<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KSAU: PT DI Bikin Sayap Saja Tidak Bisa!</title><description>KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna menegaskan PT Dirgantara Indonesia (DI) dianggap tak mampu membuat sayap apalagi helikopter kepresidenan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/27/337/1257220/ksau-pt-di-bikin-sayap-saja-tidak-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/11/27/337/1257220/ksau-pt-di-bikin-sayap-saja-tidak-bisa"/><item><title>KSAU: PT DI Bikin Sayap Saja Tidak Bisa!</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/27/337/1257220/ksau-pt-di-bikin-sayap-saja-tidak-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/11/27/337/1257220/ksau-pt-di-bikin-sayap-saja-tidak-bisa</guid><pubDate>Jum'at 27 November 2015 22:28 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/27/337/1257220/ksau-pt-di-bikin-sayap-saja-tidak-bisa-NM9yf3qLR8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriatna (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/27/337/1257220/ksau-pt-di-bikin-sayap-saja-tidak-bisa-NM9yf3qLR8.jpg</image><title>Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriatna (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Agus Supriatna menegaskan pihaknya tetap memilih helikopter AW-101 dalam rangka memberi pelayanan terhadap kepala negara serta tamu negara. Ia menyingkirkan EC-725 bikinan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) lantaran sudah melalui proses kajian.
&quot;Sekarang kan wartawan sudah pintar-pintar, coba saja lihat PT DI itu seperti apa. Jangan semua suruh beli dari PT DI, ini politisasi. Kalau nanti helikopter (EC 275 Coungar) ada apa-apa bagaimana? Siapa yang mau disalahkan?&quot; ujar Agus saat dikonfirmasi awak media, Jumat (27/11/2015).
Mantan Kasum TNI itu lantas mengingat pengalaman prajurit matra udara saat memesan helikopter Super Puma pada rencana strategis (renstra) 2009-2014. Saat itu, TNI AU baru menerima sembilan dari 16 unit helikopter Super Puma yang dipesan.
&quot;16 unit Super Puma yang dipesan, tetapi TNI AU hanya menerima sembilan helikopter. Sementara pengiriman tidak tepat waktu sehingga mengganggu proses operasional,&quot; imbuhnya.
Sebab itu, TNI AU kini terkesan cuek terhadap PT DI untuk memproduksi sisanya. Bahkan, Agus menganggap bahwa PT DI tidak mampu memproduksi alutsista udara.
&quot;Saya rasa bikin sayap saja (PT DI) tidak bisa,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Agus Supriatna menegaskan pihaknya tetap memilih helikopter AW-101 dalam rangka memberi pelayanan terhadap kepala negara serta tamu negara. Ia menyingkirkan EC-725 bikinan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) lantaran sudah melalui proses kajian.
&quot;Sekarang kan wartawan sudah pintar-pintar, coba saja lihat PT DI itu seperti apa. Jangan semua suruh beli dari PT DI, ini politisasi. Kalau nanti helikopter (EC 275 Coungar) ada apa-apa bagaimana? Siapa yang mau disalahkan?&quot; ujar Agus saat dikonfirmasi awak media, Jumat (27/11/2015).
Mantan Kasum TNI itu lantas mengingat pengalaman prajurit matra udara saat memesan helikopter Super Puma pada rencana strategis (renstra) 2009-2014. Saat itu, TNI AU baru menerima sembilan dari 16 unit helikopter Super Puma yang dipesan.
&quot;16 unit Super Puma yang dipesan, tetapi TNI AU hanya menerima sembilan helikopter. Sementara pengiriman tidak tepat waktu sehingga mengganggu proses operasional,&quot; imbuhnya.
Sebab itu, TNI AU kini terkesan cuek terhadap PT DI untuk memproduksi sisanya. Bahkan, Agus menganggap bahwa PT DI tidak mampu memproduksi alutsista udara.
&quot;Saya rasa bikin sayap saja (PT DI) tidak bisa,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
