<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusia Klaim Miliki Bukti Kuat Turki Beli Minyak ISIS</title><description>Seorang pejabat di Kementerian Pertahanan Rusia klaim telah memiliki bukti kuat bahwa Turki menjadi konsumen utama minyak yang dijual ISIS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/02/18/1259916/rusia-klaim-miliki-bukti-kuat-turki-beli-minyak-isis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/02/18/1259916/rusia-klaim-miliki-bukti-kuat-turki-beli-minyak-isis"/><item><title>Rusia Klaim Miliki Bukti Kuat Turki Beli Minyak ISIS</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/02/18/1259916/rusia-klaim-miliki-bukti-kuat-turki-beli-minyak-isis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/02/18/1259916/rusia-klaim-miliki-bukti-kuat-turki-beli-minyak-isis</guid><pubDate>Rabu 02 Desember 2015 21:29 WIB</pubDate><dc:creator>Jihad Dwidyasa </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/02/18/1259916/rusia-klaim-miliki-bukti-kuat-turki-beli-minyak-isis-zvgXFInFXO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kelompok ISIS di perbatasan Suriah (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/02/18/1259916/rusia-klaim-miliki-bukti-kuat-turki-beli-minyak-isis-zvgXFInFXO.jpg</image><title>Kelompok ISIS di perbatasan Suriah (Foto: Reuters)</title></images><description>MOSKOW &amp;ndash; Kementerian Pertahanan Rusia klaim telah memiliki bukti kuat untuk membuktikan bahwa Turki merupakan konsumen utama minyak yang dijual kelompok ISIS.
&amp;ldquo;Kami telah memiliki bukti bahwa Pemerintah Turki memang menjadi konsumen utama minyak yang dijual kelompok ISIS,&amp;rdquo; ujar seorang pejabat Kementerian Pertahanan Rusia yang tak ingin disebutkan identitasnya, sebagaimana diwartakan Reuters, Rabu (2/12/2015).
&amp;ldquo;Kami dapat mengatakan seperti itu karena satelit mutakhir kami telah menghasilkan gambar yang menunjukkan bukti konkret bahwa truk tanker pembawa minyak itu datang dari wilayah jajahan ISIS menuju perbatasan Turki,&amp;rdquo; lanjutnya.
Pernyataan dari seorang pejabat Kementerian Pertahanan Rusia itu tentunya saja memperkeruh perseteruan di antara kedua negara pasca-insiden Sukhoi ditembak jatuh.
Sejak jet tempur F-16 Turki menembak jatuh Sukhoi Rusia pada Selasa 24 November, Pemerintah Rusia telah menetapkan sejumlah sanksi kepada Turki, termasuk sanksi ekonomi, pelarangan produk makanan, dan pemutusan perjanjian perjalanan bebas visa.
Pemimpin kedua negara itu pun, Vladimir Putin dan Recep Erdogan, enggan untuk bertemu langsung kendati keduanya tengah menghadiri pertemuan di tempat yang sama, yakni KTT Perubahan Iklim 2015 di Paris.
Sebelumnya Presiden Erdogan menyatakan bersedia mundur dari jabatannya jika memang pihak Rusia dapat membuktikan bisnis perdagangan minyak antara Turki dengan ISIS.
</description><content:encoded>MOSKOW &amp;ndash; Kementerian Pertahanan Rusia klaim telah memiliki bukti kuat untuk membuktikan bahwa Turki merupakan konsumen utama minyak yang dijual kelompok ISIS.
&amp;ldquo;Kami telah memiliki bukti bahwa Pemerintah Turki memang menjadi konsumen utama minyak yang dijual kelompok ISIS,&amp;rdquo; ujar seorang pejabat Kementerian Pertahanan Rusia yang tak ingin disebutkan identitasnya, sebagaimana diwartakan Reuters, Rabu (2/12/2015).
&amp;ldquo;Kami dapat mengatakan seperti itu karena satelit mutakhir kami telah menghasilkan gambar yang menunjukkan bukti konkret bahwa truk tanker pembawa minyak itu datang dari wilayah jajahan ISIS menuju perbatasan Turki,&amp;rdquo; lanjutnya.
Pernyataan dari seorang pejabat Kementerian Pertahanan Rusia itu tentunya saja memperkeruh perseteruan di antara kedua negara pasca-insiden Sukhoi ditembak jatuh.
Sejak jet tempur F-16 Turki menembak jatuh Sukhoi Rusia pada Selasa 24 November, Pemerintah Rusia telah menetapkan sejumlah sanksi kepada Turki, termasuk sanksi ekonomi, pelarangan produk makanan, dan pemutusan perjanjian perjalanan bebas visa.
Pemimpin kedua negara itu pun, Vladimir Putin dan Recep Erdogan, enggan untuk bertemu langsung kendati keduanya tengah menghadiri pertemuan di tempat yang sama, yakni KTT Perubahan Iklim 2015 di Paris.
Sebelumnya Presiden Erdogan menyatakan bersedia mundur dari jabatannya jika memang pihak Rusia dapat membuktikan bisnis perdagangan minyak antara Turki dengan ISIS.
</content:encoded></item></channel></rss>
