<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mogok Nasional Adalah Hak Buruh</title><description>Ribuan buruh dari berbagai daerah memadati halaman Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2015).</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/21/338/1253242/mogok-nasional-adalah-hak-buruh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/11/21/338/1253242/mogok-nasional-adalah-hak-buruh"/><item><title>Mogok Nasional Adalah Hak Buruh</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/21/338/1253242/mogok-nasional-adalah-hak-buruh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/11/21/338/1253242/mogok-nasional-adalah-hak-buruh</guid><pubDate>Sabtu 21 November 2015 01:09 WIB</pubDate><dc:creator>Lina Fitria</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/21/338/1253242/tolak-pp-pengupahan-ribuan-buruh-ancam-mogok-nasional-bZQHz4qzSx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demo Buruh (Foto: Ilustrasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/21/338/1253242/tolak-pp-pengupahan-ribuan-buruh-ancam-mogok-nasional-bZQHz4qzSx.jpg</image><title>Demo Buruh (Foto: Ilustrasi)</title></images><description>JAKARTA - Ribuan buruh dari berbagai daerah memadati halaman Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2015). Ribuan buruh tersebut berasal dari berbagai elemen organisasi seperti dari KP-KPBI, KASBI, FSPMI, SBSI, SPJICT, KSPI, dan KSBI.
Mereka meminta pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) memperhatikan buruh seluruh Indonesia, dan menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, tampak terlihat aktivis Ferry Juliantono. Kehadiran Ferry di tengah-tengah para buruh adalah bentuk kepedulian dan dukungan kepada para buruh yang memperjuangkan haknya.
&quot;Pemogokan buruh adalah hak rakyat. Jadi secara pribadi saya terpanggil untuk memberikan dukungan moral. Karena itu saya perlu menyambut rekan-rekan buruh yang long march datang dari berbagai daerah seperti Bandung dan Lampung ke Jakarta,&quot; kata Ferry.Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mendukung gerakan buruh yang akan melakukan mogok nasional pada 24-27 November 2015. Mengingat yang dilakukan buruh merupakan upaya untuk memperjuangkan hak mereka.
&quot;Long march buruh yang akan dilanjutkan dengan pemogokan buruh secara nasional nanti lebih dari perjuangan normatif mereka tentang upah tetapi merupakan gerakan solidaritas. Saya bersimpati dan mendukung gerakan rekan-rekan buru,&quot; ujarnya.
Menurutnya, buruh saat ini tengah mengalami tekanan hidup yang luar biasa karena disebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok. Terlebih, para buruh tidak libatkan untuk menentukan hidupnya dengan adanya PP Nomor 78 Tahun 2015.
&quot;Pemerintah dianggap lebih mementingkan pengusaha dan apalagi ingin menukar buruh Indonesia dengan buruh yang di datangkan dari Cina. Saya mendukung sepenuhnya pemogokan buruh ini sebagai hak konstitusional mereka yang sudah diatur oleh undang-udang yang ada,&quot; katanya.
Dia menegaskan, jangan ada yang mengancam para buruh dengan alasan apa pun, karena UUD 1945 dan Pancasila menempatkan negara tunduk pada kedaulatan rakyat bukan sebaliknya.
&quot;Untuk itu, aparat keamanan harus melindungi gerakan ini secara maksimal. Apabila rezim Jokowi-JK merespons gerakan ini secara negatif berarti rakyat akan semakin putus asa dengan rezim ini,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ribuan buruh dari berbagai daerah memadati halaman Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2015). Ribuan buruh tersebut berasal dari berbagai elemen organisasi seperti dari KP-KPBI, KASBI, FSPMI, SBSI, SPJICT, KSPI, dan KSBI.
Mereka meminta pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) memperhatikan buruh seluruh Indonesia, dan menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, tampak terlihat aktivis Ferry Juliantono. Kehadiran Ferry di tengah-tengah para buruh adalah bentuk kepedulian dan dukungan kepada para buruh yang memperjuangkan haknya.
&quot;Pemogokan buruh adalah hak rakyat. Jadi secara pribadi saya terpanggil untuk memberikan dukungan moral. Karena itu saya perlu menyambut rekan-rekan buruh yang long march datang dari berbagai daerah seperti Bandung dan Lampung ke Jakarta,&quot; kata Ferry.Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mendukung gerakan buruh yang akan melakukan mogok nasional pada 24-27 November 2015. Mengingat yang dilakukan buruh merupakan upaya untuk memperjuangkan hak mereka.
&quot;Long march buruh yang akan dilanjutkan dengan pemogokan buruh secara nasional nanti lebih dari perjuangan normatif mereka tentang upah tetapi merupakan gerakan solidaritas. Saya bersimpati dan mendukung gerakan rekan-rekan buru,&quot; ujarnya.
Menurutnya, buruh saat ini tengah mengalami tekanan hidup yang luar biasa karena disebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok. Terlebih, para buruh tidak libatkan untuk menentukan hidupnya dengan adanya PP Nomor 78 Tahun 2015.
&quot;Pemerintah dianggap lebih mementingkan pengusaha dan apalagi ingin menukar buruh Indonesia dengan buruh yang di datangkan dari Cina. Saya mendukung sepenuhnya pemogokan buruh ini sebagai hak konstitusional mereka yang sudah diatur oleh undang-udang yang ada,&quot; katanya.
Dia menegaskan, jangan ada yang mengancam para buruh dengan alasan apa pun, karena UUD 1945 dan Pancasila menempatkan negara tunduk pada kedaulatan rakyat bukan sebaliknya.
&quot;Untuk itu, aparat keamanan harus melindungi gerakan ini secara maksimal. Apabila rezim Jokowi-JK merespons gerakan ini secara negatif berarti rakyat akan semakin putus asa dengan rezim ini,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
