<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bau Gas di Depok Diduga Berasal dari Limbah Pabrik</title><description>Hadiwijaya mengatakan, bau tersebut tercium warga sekira pukul 18.00 WIB saat angin kencang menjelang turun hujan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/07/338/1262069/bau-gas-di-depok-diduga-berasal-dari-limbah-pabrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/07/338/1262069/bau-gas-di-depok-diduga-berasal-dari-limbah-pabrik"/><item><title>Bau Gas di Depok Diduga Berasal dari Limbah Pabrik</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/07/338/1262069/bau-gas-di-depok-diduga-berasal-dari-limbah-pabrik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/07/338/1262069/bau-gas-di-depok-diduga-berasal-dari-limbah-pabrik</guid><pubDate>Senin 07 Desember 2015 03:56 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/07/338/1262069/bau-gas-di-depok-diduga-berasal-dari-limbah-pabrik-eWzM73Oscb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Limbah (Foto: Ilustrasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/07/338/1262069/bau-gas-di-depok-diduga-berasal-dari-limbah-pabrik-eWzM73Oscb.jpg</image><title>Ilustrasi Limbah (Foto: Ilustrasi)</title></images><description>BOGOR - Bau menyengat seperti gas yang menggegerkan wilayah Bogor dan Depok diduga berasal dari limbah kimia pengolahan besi PT Inti di Jalan Raya Cikuda, Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Diduga bau tersebut berasal dari puluhan drum limbah bahan kimia dari pabrik tersebut.

Demikian dikatakan Kapolsek Gunung Putri, Ajun Komisaris Polisi Niih Hadiwijaya, Minggu (6/12/2015).
&quot;Limbah kimia tersebut dibuang perusahaan di area lahan kosong di dekat pabrik. Diduga aroma menyengat tersebut terbawa angin menjelang hujan hingga ke wilayah Depok,&quot; katanya.
Hadiwijaya menambahkan, bau tersebut tercium warga sekira pukul 18.00 WIB saat angin kencang menjelang turun hujan. Wilayah terdampak hingga ke Desa Cicadas, Bojongnangka, Gunungputri, sampai daerah perbatasan Tapos, Depok, Cibubur, Cicaras, dan Jakarta Timur.

Hadiwijaya mengaku tengah melakukan penyelidikan terkait penimbunan limbah kimia tersebut dengan meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk pemilik pabrik.

&quot;Bau menyengat tersebut berasal dari sekira 30 drum bahan kimia dari limbah pabrik. Saat ini, kami sudah mengambil sampel untuk dilakukan penyelidikan bahan kimia dari pabrik tersebut,&quot; jelasnya.

Juru bicara PT Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, hingga saat ini belum ada indikasi kebocoran berdasarkan data monitoring tim pusat penyaluran gas Pertamina di Cikarang.

&quot;Sejauh ini belum ada penurunan tekanan gas di pusat Pertamina yang berada di Cikarang. Masih normal saja,&quot; katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap menurunkan petugas untuk memeriksa secara langsung adanya dugaan yang kebocoran pipa gas.



&quot;Tapi kami sudah menurunkan petugas ke lokasi untuk memastikan hal tersebut,&quot; tambahnya.



Wianda menambahkan, kejadian bocornya pipa gas sangat jarang terjadi. Pasalnya, pipa gas yang ditanam oleh Pertamina sendiri sudah teruji ketahannya dan pipa tersebut berada di kedalaman sekira 2 meter. Bahkan, pipa gas dirancang kuat sampai 25 tahun.



&quot;Kekuatan pipa gas kami mampu bertahan hingga 25 tahun. Sama seperti kekuatan jalan tol yang usianya juga bisa sampai 25 tahun,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>BOGOR - Bau menyengat seperti gas yang menggegerkan wilayah Bogor dan Depok diduga berasal dari limbah kimia pengolahan besi PT Inti di Jalan Raya Cikuda, Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Diduga bau tersebut berasal dari puluhan drum limbah bahan kimia dari pabrik tersebut.

Demikian dikatakan Kapolsek Gunung Putri, Ajun Komisaris Polisi Niih Hadiwijaya, Minggu (6/12/2015).
&quot;Limbah kimia tersebut dibuang perusahaan di area lahan kosong di dekat pabrik. Diduga aroma menyengat tersebut terbawa angin menjelang hujan hingga ke wilayah Depok,&quot; katanya.
Hadiwijaya menambahkan, bau tersebut tercium warga sekira pukul 18.00 WIB saat angin kencang menjelang turun hujan. Wilayah terdampak hingga ke Desa Cicadas, Bojongnangka, Gunungputri, sampai daerah perbatasan Tapos, Depok, Cibubur, Cicaras, dan Jakarta Timur.

Hadiwijaya mengaku tengah melakukan penyelidikan terkait penimbunan limbah kimia tersebut dengan meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk pemilik pabrik.

&quot;Bau menyengat tersebut berasal dari sekira 30 drum bahan kimia dari limbah pabrik. Saat ini, kami sudah mengambil sampel untuk dilakukan penyelidikan bahan kimia dari pabrik tersebut,&quot; jelasnya.

Juru bicara PT Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, hingga saat ini belum ada indikasi kebocoran berdasarkan data monitoring tim pusat penyaluran gas Pertamina di Cikarang.

&quot;Sejauh ini belum ada penurunan tekanan gas di pusat Pertamina yang berada di Cikarang. Masih normal saja,&quot; katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap menurunkan petugas untuk memeriksa secara langsung adanya dugaan yang kebocoran pipa gas.



&quot;Tapi kami sudah menurunkan petugas ke lokasi untuk memastikan hal tersebut,&quot; tambahnya.



Wianda menambahkan, kejadian bocornya pipa gas sangat jarang terjadi. Pasalnya, pipa gas yang ditanam oleh Pertamina sendiri sudah teruji ketahannya dan pipa tersebut berada di kedalaman sekira 2 meter. Bahkan, pipa gas dirancang kuat sampai 25 tahun.



&quot;Kekuatan pipa gas kami mampu bertahan hingga 25 tahun. Sama seperti kekuatan jalan tol yang usianya juga bisa sampai 25 tahun,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
