<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ngaku Keluarga Korban Kecelakaan KRL, Topan Datangi RSCM</title><description>Pihak yang mengaku sebagai keluarga salah satu jenazah korban kecelakaan kereta rel listrik (KRL) datangi RSCM.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/08/338/1263309/ngaku-keluarga-korban-kecelakaan-krl-topan-datangi-rscm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/08/338/1263309/ngaku-keluarga-korban-kecelakaan-krl-topan-datangi-rscm"/><item><title>Ngaku Keluarga Korban Kecelakaan KRL, Topan Datangi RSCM</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/08/338/1263309/ngaku-keluarga-korban-kecelakaan-krl-topan-datangi-rscm</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/08/338/1263309/ngaku-keluarga-korban-kecelakaan-krl-topan-datangi-rscm</guid><pubDate>Selasa 08 Desember 2015 17:41 WIB</pubDate><dc:creator>Fachri Fachrudin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/08/338/1263309/ngaku-keluarga-korban-kecelakaan-krl-topan-datangi-rscm-SoYfcynBfq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Topan, Pria yang Mengaku Keluarga Korban Kecelakaan KRL (Foto: Fachri Fahrudin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/08/338/1263309/ngaku-keluarga-korban-kecelakaan-krl-topan-datangi-rscm-SoYfcynBfq.jpg</image><title>Topan, Pria yang Mengaku Keluarga Korban Kecelakaan KRL (Foto: Fachri Fahrudin)</title></images><description>
JAKARTA - Pihak yang mengaku sebagai keluarga salah satu jenazah korban kecelakaan kereta rel listrik (KRL) commuter line dengan Metromini di perlintasan Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat, mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Topan (33) mengaku sebagai adik ipar dari korban datang ke RSCM bersama keluarga dan kerabat setelah diarahkan Polsek Tambora ke RSCM untuk mengonfirmasi bahwa jenazah adalah anggota keluarga korban.

&quot;Namanya pendek, Andi, doang. Umurnya 39-an,&quot; kata Topan di RSCM, Selasa (8/12/2015).

Topan meyakini bahwa jenazah tersebut adalah Andi setelah dirinya melihat langsung di kamar jenazah.

&quot;Bapaknya Andi, anaknya yakni adiknya Andi, sama saya melihat. Itu sudah melihat mukanya. Kan mukanya enggak hancur. Cuma memar di pipi sebelah kiri. Kita yakin itu Andi,&quot; ujarnya.

Kendati demikian, pihak keluarga masih menunggu hasil tes darah yang dilakukan petugas kepolisian.

Seorang penyelidik kepolisian yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa pihak yang mengaku sebagai keluarga korban itu belum bisa membawa jenazah keluar dari RSCM. Hal itu guna mengantisipasi adanya kesalahan.

&quot;Karena, si korban ini sidik jarinya dicocokan sama keluarga tidak ketemu (tidak sesuai). Makanya, dicoba ambil darah untuk tes DNA. Antisipasi jangan sampai kesalahan. Di Jakarta ini banyak mister X,&quot; jelasnya.

Diketahui memang masih ada satu korban yang belum teridentifikasi dan masih berada di Kamar Jenazah RSCM.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Pihak yang mengaku sebagai keluarga salah satu jenazah korban kecelakaan kereta rel listrik (KRL) commuter line dengan Metromini di perlintasan Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat, mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Topan (33) mengaku sebagai adik ipar dari korban datang ke RSCM bersama keluarga dan kerabat setelah diarahkan Polsek Tambora ke RSCM untuk mengonfirmasi bahwa jenazah adalah anggota keluarga korban.

&quot;Namanya pendek, Andi, doang. Umurnya 39-an,&quot; kata Topan di RSCM, Selasa (8/12/2015).

Topan meyakini bahwa jenazah tersebut adalah Andi setelah dirinya melihat langsung di kamar jenazah.

&quot;Bapaknya Andi, anaknya yakni adiknya Andi, sama saya melihat. Itu sudah melihat mukanya. Kan mukanya enggak hancur. Cuma memar di pipi sebelah kiri. Kita yakin itu Andi,&quot; ujarnya.

Kendati demikian, pihak keluarga masih menunggu hasil tes darah yang dilakukan petugas kepolisian.

Seorang penyelidik kepolisian yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa pihak yang mengaku sebagai keluarga korban itu belum bisa membawa jenazah keluar dari RSCM. Hal itu guna mengantisipasi adanya kesalahan.

&quot;Karena, si korban ini sidik jarinya dicocokan sama keluarga tidak ketemu (tidak sesuai). Makanya, dicoba ambil darah untuk tes DNA. Antisipasi jangan sampai kesalahan. Di Jakarta ini banyak mister X,&quot; jelasnya.

Diketahui memang masih ada satu korban yang belum teridentifikasi dan masih berada di Kamar Jenazah RSCM.
</content:encoded></item></channel></rss>
