<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sambangi Kremlin, Presiden Prancis Gandeng Rusia Hantam ISIS</title><description>Prancis mendapat tambahan kawan, Rusia, untuk memusnahkan ISIS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/27/18/1256691/sambangi-kremlin-presiden-prancis-gandeng-rusia-hantam-isis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/11/27/18/1256691/sambangi-kremlin-presiden-prancis-gandeng-rusia-hantam-isis"/><item><title>Sambangi Kremlin, Presiden Prancis Gandeng Rusia Hantam ISIS</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/27/18/1256691/sambangi-kremlin-presiden-prancis-gandeng-rusia-hantam-isis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/11/27/18/1256691/sambangi-kremlin-presiden-prancis-gandeng-rusia-hantam-isis</guid><pubDate>Jum'at 27 November 2015 05:09 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/27/18/1256691/sambangi-kremlin-presiden-prancis-gandeng-rusia-hantam-isis-1dIUkc6ZgS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prancis, Francois Gerard Georges Hollande (kiri) bakal turut disokong Rusia untuk hantam ISIS (Foto: Sergei Chirikov/REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/27/18/1256691/sambangi-kremlin-presiden-prancis-gandeng-rusia-hantam-isis-1dIUkc6ZgS.jpg</image><title>Presiden Prancis, Francois Gerard Georges Hollande (kiri) bakal turut disokong Rusia untuk hantam ISIS (Foto: Sergei Chirikov/REUTERS)</title></images><description>MOSKVA &amp;ndash; Prancis kembali mendapatkan sokongan dalam rangka ambisinya mengenyahkan militan teroris ISIS. Setelah Inggris dan Jerman meningkatkan kontribusinya dalam koalisi, Prancis mendapat tambahan sokongan Rusia.
Hal itu dipastikan Presiden Prancis, Fran&amp;ccedil;ois Hollande, saat menyambangi Presiden Rusia, Vladimir Putin di Kremlin, Moskva, Kamis, 26 November 2015 waktu setempat.
Putin merupakan figur ketiga yang ditemui Hollande, untuk dimintai dukungan memerangi ISIS lebih intensif pasca-teror Paris, setelah sebelumnya menemui Perdana Menteri Inggris, David Cameron dan Kanselir Jerman, Angela Merkel.
Janji Putin untuk membantu Prancis, tak lepas keinginan membalas aksi teror ISIS yang meledakkan pesawat Rusia di Mesir, sebelum terjadi tragedi Paris yang menjadikan militan yang acap disebut &amp;ldquo;Daesh&amp;rdquo; itu sebagai musuh bersama Rusia dan negara-negara Barat.&amp;ldquo;Saya berada di Moskva bersama Anda (Putin), untuk melihat soal  bagaimana, tidak hanya kita bersama-sama dan berkoordinasi agar kita  bisa menyerang kelompok teroris (ISIS) ini, tapi juga soal solusi  damai,&amp;rdquo; ujar Hollande, dilansir ITV, Jumat (27/11/2015).
Hollande juga mengklaim sudah mencapai kesepakatan data-data  intelijen. &amp;ldquo;Kami juga akan bertukar informasi tentang siapa yang  diserang dan siapa yang tidak diserang,&amp;rdquo; tambahnya.
Di sisi lain, Hollande ingin terlibat dalam peredaman ketegangan  antara Rusia dan Turki. Hollande tak ingin hubungan Kremlin dengan  Ankara memburuk, pasca-insiden Sukhoi Su-24 Rusia yang ditembak jatuh  F-16 Turki.
&amp;ldquo;Kita semua harus aktif untuk memastikan bahwa situasi (ketegangan Rusia-Turki) bisa diredam,&amp;rdquo; tandas Hollande.</description><content:encoded>MOSKVA &amp;ndash; Prancis kembali mendapatkan sokongan dalam rangka ambisinya mengenyahkan militan teroris ISIS. Setelah Inggris dan Jerman meningkatkan kontribusinya dalam koalisi, Prancis mendapat tambahan sokongan Rusia.
Hal itu dipastikan Presiden Prancis, Fran&amp;ccedil;ois Hollande, saat menyambangi Presiden Rusia, Vladimir Putin di Kremlin, Moskva, Kamis, 26 November 2015 waktu setempat.
Putin merupakan figur ketiga yang ditemui Hollande, untuk dimintai dukungan memerangi ISIS lebih intensif pasca-teror Paris, setelah sebelumnya menemui Perdana Menteri Inggris, David Cameron dan Kanselir Jerman, Angela Merkel.
Janji Putin untuk membantu Prancis, tak lepas keinginan membalas aksi teror ISIS yang meledakkan pesawat Rusia di Mesir, sebelum terjadi tragedi Paris yang menjadikan militan yang acap disebut &amp;ldquo;Daesh&amp;rdquo; itu sebagai musuh bersama Rusia dan negara-negara Barat.&amp;ldquo;Saya berada di Moskva bersama Anda (Putin), untuk melihat soal  bagaimana, tidak hanya kita bersama-sama dan berkoordinasi agar kita  bisa menyerang kelompok teroris (ISIS) ini, tapi juga soal solusi  damai,&amp;rdquo; ujar Hollande, dilansir ITV, Jumat (27/11/2015).
Hollande juga mengklaim sudah mencapai kesepakatan data-data  intelijen. &amp;ldquo;Kami juga akan bertukar informasi tentang siapa yang  diserang dan siapa yang tidak diserang,&amp;rdquo; tambahnya.
Di sisi lain, Hollande ingin terlibat dalam peredaman ketegangan  antara Rusia dan Turki. Hollande tak ingin hubungan Kremlin dengan  Ankara memburuk, pasca-insiden Sukhoi Su-24 Rusia yang ditembak jatuh  F-16 Turki.
&amp;ldquo;Kita semua harus aktif untuk memastikan bahwa situasi (ketegangan Rusia-Turki) bisa diredam,&amp;rdquo; tandas Hollande.</content:encoded></item></channel></rss>
