<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sekjen PBB: Perbudakan Modern Harus Diakhiri!</title><description>Sekjen PBB sebut perbudakan merupakan kejahatan terburuk dan aib bagi sejarah umat manusia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/02/18/1259536/sekjen-pbb-perbudakan-modern-harus-diakhiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/02/18/1259536/sekjen-pbb-perbudakan-modern-harus-diakhiri"/><item><title>Sekjen PBB: Perbudakan Modern Harus Diakhiri!</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/02/18/1259536/sekjen-pbb-perbudakan-modern-harus-diakhiri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/02/18/1259536/sekjen-pbb-perbudakan-modern-harus-diakhiri</guid><pubDate>Rabu 02 Desember 2015 13:50 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/02/18/1259536/sekjen-pbb-perbudakan-modern-harus-diakhiri-ahbcmRU8NH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekjen PBB, Ban Ki-moon (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/02/18/1259536/sekjen-pbb-perbudakan-modern-harus-diakhiri-ahbcmRU8NH.jpg</image><title>Sekjen PBB, Ban Ki-moon (Foto: Reuters)</title></images><description>NEW YORK &amp;ndash; Sekjen PBB, Ban Ki-moon turut memperingati Hari Penghapusan Perbudakan Internasional yang selalu jatuh pada 2 Desember. Tapi sayangnya menurut Ban Ki-moon, perbudakan masih eksis dengan berbagai bentuk.
Berabad-abad lalu, negara-negara kolonial menjadikan orang-orang Afrika sebagai budak untuk dibawa dan diperjualbelikan, sampai akhirnya dipekerjakan secara tidak manusiawi.
&amp;ldquo;Peringatan (hari penghapusan perbudakan) di tahun ini ditujukan kepada banyak wanita yang menderita dan tewas selama perdagangan budak,&amp;rdquo; ujar Ban Ki-moon, dikutip Merinews, Rabu (2/12/2015).
&amp;ldquo;Mereka mengalami kekerasan yang mengerikan, termasuk perbudakan seksual dan reproduktif, prostitusi secara paksa, pelecehan seksual yang berulang, serta pemaksaan untuk melahirkan anak demi penjualan anak,&amp;rdquo; tambahnya.
Namun meski Hari Penghapusan Perbudakan Internasional sudah ditetapkan sejak 2 Desember 1986, perbudakan itu sendiri masih eksis dalam beberapa bentuk. Sebut saja buruh paksa, perdagangan manusia, hingga eksploitasi seksual.
&amp;ldquo;Praktek itu adalah kejahatan terburuk dan aib pada sejarah umat manusia. Praktek-praktek (perbudakan modern) itu takkan eksis tanpa rasisme mendalam,&amp;rdquo; sambung Sekjen PBB tersebut.
&amp;ldquo;Pada hari peringatan (Penghapusan Perbudakan) ini, saya menyerukan pembaruan komitmen kita untuk mengakhiri perbudakan modern, agar anak-anak kita bisa hidup di dunia tanpa rasisme dan prasangka dengan kesempatan dan hak yang sama untuk semua,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>NEW YORK &amp;ndash; Sekjen PBB, Ban Ki-moon turut memperingati Hari Penghapusan Perbudakan Internasional yang selalu jatuh pada 2 Desember. Tapi sayangnya menurut Ban Ki-moon, perbudakan masih eksis dengan berbagai bentuk.
Berabad-abad lalu, negara-negara kolonial menjadikan orang-orang Afrika sebagai budak untuk dibawa dan diperjualbelikan, sampai akhirnya dipekerjakan secara tidak manusiawi.
&amp;ldquo;Peringatan (hari penghapusan perbudakan) di tahun ini ditujukan kepada banyak wanita yang menderita dan tewas selama perdagangan budak,&amp;rdquo; ujar Ban Ki-moon, dikutip Merinews, Rabu (2/12/2015).
&amp;ldquo;Mereka mengalami kekerasan yang mengerikan, termasuk perbudakan seksual dan reproduktif, prostitusi secara paksa, pelecehan seksual yang berulang, serta pemaksaan untuk melahirkan anak demi penjualan anak,&amp;rdquo; tambahnya.
Namun meski Hari Penghapusan Perbudakan Internasional sudah ditetapkan sejak 2 Desember 1986, perbudakan itu sendiri masih eksis dalam beberapa bentuk. Sebut saja buruh paksa, perdagangan manusia, hingga eksploitasi seksual.
&amp;ldquo;Praktek itu adalah kejahatan terburuk dan aib pada sejarah umat manusia. Praktek-praktek (perbudakan modern) itu takkan eksis tanpa rasisme mendalam,&amp;rdquo; sambung Sekjen PBB tersebut.
&amp;ldquo;Pada hari peringatan (Penghapusan Perbudakan) ini, saya menyerukan pembaruan komitmen kita untuk mengakhiri perbudakan modern, agar anak-anak kita bisa hidup di dunia tanpa rasisme dan prasangka dengan kesempatan dan hak yang sama untuk semua,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
