<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lenyapkan ISIS dengan Serangan Udara Justru Dianggap Blunder</title><description>Menggempur Suriah dengan serangan udara justru jadi perangkap. Apalagi, korban yang berjatuhan bukan hanya militan ISIS, tapi juga warga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/03/18/1260323/lenyapkan-isis-dengan-serangan-udara-justru-dianggap-blunder</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/03/18/1260323/lenyapkan-isis-dengan-serangan-udara-justru-dianggap-blunder"/><item><title>Lenyapkan ISIS dengan Serangan Udara Justru Dianggap Blunder</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/03/18/1260323/lenyapkan-isis-dengan-serangan-udara-justru-dianggap-blunder</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/03/18/1260323/lenyapkan-isis-dengan-serangan-udara-justru-dianggap-blunder</guid><pubDate>Kamis 03 Desember 2015 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/03/18/1260323/lenyapkan-isis-dengan-serangan-udara-justru-dianggap-blunder-x7yS9TyDrs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Serangan udara ke Suriah tidak hanya menargetkan ISIS, tapi juga acapkali menyasar permukiman warga (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/03/18/1260323/lenyapkan-isis-dengan-serangan-udara-justru-dianggap-blunder-x7yS9TyDrs.jpg</image><title>Serangan udara ke Suriah tidak hanya menargetkan ISIS, tapi juga acapkali menyasar permukiman warga (Foto: Reuters)</title></images><description>PARIS &amp;ndash; Rusia, Jerman, Inggris serta Amerika Serikat (AS) bahu-membahu menyokong Prancis yang ingin bikin perhitungan terhadap ISIS pasca-teror Paris, dengan melancarkan serangan udara ke Suriah. Sayangnya solusi itu justru dianggap blunder. 
Adalah jurnalis Prancis, Nicolas H&amp;eacute;nin yang menyatakan demikian, di mana rencana negara-negara Barat untuk menggempur basis-basis ISIS di Suriah, dinyatakan merupakan kesalahan besar.
H&amp;eacute;nin memang bukan pengamat. Tapi setidaknya jurnalis itu punya sedikit-banyak pengetahuan soal ISIS, setelah sempat 10 bulan jadi tawanan algojo ISIS, Mohammed Emwazi alias Jihadi John.
H&amp;eacute;nin sendiri merupakan satu dari sedikit tawanan yang &amp;ldquo;bersedia&amp;rdquo; dibebaskan ISIS pada 2014 lalu, di mana H&amp;eacute;nin sengaja dilepaskan dengan kondisi tangan terikat dan ditinggalkan di sebuah kawasan &amp;ldquo;tak bertuan&amp;rdquo; dekat kamp militer Turki, 2014 lalu.Menurut H&amp;eacute;nin, menggempur Suriah dengan serangan udara justru jadi  &amp;ldquo;perangkap&amp;rdquo; tersendiri. Apalagi, korban yang berjatuhan bukan hanya  militan ISIS, tapi juga warga sipil yang memilih bertahan. Jika warga  sipil turut dibombardir, justru malah akan membuat mereka membelot ikut  ISIS.

&amp;ldquo;Kenapa kita embuat banyak kesalahan tentang kawasan (Suriah)  itu? Kita hanya memberi bahan bakar untuk musuh-musuh kita,&amp;rdquo; cetus  H&amp;eacute;nin, dilansir Metro.co.uk, Kamis (3/12/2015).
Solusi paling tepat menurut H&amp;eacute;nin untuk mengenyahkan ISIS, adalah  dengan solusi politis, terkait situasi di Suriah yang juga dilanda  pemberontakan.
&amp;ldquo;Serangan udara terhadap ISIS hanya akan jadi perangkap.  Sekalinya rakyat (Suriah) percaya pada sebuah solusi politis, ISIS itu  sendiri akan kolaps,&amp;rdquo; tandasnya singkat.</description><content:encoded>PARIS &amp;ndash; Rusia, Jerman, Inggris serta Amerika Serikat (AS) bahu-membahu menyokong Prancis yang ingin bikin perhitungan terhadap ISIS pasca-teror Paris, dengan melancarkan serangan udara ke Suriah. Sayangnya solusi itu justru dianggap blunder. 
Adalah jurnalis Prancis, Nicolas H&amp;eacute;nin yang menyatakan demikian, di mana rencana negara-negara Barat untuk menggempur basis-basis ISIS di Suriah, dinyatakan merupakan kesalahan besar.
H&amp;eacute;nin memang bukan pengamat. Tapi setidaknya jurnalis itu punya sedikit-banyak pengetahuan soal ISIS, setelah sempat 10 bulan jadi tawanan algojo ISIS, Mohammed Emwazi alias Jihadi John.
H&amp;eacute;nin sendiri merupakan satu dari sedikit tawanan yang &amp;ldquo;bersedia&amp;rdquo; dibebaskan ISIS pada 2014 lalu, di mana H&amp;eacute;nin sengaja dilepaskan dengan kondisi tangan terikat dan ditinggalkan di sebuah kawasan &amp;ldquo;tak bertuan&amp;rdquo; dekat kamp militer Turki, 2014 lalu.Menurut H&amp;eacute;nin, menggempur Suriah dengan serangan udara justru jadi  &amp;ldquo;perangkap&amp;rdquo; tersendiri. Apalagi, korban yang berjatuhan bukan hanya  militan ISIS, tapi juga warga sipil yang memilih bertahan. Jika warga  sipil turut dibombardir, justru malah akan membuat mereka membelot ikut  ISIS.

&amp;ldquo;Kenapa kita embuat banyak kesalahan tentang kawasan (Suriah)  itu? Kita hanya memberi bahan bakar untuk musuh-musuh kita,&amp;rdquo; cetus  H&amp;eacute;nin, dilansir Metro.co.uk, Kamis (3/12/2015).
Solusi paling tepat menurut H&amp;eacute;nin untuk mengenyahkan ISIS, adalah  dengan solusi politis, terkait situasi di Suriah yang juga dilanda  pemberontakan.
&amp;ldquo;Serangan udara terhadap ISIS hanya akan jadi perangkap.  Sekalinya rakyat (Suriah) percaya pada sebuah solusi politis, ISIS itu  sendiri akan kolaps,&amp;rdquo; tandasnya singkat.</content:encoded></item></channel></rss>
