<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Firasat Sahabat Sebelum Korban Metromini Maut Tewas</title><description>Basri (42), sahabat Wahyu korban kecelakaan KRL dengan Metromini merasa kehilangan sosok yang dianggapnya seperti kakak kandung sendiri itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/07/338/1262562/firasat-sahabat-sebelum-korban-metromini-maut-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/07/338/1262562/firasat-sahabat-sebelum-korban-metromini-maut-tewas"/><item><title>Firasat Sahabat Sebelum Korban Metromini Maut Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/07/338/1262562/firasat-sahabat-sebelum-korban-metromini-maut-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/07/338/1262562/firasat-sahabat-sebelum-korban-metromini-maut-tewas</guid><pubDate>Senin 07 Desember 2015 18:02 WIB</pubDate><dc:creator>Lina Fitria</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/07/338/1262562/firasat-sahabat-sebelum-korban-metromini-maut-tewas-VootF8NK7Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kondisi KRL Usai Menabrak Metromini di Angke (foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/07/338/1262562/firasat-sahabat-sebelum-korban-metromini-maut-tewas-VootF8NK7Q.jpg</image><title>Kondisi KRL Usai Menabrak Metromini di Angke (foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Kepergian Wahyu alias Bayong usai kecelakaan KRL dan Metromini di perlintasan Angke dirasa begitu cepat. Basri (42), rekan korban merasa kehilangan sosok yang dianggapnya seperti kakak kandung sendiri itu. Dia dan Bayong sangat dekat.

Sebelum kejadian, yaitu Sabtu 5 Desember 2015 malam, Basri merasakan firasat tidak enak. Jarak rumah korban dengan Basri tidak begitu jauh, hanya dibatasi satu rumah.

&quot;Malamnya mau berangkat narik, Bayong ke rumah. Saya tawarin makan dulu. Dia sempat ragu-ragu untuk berangkat, saya sudah larang,&quot; kata Basri di kediaman rumah korban kecelakaan maut, Kampung Duri, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (7/12/2015).

Warga RT 05 RW 014 Kampung Duri, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng itu melihat kecelakaan maut antara Metromini dan KRL di perlintasan Angke yang menewaskan Bayong sangat mengejutkan.

&quot;Saya sama dia sudah kayak lem sama perangko. Kalau saya sehari enggak ketemu sama-sama nyariin,&quot; jelasnya.Bayong dipandang baik dan disegani oleh rekan-rekan seprofesinya. Ia juga dekat dengan anak kecil.

Kepergiannya meninggalkan satu anak perempuan bernama Dita yang masih  sekolah di SMP Negeri 204 di Jalan Peta Utara III, Jakarta Barat.

&quot;Saya kasihan sama Dita (anaknya korban kecelakaan maut) mana ibunya  juga lagi ngalamin kecelakaan jatuh dari motor, eh sekarang kehilangan  ayahnya,&quot; ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8xMi8wNy8yMi82NjQxNw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Kepergian Wahyu alias Bayong usai kecelakaan KRL dan Metromini di perlintasan Angke dirasa begitu cepat. Basri (42), rekan korban merasa kehilangan sosok yang dianggapnya seperti kakak kandung sendiri itu. Dia dan Bayong sangat dekat.

Sebelum kejadian, yaitu Sabtu 5 Desember 2015 malam, Basri merasakan firasat tidak enak. Jarak rumah korban dengan Basri tidak begitu jauh, hanya dibatasi satu rumah.

&quot;Malamnya mau berangkat narik, Bayong ke rumah. Saya tawarin makan dulu. Dia sempat ragu-ragu untuk berangkat, saya sudah larang,&quot; kata Basri di kediaman rumah korban kecelakaan maut, Kampung Duri, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (7/12/2015).

Warga RT 05 RW 014 Kampung Duri, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng itu melihat kecelakaan maut antara Metromini dan KRL di perlintasan Angke yang menewaskan Bayong sangat mengejutkan.

&quot;Saya sama dia sudah kayak lem sama perangko. Kalau saya sehari enggak ketemu sama-sama nyariin,&quot; jelasnya.Bayong dipandang baik dan disegani oleh rekan-rekan seprofesinya. Ia juga dekat dengan anak kecil.

Kepergiannya meninggalkan satu anak perempuan bernama Dita yang masih  sekolah di SMP Negeri 204 di Jalan Peta Utara III, Jakarta Barat.

&quot;Saya kasihan sama Dita (anaknya korban kecelakaan maut) mana ibunya  juga lagi ngalamin kecelakaan jatuh dari motor, eh sekarang kehilangan  ayahnya,&quot; ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8xMi8wNy8yMi82NjQxNw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
