<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusia Beberkan Bukti Perdagangan Minyak Turki-ISIS</title><description>Rusia membeberkan bukti perdagangan minyak antara Turki dengan ISIS&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/03/18/1260102/rusia-beberkan-bukti-perdagangan-minyak-turki-isis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/03/18/1260102/rusia-beberkan-bukti-perdagangan-minyak-turki-isis"/><item><title>Rusia Beberkan Bukti Perdagangan Minyak Turki-ISIS</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/03/18/1260102/rusia-beberkan-bukti-perdagangan-minyak-turki-isis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/03/18/1260102/rusia-beberkan-bukti-perdagangan-minyak-turki-isis</guid><pubDate>Kamis 03 Desember 2015 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/03/18/1260102/rusia-beberkan-bukti-perdagangan-minyak-turki-isis-CdG8FEqh51.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peta perdagangan minyak Turki dengan ISIS (Foto: Russia Today)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/03/18/1260102/rusia-beberkan-bukti-perdagangan-minyak-turki-isis-CdG8FEqh51.jpg</image><title>Peta perdagangan minyak Turki dengan ISIS (Foto: Russia Today)</title></images><description>MOSKOW &amp;ndash; Departemen Pertahanan Rusia membeberkan bukti yang mereka miliki untuk mengungkap perdagangan minyak Turki dengan kelompok militan ISIS. Dalam keterangannya, Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov kembali menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan keluarganya terlibat bisnis ilegal tersebut.
&quot;Hari ini kami mengumumkan hanya sebagian fakta yang mengonfirmasi bahwa seluruh kelompok bandit dan elite Turki mencuri minyak dari tetangga-tetangganya yang beroperasi di kawasan mereka,&quot; kata Antonov, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (3/12/2015).
&quot;Menurut data kami, pimpinan politik negara itu, Presiden Erdogan dan keluarganya, terlibat bisnis kriminal ini,&quot; tambah Antonov.
Menurut data yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia dari hasil pengamatan satelit, penyelundupan dari Suriah dan Irak  dilakukan melalui tiga jalur. Jalur pertama adalah rute sebelah barat yang diduga digunakan ISIS untuk mengangkut minyak curian mereka dari Provinsi Raqqa, terutama ladang minyak Manbij ke kota pelabuhan Turki, Dortyol.
Truk-truk ISIS dilaporkan menggunakan jalan raya yang menghubungkan kedua lokasi itu pada malam hari untuk mengirimkan minyak-minyak yang sebagian akan dijual ke luar negeri, sedangkan sebagian lagi dijual di dalam negeri Turki.
Jalur kedua berawal di ladang minyak di Dar Ez Zor, Suriah, yang berakhir di kilang minyak di dekat Kota Batman, Turki. Jalur ini dilaporkan ditemukan pada pertengahan November. Sedangkan jalur ketiga digunakan untuk menyelundupkan minyak dari Irak ke pusat logistik Turki di Kota Cizre.
Menanggapi tudingan Rusia ini, Amerika Serikat (AS) memberikan pembelaannya kepada Turki dan menyebut tuduhan itu konyol.
&quot;Kami menolak semua ide mengenai keterlibatan Turki dengan ISIS. Mustahil dan sangat-sangat konyol,&quot; kata Juru Bicara Pentagon, Steve Warren.
Presiden Recep Tayyip Erdogan yang menyatakan akan mundur jika Rusia dapat membuktikan tuduhannya masih belum memberikan komentar mengenai bukti baru Rusia ini.
</description><content:encoded>MOSKOW &amp;ndash; Departemen Pertahanan Rusia membeberkan bukti yang mereka miliki untuk mengungkap perdagangan minyak Turki dengan kelompok militan ISIS. Dalam keterangannya, Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov kembali menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan keluarganya terlibat bisnis ilegal tersebut.
&quot;Hari ini kami mengumumkan hanya sebagian fakta yang mengonfirmasi bahwa seluruh kelompok bandit dan elite Turki mencuri minyak dari tetangga-tetangganya yang beroperasi di kawasan mereka,&quot; kata Antonov, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (3/12/2015).
&quot;Menurut data kami, pimpinan politik negara itu, Presiden Erdogan dan keluarganya, terlibat bisnis kriminal ini,&quot; tambah Antonov.
Menurut data yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia dari hasil pengamatan satelit, penyelundupan dari Suriah dan Irak  dilakukan melalui tiga jalur. Jalur pertama adalah rute sebelah barat yang diduga digunakan ISIS untuk mengangkut minyak curian mereka dari Provinsi Raqqa, terutama ladang minyak Manbij ke kota pelabuhan Turki, Dortyol.
Truk-truk ISIS dilaporkan menggunakan jalan raya yang menghubungkan kedua lokasi itu pada malam hari untuk mengirimkan minyak-minyak yang sebagian akan dijual ke luar negeri, sedangkan sebagian lagi dijual di dalam negeri Turki.
Jalur kedua berawal di ladang minyak di Dar Ez Zor, Suriah, yang berakhir di kilang minyak di dekat Kota Batman, Turki. Jalur ini dilaporkan ditemukan pada pertengahan November. Sedangkan jalur ketiga digunakan untuk menyelundupkan minyak dari Irak ke pusat logistik Turki di Kota Cizre.
Menanggapi tudingan Rusia ini, Amerika Serikat (AS) memberikan pembelaannya kepada Turki dan menyebut tuduhan itu konyol.
&quot;Kami menolak semua ide mengenai keterlibatan Turki dengan ISIS. Mustahil dan sangat-sangat konyol,&quot; kata Juru Bicara Pentagon, Steve Warren.
Presiden Recep Tayyip Erdogan yang menyatakan akan mundur jika Rusia dapat membuktikan tuduhannya masih belum memberikan komentar mengenai bukti baru Rusia ini.
</content:encoded></item></channel></rss>
