<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Delay Parah, Kemenhub Kirim Surat Peringatan ke Lion Air</title><description>Keterlambatan (delay) pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 898 rute Jakarta-Makassar berbuntut surat peringatan dari Kemenhub.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/22/338/1253699/delay-parah-kemenhub-kirim-surat-peringatan-ke-lion-air</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/11/22/338/1253699/delay-parah-kemenhub-kirim-surat-peringatan-ke-lion-air"/><item><title>Delay Parah, Kemenhub Kirim Surat Peringatan ke Lion Air</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/22/338/1253699/delay-parah-kemenhub-kirim-surat-peringatan-ke-lion-air</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/11/22/338/1253699/delay-parah-kemenhub-kirim-surat-peringatan-ke-lion-air</guid><pubDate>Minggu 22 November 2015 10:59 WIB</pubDate><dc:creator>Deny Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/22/338/1253699/delay-parah-kemenhub-kirim-surat-peringatan-ke-lion-air-7QKM7PGM5T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/22/338/1253699/delay-parah-kemenhub-kirim-surat-peringatan-ke-lion-air-7QKM7PGM5T.jpg</image><title>ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>TANGERANG - Keterlambatan (delay) pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 898 rute Jakarta-Makassar yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta hingga menyebabkan kericuhan di kalangan penumpang berbuntut panjang.
Pasalnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sampai mengirimkan surat peringatan pertama kepada maskapai penerbangan berlogo singa terbang itu.
&amp;ldquo;Betul, ada delay yang lama, cukup panjang dari seharusnya take off pukul 05.00, tetapi baru pukul sebelas malam. Itu yang menyebabkan penumpang emosi,&amp;rdquo; kata Staf Khusus Menteri Perhubungan, Hadi M Djuardi ketika dihubungi wartawan, Minggu (22/11/2015).
Hasil penyelidikan awal, delay itu disebabkan pihak Lion Air meminta ganti pesawat dari tipe 737-190 meminta ganti Airbus A330-350.
&amp;ldquo;Tetapi pengajuan baru dilakukan pukul 08.00 WIB, sedangkan jadwal penerbangan seharusnya jam 05.00 berangkat,&amp;rdquo; katanya.
Selain itu, kata Hadi, pesawat Airbus yang diminta ganti pun merupakan pesawat baru yang belum pernah dioperasikan.
&amp;ldquo;Untuk sebuah pesawat baru diperlukan flight approval, selain itu harus dilampiri sejumlah syarat, termasuk sertifikat kelayakan terbang. Sekitar pukul 09.00 WIB, barulah  flight approval keluar,&amp;rdquo; terangnya.
Hadi menduga manajemen Lion Air tidak ada koordinasi dengan bagian penjualan tiket yang akhirnya penjualan tiket melebihi dari kapasitas seat.
&amp;ldquo;Tidak punya perencanaan yang baik. Harusnya tidak perlu ganti pesawat. Sanksi, kita sudah tulis surat peringatan pertama. Akan kami panggil Lion Air. Kalau dugaan betul, akan dilarang buka rute baru,&amp;rdquo; tegasnya.
Menurut dia, akibat dari delay tersebut penumpang sangat emosi. &amp;ldquo;Sampai ke runway menghadang pesawat Lion Air lain yang akan terbang,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>TANGERANG - Keterlambatan (delay) pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 898 rute Jakarta-Makassar yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta hingga menyebabkan kericuhan di kalangan penumpang berbuntut panjang.
Pasalnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sampai mengirimkan surat peringatan pertama kepada maskapai penerbangan berlogo singa terbang itu.
&amp;ldquo;Betul, ada delay yang lama, cukup panjang dari seharusnya take off pukul 05.00, tetapi baru pukul sebelas malam. Itu yang menyebabkan penumpang emosi,&amp;rdquo; kata Staf Khusus Menteri Perhubungan, Hadi M Djuardi ketika dihubungi wartawan, Minggu (22/11/2015).
Hasil penyelidikan awal, delay itu disebabkan pihak Lion Air meminta ganti pesawat dari tipe 737-190 meminta ganti Airbus A330-350.
&amp;ldquo;Tetapi pengajuan baru dilakukan pukul 08.00 WIB, sedangkan jadwal penerbangan seharusnya jam 05.00 berangkat,&amp;rdquo; katanya.
Selain itu, kata Hadi, pesawat Airbus yang diminta ganti pun merupakan pesawat baru yang belum pernah dioperasikan.
&amp;ldquo;Untuk sebuah pesawat baru diperlukan flight approval, selain itu harus dilampiri sejumlah syarat, termasuk sertifikat kelayakan terbang. Sekitar pukul 09.00 WIB, barulah  flight approval keluar,&amp;rdquo; terangnya.
Hadi menduga manajemen Lion Air tidak ada koordinasi dengan bagian penjualan tiket yang akhirnya penjualan tiket melebihi dari kapasitas seat.
&amp;ldquo;Tidak punya perencanaan yang baik. Harusnya tidak perlu ganti pesawat. Sanksi, kita sudah tulis surat peringatan pertama. Akan kami panggil Lion Air. Kalau dugaan betul, akan dilarang buka rute baru,&amp;rdquo; tegasnya.
Menurut dia, akibat dari delay tersebut penumpang sangat emosi. &amp;ldquo;Sampai ke runway menghadang pesawat Lion Air lain yang akan terbang,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
