<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Hendak Bayar Helikopter yang Batal Dibeli Presiden Amerika</title><description>Jenis helikopter yang hendak dibayar Presiden Jokowi, ternyata pernah hendak dibeli Presiden Amerika. Tapi batal karena harganya mahal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/25/337/1255367/jokowi-hendak-bayar-helikopter-yang-batal-dibeli-presiden-amerika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/11/25/337/1255367/jokowi-hendak-bayar-helikopter-yang-batal-dibeli-presiden-amerika"/><item><title>Jokowi Hendak Bayar Helikopter yang Batal Dibeli Presiden Amerika</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/25/337/1255367/jokowi-hendak-bayar-helikopter-yang-batal-dibeli-presiden-amerika</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/11/25/337/1255367/jokowi-hendak-bayar-helikopter-yang-batal-dibeli-presiden-amerika</guid><pubDate>Rabu 25 November 2015 07:36 WIB</pubDate><dc:creator>Regina Fiardini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/25/337/1255367/jokowi-hendak-bayar-helikopter-yang-batal-dibeli-presiden-amerika-7rAZAC17Hx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/25/337/1255367/jokowi-hendak-bayar-helikopter-yang-batal-dibeli-presiden-amerika-7rAZAC17Hx.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan mengganti helikopter kepresidenan jenis Superpuma dengan helikopter mewah tipe AgustaWestland AW101.
Menyikapi hal itu, Pengamat Penerbangan Gerry Soejatman mengatakan, sebelumnya Presiden Amerika juga berencana menjadikan heli buatan Inggris - Italia tersebut sebagai tunganggannya. Namun dibatalkan lantaran harganya terlalu mahal.
&quot;AW101 juga pernah diseleksi jadi helikopternya Presiden Amerika. Tapi dibatalkan, jadi setelah menang kontrak kan disuruh mengajukan biaya tambahan lagi untuk customize modifikasi agar sesuai dengan standarnya Presiden, tapi akhirnya di-cancel karena harganya terlalu mahal,&quot; ujarnya, Rabu (25/11/2015).
Oleh karena itu, Gerry menyanyangkan sikap Jokowi yang membeli helikopter mewah itu. Menurutnya lebih baik pria asal Solo menggunakan Superpuma buatan dalam negeri hasil produksi  PT Dirgantara Indonesia (PT DI).
&quot;Kalau PT DI bisa bikin, kenapa tidak pakai itu saja? Kalau saya lebih memilih itu (buatan PT DI). Tipe itu suah dibilang handal,&quot; ujarnya, Rabu (25/11/2015).
Disebut handal karena sebanyak 32 negara menggunakan Superpuma. Sementara, jenis AW101, hanya empat negara yang menggunakannya.
Keempat negara itu adalah Nigeria, Saudi Arabia, Turkmenistan, dan Algeria. Sementara, helikopter jenis Superpuma digunakan Singapura, Tiongkok, Perancis, Spanyol dan beberapa negara lainnya.
&quot;Tipenya dipakai negara-negara lain, ada 32 negara. Kenapa kita enggak terusin saja? Karena saya rasa harganya juga lebih murah,&quot; imbuhnya.
&quot;Kalau tidak mau dari PT DI ya sudah pakai yang versi Eropa-nya. Kalau ambil dari Eropa, nanti rakitannya bisa kita berikan ke PT DI. Jadi, paling enggak kita tidak total lost,&quot; ucap Gerry.
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan mengganti helikopter kepresidenan jenis Superpuma dengan helikopter mewah tipe AgustaWestland AW101.
Menyikapi hal itu, Pengamat Penerbangan Gerry Soejatman mengatakan, sebelumnya Presiden Amerika juga berencana menjadikan heli buatan Inggris - Italia tersebut sebagai tunganggannya. Namun dibatalkan lantaran harganya terlalu mahal.
&quot;AW101 juga pernah diseleksi jadi helikopternya Presiden Amerika. Tapi dibatalkan, jadi setelah menang kontrak kan disuruh mengajukan biaya tambahan lagi untuk customize modifikasi agar sesuai dengan standarnya Presiden, tapi akhirnya di-cancel karena harganya terlalu mahal,&quot; ujarnya, Rabu (25/11/2015).
Oleh karena itu, Gerry menyanyangkan sikap Jokowi yang membeli helikopter mewah itu. Menurutnya lebih baik pria asal Solo menggunakan Superpuma buatan dalam negeri hasil produksi  PT Dirgantara Indonesia (PT DI).
&quot;Kalau PT DI bisa bikin, kenapa tidak pakai itu saja? Kalau saya lebih memilih itu (buatan PT DI). Tipe itu suah dibilang handal,&quot; ujarnya, Rabu (25/11/2015).
Disebut handal karena sebanyak 32 negara menggunakan Superpuma. Sementara, jenis AW101, hanya empat negara yang menggunakannya.
Keempat negara itu adalah Nigeria, Saudi Arabia, Turkmenistan, dan Algeria. Sementara, helikopter jenis Superpuma digunakan Singapura, Tiongkok, Perancis, Spanyol dan beberapa negara lainnya.
&quot;Tipenya dipakai negara-negara lain, ada 32 negara. Kenapa kita enggak terusin saja? Karena saya rasa harganya juga lebih murah,&quot; imbuhnya.
&quot;Kalau tidak mau dari PT DI ya sudah pakai yang versi Eropa-nya. Kalau ambil dari Eropa, nanti rakitannya bisa kita berikan ke PT DI. Jadi, paling enggak kita tidak total lost,&quot; ucap Gerry.
</content:encoded></item></channel></rss>
