<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Umat Muslim di Kanada Masih Bebas Beribadah</title><description>Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Donald Bobiash, membantah isu&amp;nbsp;islamophobia di negaranya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/20/18/1253060/umat-muslim-di-kanada-masih-bebas-beribadah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/11/20/18/1253060/umat-muslim-di-kanada-masih-bebas-beribadah"/><item><title>Umat Muslim di Kanada Masih Bebas Beribadah</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/20/18/1253060/umat-muslim-di-kanada-masih-bebas-beribadah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/11/20/18/1253060/umat-muslim-di-kanada-masih-bebas-beribadah</guid><pubDate>Jum'at 20 November 2015 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/20/18/1253060/umat-muslim-di-kanada-masih-bebas-beribadah-SYlOQa4h4e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">HT dan Kedubes Kanada (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/20/18/1253060/umat-muslim-di-kanada-masih-bebas-beribadah-SYlOQa4h4e.jpg</image><title>HT dan Kedubes Kanada (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Donald Bobiash, membantah isu islamophobia yang mungkin muncul di negaranya. Menurutnya, Kanada masih menjadi negara yang menjunjung toleransi.
&amp;ldquo;Ya, kami tidak apa-apa di sana,&amp;rdquo; jawabnya dalam bahasa Indonesia.
Ia menambahkan, isu mengenai pembakaran gereja setelah teror Paris sudah ditangani dengan baik oleh pemerintah di sana.
&amp;ldquo;Di Kanada banyak masjid, jadi mereka masih bisa beribadah di mana saja. Ada polisi juga yang menjaga,&amp;rdquo; tegasnya.
Penasihat Politik dan Hubungan Masyarakat Kedubes Kanada, H&amp;eacute;l&amp;egrave;ne Viau menambahkan, mengenai toleransi, survei Legatum Prosperity Index 2015 telah mengakui Kanada sebagai negara paling bebas di dunia, yakni dalam hal toleransi terhadap imigran, minoritas dan kebebasan berekspresi dan berkeyakinan.
&amp;ldquo;Bisa dilihat di Facebook resmi pemerintah Kanada, kami mendapat peringkat pertama, sebagai negara paling toleran di dunia,&amp;rdquo; katanya.
Hal ini disampaikan Donald saat berkunjung ke kantor CEO MNC Group Harry Tanoesoedibjo (HT) pada Jumat (20/11/2015). Pertemuan itu membahas keadaan ekonomi dan politik di Indonesia maupun Kanada.
Keduanya juga berdiskusi mengenai industri terbaik di masing-masing negara untuk diinvestasi, serta potensi kerja sama antara MNC dan Kanada yang bisa dimediasi melalui Kedubes Kanada di Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Donald Bobiash, membantah isu islamophobia yang mungkin muncul di negaranya. Menurutnya, Kanada masih menjadi negara yang menjunjung toleransi.
&amp;ldquo;Ya, kami tidak apa-apa di sana,&amp;rdquo; jawabnya dalam bahasa Indonesia.
Ia menambahkan, isu mengenai pembakaran gereja setelah teror Paris sudah ditangani dengan baik oleh pemerintah di sana.
&amp;ldquo;Di Kanada banyak masjid, jadi mereka masih bisa beribadah di mana saja. Ada polisi juga yang menjaga,&amp;rdquo; tegasnya.
Penasihat Politik dan Hubungan Masyarakat Kedubes Kanada, H&amp;eacute;l&amp;egrave;ne Viau menambahkan, mengenai toleransi, survei Legatum Prosperity Index 2015 telah mengakui Kanada sebagai negara paling bebas di dunia, yakni dalam hal toleransi terhadap imigran, minoritas dan kebebasan berekspresi dan berkeyakinan.
&amp;ldquo;Bisa dilihat di Facebook resmi pemerintah Kanada, kami mendapat peringkat pertama, sebagai negara paling toleran di dunia,&amp;rdquo; katanya.
Hal ini disampaikan Donald saat berkunjung ke kantor CEO MNC Group Harry Tanoesoedibjo (HT) pada Jumat (20/11/2015). Pertemuan itu membahas keadaan ekonomi dan politik di Indonesia maupun Kanada.
Keduanya juga berdiskusi mengenai industri terbaik di masing-masing negara untuk diinvestasi, serta potensi kerja sama antara MNC dan Kanada yang bisa dimediasi melalui Kedubes Kanada di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
