<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begal Modus &quot;Tabrak Adik&quot; Marak di Medan</title><description>Karena gugup, korban pun berhenti dan seorang dari dua pelaku mendekati terus menuduh korban menabrak adik pelaku.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/15/340/1249707/begal-modus-tabrak-adik-marak-di-medan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/11/15/340/1249707/begal-modus-tabrak-adik-marak-di-medan"/><item><title>Begal Modus &quot;Tabrak Adik&quot; Marak di Medan</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/15/340/1249707/begal-modus-tabrak-adik-marak-di-medan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/11/15/340/1249707/begal-modus-tabrak-adik-marak-di-medan</guid><pubDate>Minggu 15 November 2015 14:07 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/15/340/1249707/begal-modus-tabrak-adik-marak-di-medan-ykknttAs2s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban begal, Dony (Foto: Waspada Online)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/15/340/1249707/begal-modus-tabrak-adik-marak-di-medan-ykknttAs2s.jpg</image><title>Korban begal, Dony (Foto: Waspada Online)</title></images><description>MEDAN - Aksi kejahatan curanmor dengan modus &amp;ldquo;menuduh menabrak adik&amp;rdquo; marak di wilayah hukum Polsek Medan Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara. Kali ini korbannya Dony Sibarani alias Dony (15) pelajar SMP Perimbana di Jalan Sunggal dekat PDAM Tirtanadi tidak jauh dari Mako Polsek Sunggal, Sabtu, 14 November sore.
Sepeda motor Honda Vario milik korban, raib dilarikan pelaku. Dony didampingi ibunya kepada wartawan mengatakan, dia mengendarai sepeda motor Honda Vario hendak pulang.
Setiba di Jalan Sunggal dekat PDAM Tirtanadi, korban dipepet dua pelaku mengendarai Honda Vario. Karena gugup, korban pun berhenti dan seorang dari dua pelaku mendekati terus menuduh  korban menabrak adik pelaku.
Dengan berbagai cara dan memaksa, pelaku mengambil alih sepeda motor Honda Vario milik korban dengan alasan sepeda motor akan diperlihatkan kepada korban, sementara satu pelaku menunggu bersama korban.
Tidak lama kemudian, teman pelaku langsung kabur. Karena kena rampok, korban bersama ibunya mendatangi Polsek Sunggal buat laporan pengaduan seputar kejadian tersebut.
Tapi sangat disayangkan, tentang pelayanan di kepolisian, korban diarahkan untuk mengambil surat-surat kendaraan ke rumah.
Seorang warga yang menyaksikan korban disuruh pulang oleh anggota Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Sunggal untuk ambil surat-surat kendaraan, geleng-geleng kepala melihat polisi.
&amp;ldquo;Kalau begini cara kerja polisi, pelaku kejahatan khusus ranmor sulit terungkap,&amp;rdquo; jelas warga yang enggan disebutkan identitasnya.
Sebelumnya, Leo Nardo Situmorang alias Leo (18) mahasiswa USU dituduh menabrak adik pelaku, sepeda motornya juga disikat penjahat di Jalan Tanjungsari, Pasar II Medan, Jumat, 13 November.
Leo warga Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pengendara sepeda motor Honda Vario BK 6958 RAO dari tempat kos, setiba di Jalan Tanjungsari, Pasar II, bahunya ditepuk dua pelaku mengendarai sepeda motor dan satu diantara pelaku memerintahkan minggir dipinggir jalan. Merasa tidak bersalah korban berhenti dan pelaku terus menghardik korban dengan menuduh menabrak kaki adiknya. Akhirnya sepeda motor Honda Vario miliknya dibawa kabur pelaku.</description><content:encoded>MEDAN - Aksi kejahatan curanmor dengan modus &amp;ldquo;menuduh menabrak adik&amp;rdquo; marak di wilayah hukum Polsek Medan Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara. Kali ini korbannya Dony Sibarani alias Dony (15) pelajar SMP Perimbana di Jalan Sunggal dekat PDAM Tirtanadi tidak jauh dari Mako Polsek Sunggal, Sabtu, 14 November sore.
Sepeda motor Honda Vario milik korban, raib dilarikan pelaku. Dony didampingi ibunya kepada wartawan mengatakan, dia mengendarai sepeda motor Honda Vario hendak pulang.
Setiba di Jalan Sunggal dekat PDAM Tirtanadi, korban dipepet dua pelaku mengendarai Honda Vario. Karena gugup, korban pun berhenti dan seorang dari dua pelaku mendekati terus menuduh  korban menabrak adik pelaku.
Dengan berbagai cara dan memaksa, pelaku mengambil alih sepeda motor Honda Vario milik korban dengan alasan sepeda motor akan diperlihatkan kepada korban, sementara satu pelaku menunggu bersama korban.
Tidak lama kemudian, teman pelaku langsung kabur. Karena kena rampok, korban bersama ibunya mendatangi Polsek Sunggal buat laporan pengaduan seputar kejadian tersebut.
Tapi sangat disayangkan, tentang pelayanan di kepolisian, korban diarahkan untuk mengambil surat-surat kendaraan ke rumah.
Seorang warga yang menyaksikan korban disuruh pulang oleh anggota Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Sunggal untuk ambil surat-surat kendaraan, geleng-geleng kepala melihat polisi.
&amp;ldquo;Kalau begini cara kerja polisi, pelaku kejahatan khusus ranmor sulit terungkap,&amp;rdquo; jelas warga yang enggan disebutkan identitasnya.
Sebelumnya, Leo Nardo Situmorang alias Leo (18) mahasiswa USU dituduh menabrak adik pelaku, sepeda motornya juga disikat penjahat di Jalan Tanjungsari, Pasar II Medan, Jumat, 13 November.
Leo warga Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pengendara sepeda motor Honda Vario BK 6958 RAO dari tempat kos, setiba di Jalan Tanjungsari, Pasar II, bahunya ditepuk dua pelaku mengendarai sepeda motor dan satu diantara pelaku memerintahkan minggir dipinggir jalan. Merasa tidak bersalah korban berhenti dan pelaku terus menghardik korban dengan menuduh menabrak kaki adiknya. Akhirnya sepeda motor Honda Vario miliknya dibawa kabur pelaku.</content:encoded></item></channel></rss>
