<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saat Jembatan Gantung Ambruk di Demak, Ibu-Ibu Bergelantungan </title><description>Karena takut jatuh ke sungai. Ibu Ibu-ibu yang pulang usai pengajian terpaksa bergelantungan di seling jembatan ambruk itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/30/512/1257917/saat-jembatan-gantung-ambruk-di-demak-ibu-ibu-bergelantungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/11/30/512/1257917/saat-jembatan-gantung-ambruk-di-demak-ibu-ibu-bergelantungan"/><item><title>Saat Jembatan Gantung Ambruk di Demak, Ibu-Ibu Bergelantungan </title><link>https://news.okezone.com/read/2015/11/30/512/1257917/saat-jembatan-gantung-ambruk-di-demak-ibu-ibu-bergelantungan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/11/30/512/1257917/saat-jembatan-gantung-ambruk-di-demak-ibu-ibu-bergelantungan</guid><pubDate>Senin 30 November 2015 02:00 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/11/30/512/1257917/saat-jembatan-gantung-ambruk-di-demak-ibu-ibu-bergelantungan-HyoeqHVc2b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: dok Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/11/30/512/1257917/saat-jembatan-gantung-ambruk-di-demak-ibu-ibu-bergelantungan-HyoeqHVc2b.jpg</image><title>foto: dok Okezone</title></images><description>DEMAK &amp;ndash; Rintihan dan jeritan puluhan ibu-ibu pengajian terdengar keras saat jembatan gantung di Dukuh Pojok, Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mendadak ambruk. Ibu-ibu yang pulang usai pengajian terpaksa bergelantungan di seling jembatan agar tak hanyut ke sungai.
&amp;ldquo;Jadi saat jembatan ambruk, orang-orang berjatuhan ke sungai. Sebagian ibu-ibu bergelantungan di seling jembatan agar tak ikut jatuh. Mereka yang di atas juga melihat ibu-ibu jatuh ke sungai. Ibu-ibu pengajian menjerit dan berteriak minta tolong,&amp;rdquo; kata Kades Jragung, Edi Susanto, Minggu (29/11/2015) malam.
Menurutnya, jembatan yang dibangun pada 2003 itu sudah rusak sejak lama. Meski demikian, jembatan tersebut tetap digunakan warga karena tak ada akses lain bagi warga untuk keluar atau masuk ke kampung Dukuh Pojok.
&amp;ldquo;Jembatan itu satu-satunya akses yang paling dekat. Kalau akses lain itu jaraknya sangat jauh karena harus melalui daerah Kabupaten Grobogan, itu pun kondisinya berupa hutan-hutan. Makanya jembatan ini memiliki fungsi yang sangat vital bagi warga kami,&amp;rdquo; tegasnya.
</description><content:encoded>DEMAK &amp;ndash; Rintihan dan jeritan puluhan ibu-ibu pengajian terdengar keras saat jembatan gantung di Dukuh Pojok, Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mendadak ambruk. Ibu-ibu yang pulang usai pengajian terpaksa bergelantungan di seling jembatan agar tak hanyut ke sungai.
&amp;ldquo;Jadi saat jembatan ambruk, orang-orang berjatuhan ke sungai. Sebagian ibu-ibu bergelantungan di seling jembatan agar tak ikut jatuh. Mereka yang di atas juga melihat ibu-ibu jatuh ke sungai. Ibu-ibu pengajian menjerit dan berteriak minta tolong,&amp;rdquo; kata Kades Jragung, Edi Susanto, Minggu (29/11/2015) malam.
Menurutnya, jembatan yang dibangun pada 2003 itu sudah rusak sejak lama. Meski demikian, jembatan tersebut tetap digunakan warga karena tak ada akses lain bagi warga untuk keluar atau masuk ke kampung Dukuh Pojok.
&amp;ldquo;Jembatan itu satu-satunya akses yang paling dekat. Kalau akses lain itu jaraknya sangat jauh karena harus melalui daerah Kabupaten Grobogan, itu pun kondisinya berupa hutan-hutan. Makanya jembatan ini memiliki fungsi yang sangat vital bagi warga kami,&amp;rdquo; tegasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
