<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua DPR Bongkar Tujuan Buruk PT Freeport Indonesia</title><description>Ketua DPR Setya Novanto akhirnya membuka secara utuh persoalan pencatutan nama Jokowi-JK untuk meminta saham Freeport.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/17/337/1250989/ketua-dpr-bongkar-tujuan-buruk-pt-freeport-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/11/17/337/1250989/ketua-dpr-bongkar-tujuan-buruk-pt-freeport-indonesia"/><item><title>Ketua DPR Bongkar Tujuan Buruk PT Freeport Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/17/337/1250989/ketua-dpr-bongkar-tujuan-buruk-pt-freeport-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/11/17/337/1250989/ketua-dpr-bongkar-tujuan-buruk-pt-freeport-indonesia</guid><pubDate>Selasa 17 November 2015 17:31 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/17/337/1250989/ketua-dpr-bongkar-tujuan-buruk-pr-freeport-indonesia-VQxnU78sEe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPR RI, Setya Novanto (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/17/337/1250989/ketua-dpr-bongkar-tujuan-buruk-pr-freeport-indonesia-VQxnU78sEe.jpg</image><title>Ketua DPR RI, Setya Novanto (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPR Setya Novanto akhirnya membuka secara utuh persoalan apa yang sebenarnya terjadi, hingga dirinya dituding mencatut nama presiden dan wakil presiden untuk meminta saham Freeport.
Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan, persoalan ini bermula dari kedatangan Presdir PT Freeport Indonesia menemui dirinya di DPR, 27 April 2015. Dalam kesempatan itu, pihak Freeport menyampaikan beberapa program PT Freeport
&amp;ldquo;Intinya, mereka minta bantuan untuk bisa disampaikan kepada pihak terkait untuk memperpanjang kontrak karya PT Freeport Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Setya Novanto saat wawancara khusus dengan Okezone, Selasa (17/11/2015).
Tapi kan Presiden dengan jelas menyampaikan bahwa sepanjang untuk kepentingan rakyat, khususnya di Papua, itu akan jadi perhatian. Dengan catatan, Freeport harus memenuhi kewajibannya, yaitu bagi hasil, CSR, dan pembangunan smelter.
&amp;ldquo;Beliau (presiden) juga berpikiran bahwa (perpanjangan kontrak Freeport) sampai 2021,&amp;rdquo;&amp;rsquo; ungkapnya.
Tapi kemudian, pihak Freeport tak patah arang. PTFI terus melobi dan mendorong Setnov hingga dua kali melakukan pertemuan di Hotel Ritz Carlton pada 13 Mei 2015 dan 8 Juni 2015.  Setnov mengakui bahwa dia sudah memiliki perasaan tidak enak dalam pertemuan-pertemuan tersebut.
&amp;ldquo;Saya sudah merasa harus hati-hati,&amp;rdquo; ujarnya.Dan terbukti benar saja, pertemuan dengan PT Freeport Indonesia  dipelintir sedemikian rupa. Disebutkan bahwa dirinya mencatut nama  Presiden dan Wakil Presiden untuk meminta saham sebesar 20 persen.
Setnov menegaskan, tidak mungkin dirinya mencatut nama Presiden  Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Keduanya adalah simbol negara  yang harus dihormati, tidak mungkin dirinya melakukan itu.
&amp;ldquo;Mengenai saham, kita harus mengerti bahwa ada mekanismenya. Adak ode  etik di Indonesia dan Amerika. Apalagi PTFI sebagai perusahaan Amerika  Serikat harus patuh terhadap Foreign Corruption Practise Act (FCPA).  Terkait pembelian saham, ini harus dicatat, siapa dan pakai uang apa  harus dicatat.
Sebagai pimpinan DPR, Setnov juga tidak mungkin meminta saham begitu  saja kepada PTFI. &amp;ldquo;Tidak mungkin orang seperti saya meminta saham,&amp;rdquo;  tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPR Setya Novanto akhirnya membuka secara utuh persoalan apa yang sebenarnya terjadi, hingga dirinya dituding mencatut nama presiden dan wakil presiden untuk meminta saham Freeport.
Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan, persoalan ini bermula dari kedatangan Presdir PT Freeport Indonesia menemui dirinya di DPR, 27 April 2015. Dalam kesempatan itu, pihak Freeport menyampaikan beberapa program PT Freeport
&amp;ldquo;Intinya, mereka minta bantuan untuk bisa disampaikan kepada pihak terkait untuk memperpanjang kontrak karya PT Freeport Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Setya Novanto saat wawancara khusus dengan Okezone, Selasa (17/11/2015).
Tapi kan Presiden dengan jelas menyampaikan bahwa sepanjang untuk kepentingan rakyat, khususnya di Papua, itu akan jadi perhatian. Dengan catatan, Freeport harus memenuhi kewajibannya, yaitu bagi hasil, CSR, dan pembangunan smelter.
&amp;ldquo;Beliau (presiden) juga berpikiran bahwa (perpanjangan kontrak Freeport) sampai 2021,&amp;rdquo;&amp;rsquo; ungkapnya.
Tapi kemudian, pihak Freeport tak patah arang. PTFI terus melobi dan mendorong Setnov hingga dua kali melakukan pertemuan di Hotel Ritz Carlton pada 13 Mei 2015 dan 8 Juni 2015.  Setnov mengakui bahwa dia sudah memiliki perasaan tidak enak dalam pertemuan-pertemuan tersebut.
&amp;ldquo;Saya sudah merasa harus hati-hati,&amp;rdquo; ujarnya.Dan terbukti benar saja, pertemuan dengan PT Freeport Indonesia  dipelintir sedemikian rupa. Disebutkan bahwa dirinya mencatut nama  Presiden dan Wakil Presiden untuk meminta saham sebesar 20 persen.
Setnov menegaskan, tidak mungkin dirinya mencatut nama Presiden  Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Keduanya adalah simbol negara  yang harus dihormati, tidak mungkin dirinya melakukan itu.
&amp;ldquo;Mengenai saham, kita harus mengerti bahwa ada mekanismenya. Adak ode  etik di Indonesia dan Amerika. Apalagi PTFI sebagai perusahaan Amerika  Serikat harus patuh terhadap Foreign Corruption Practise Act (FCPA).  Terkait pembelian saham, ini harus dicatat, siapa dan pakai uang apa  harus dicatat.
Sebagai pimpinan DPR, Setnov juga tidak mungkin meminta saham begitu  saja kepada PTFI. &amp;ldquo;Tidak mungkin orang seperti saya meminta saham,&amp;rdquo;  tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
