul-di-tengah-isu-tak-sedap-pertemuan-jokowi-obama</guid><pubDate>Selasa 10 November 2015 17:23 WIB</pubDate><dc:creator>Sindonews</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/10/18/1246907/derwin-pereira-muncul-di-tengah-isu-tak-sedap-pertemuan-jokowi-obama-Vm5527Wy8J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Derwin Pereira (Foto: Strait Times)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/10/18/1246907/derwin-pereira-muncul-di-tengah-isu-tak-sedap-pertemuan-jokowi-obama-Vm5527Wy8J.jpg</image><title>Derwin Pereira (Foto: Strait Times)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pertemuan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang dikabarkan menggunakan jasa makelar mencuatkan nama Derwin Pereira. Pria kelahiran Singapura itu kabarnya juga pernah menjadi makelar sejumlah petinggi Tanah Air.
Lalu, siapakah sebenarnya Derwin Pereira? Dari hasil penelusuran Sindonews, Selasa (10/11/2015), Derwin Pereira diketahui sebagai seorang pendiri dan CEO dari Pereira Internasional. Ia adalah jurnalis pemenang sejumlah penghargaan di media The Straits Times Singapura.
Pereira tercatat pernah menjabat sebagai kepala biro di Indonesia dan AS. Tak heran melalui jabatannya itu, ia bisa mewawancarai sejumlah tokoh penting di Tanah Air. Semua Presiden RI diketahui pernah diwawancarainya.
Bahkan, mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam autobiografinya berjudul &amp;lsquo;Selalu Ada Pilihan&amp;rsquo; saat wawancara pribadi pada 2007 mengatakan bahwa Derwin Pereira telah memprediksi kemenangannya di Pemilu 2009, meskipun marginnya ternyata lebih besar dari apa yang diperkirakan.
Sedangkan saat di Washington DC, ia diketahui sempat mewawancarai mantan Presiden AS George W Bush dan mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Condolezza Rice.
Kemampuan Derwin membangun kontak hingga level tertinggi dan wawasannya terhadap situasi politik di sebuah wilayah membuatnya dicari-cari para pemimpin di Asia, terutama di Indonesia.
Saat menjabat sebagai Kepala Biro Straits Time Indonesia, Pereira membangun akses dan kontak yang kuat dengan elite politik hingga pebisnis di Indonesia. Hubungan ini tetap dipertahankannya sehingga tak heran jika ia tetap up to date terhadap masalah kebijakan dan memberinya akses eksklusif terhadap sebuah informasi penting.Pemegang gelar sarjana dari London School of Economics and Political Science and A Masters in Public Administration John F Kennedy School di Harvard ini sekarang mengkhususkan diri dalam komunikasi strategis dan konsultasi bisnis di Asia Tenggara dengan fokus khusus pada Indonesia.
Ia memberikan kepada kliennya sejumlah informasi yang dibutuhkan dengan saran khusus dan konsultasi. Kliennya adalah mereka yang ingin berkecimpung di dunia politik dan perusahaan yang ingin mendapatkan pijakan di pasar yang baru.
Terlepas dari itu semua, pria kelahiran 30 Oktober 1966 tersebut juga pernah berada di garis depan sejumlah program yang terkait Indonesia lewat The Derwin Pereira Indonesia Initiative yang berbasis di Washington bekerja sama dengan Center for Strategic and International Studies (CSIS).
Saat ini, Pereira juga menjadi Dewan Penasihat untuk Sumitro Chair for Southeast Asia Studies, CSIS, anggota dari Dewan Dekan di Universitas Harvard, dan anggota Dewan Internasional Belfer Center for Science and International Affairs yang juga berada di Harvard University.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pertemuan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang dikabarkan menggunakan jasa makelar mencuatkan nama Derwin Pereira. Pria kelahiran Singapura itu kabarnya juga pernah menjadi makelar sejumlah petinggi Tanah Air.
Lalu, siapakah sebenarnya Derwin Pereira? Dari hasil penelusuran Sindonews, Selasa (10/11/2015), Derwin Pereira diketahui sebagai seorang pendiri dan CEO dari Pereira Internasional. Ia adalah jurnalis pemenang sejumlah penghargaan di media The Straits Times Singapura.
Pereira tercatat pernah menjabat sebagai kepala biro di Indonesia dan AS. Tak heran melalui jabatannya itu, ia bisa mewawancarai sejumlah tokoh penting di Tanah Air. Semua Presiden RI diketahui pernah diwawancarainya.
Bahkan, mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam autobiografinya berjudul &amp;lsquo;Selalu Ada Pilihan&amp;rsquo; saat wawancara pribadi pada 2007 mengatakan bahwa Derwin Pereira telah memprediksi kemenangannya di Pemilu 2009, meskipun marginnya ternyata lebih besar dari apa yang diperkirakan.
Sedangkan saat di Washington DC, ia diketahui sempat mewawancarai mantan Presiden AS George W Bush dan mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Condolezza Rice.
Kemampuan Derwin membangun kontak hingga level tertinggi dan wawasannya terhadap situasi politik di sebuah wilayah membuatnya dicari-cari para pemimpin di Asia, terutama di Indonesia.
Saat menjabat sebagai Kepala Biro Straits Time Indonesia, Pereira membangun akses dan kontak yang kuat dengan elite politik hingga pebisnis di Indonesia. Hubungan ini tetap dipertahankannya sehingga tak heran jika ia tetap up to date terhadap masalah kebijakan dan memberinya akses eksklusif terhadap sebuah informasi penting.Pemegang gelar sarjana dari London School of Economics and Political Science and A Masters in Public Administration John F Kennedy School di Harvard ini sekarang mengkhususkan diri dalam komunikasi strategis dan konsultasi bisnis di Asia Tenggara dengan fokus khusus pada Indonesia.
Ia memberikan kepada kliennya sejumlah informasi yang dibutuhkan dengan saran khusus dan konsultasi. Kliennya adalah mereka yang ingin berkecimpung di dunia politik dan perusahaan yang ingin mendapatkan pijakan di pasar yang baru.
Terlepas dari itu semua, pria kelahiran 30 Oktober 1966 tersebut juga pernah berada di garis depan sejumlah program yang terkait Indonesia lewat The Derwin Pereira Indonesia Initiative yang berbasis di Washington bekerja sama dengan Center for Strategic and International Studies (CSIS).
Saat ini, Pereira juga menjadi Dewan Penasihat untuk Sumitro Chair for Southeast Asia Studies, CSIS, anggota dari Dewan Dekan di Universitas Harvard, dan anggota Dewan Internasional Belfer Center for Science and International Affairs yang juga berada di Harvard University.</content:encoded></item></channel></rss>
