<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demi Menarik Pemilih, Masjid Tua Disulap Jadi TPS</title><description>Demi menarik partisipasi pemilih, petugas KPPS Kabupaten Maros menyulap masjid tua menjadi TPS dan mengusung tema pertanian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/09/340/1263922/demi-menarik-pemilih-masjid-tua-disulap-jadi-tps</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/09/340/1263922/demi-menarik-pemilih-masjid-tua-disulap-jadi-tps"/><item><title>Demi Menarik Pemilih, Masjid Tua Disulap Jadi TPS</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/09/340/1263922/demi-menarik-pemilih-masjid-tua-disulap-jadi-tps</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/09/340/1263922/demi-menarik-pemilih-masjid-tua-disulap-jadi-tps</guid><pubDate>Rabu 09 Desember 2015 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Ruslan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/09/340/1263922/demi-menarik-pemilih-masjid-tua-disulap-jadi-tps-0qnJOd5QiA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Berbagai macam cara dilakukan Petugas KPPS saat mendekorasi TPS Pilkada 2015 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/09/340/1263922/demi-menarik-pemilih-masjid-tua-disulap-jadi-tps-0qnJOd5QiA.jpg</image><title>Berbagai macam cara dilakukan Petugas KPPS saat mendekorasi TPS Pilkada 2015 (Foto: Okezone)</title></images><description>MAROS &amp;ndash; Pilkada Serentak 2015 resmi dilakukan hari ini, Rabu 9 Desember. Berbagai cara dilakukan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk menarik minat pemilih menggunakan hak suaranya. Salah satu cara unik itu terlihat di Pilkada Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Sebuah masjid tua yang berlokasi di Desa Mattiro Tasi Maros diubah menjadi tempat pemungutan suara (TPS). Tak hanya itu, suasana sekitarnya juga &amp;ldquo;disulap&amp;rdquo; dengan tema pertanian. Pakaian lengkap petani dikenakan petugas KPPS, hingga penempatan alat-alat pertanian seperti traktor, cangkul, dan pupuk padi.
Konsep TPS dengan nuansa pertanian ini sengaja dilakukan karena mayoritas pemilih di wilayah ini adalah petani. Ketua KPPS Kabupaten Maros, Ahmad Colleng, pun berharap konsep ini dapat meningkatkan partisipasi pemilih.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dengan adanya konsep pertanian ini diharapkan tingkat partisipasi pemilih naik dari pilkada 2010 yang hanya 50 persen menjadi  80 persen. Adapun jumlah daftar pemilih tetap di TPS  tiga Desa Mattiro Tasi, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, yakni sebanyak 527 pemilih,&amp;rdquo; tutur Colleng kepada awak media.
Di Kabupaten Maros sendiri ada tiga pasang kandidat calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung. Mereka adalah pasangan Andi Husain Rasul dan Sudirman, Imran Yusuf dan Said Pattombongi, serta petahana Hatta Rahman yang berpasangan dengan Harmil Mattorong.
</description><content:encoded>MAROS &amp;ndash; Pilkada Serentak 2015 resmi dilakukan hari ini, Rabu 9 Desember. Berbagai cara dilakukan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk menarik minat pemilih menggunakan hak suaranya. Salah satu cara unik itu terlihat di Pilkada Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Sebuah masjid tua yang berlokasi di Desa Mattiro Tasi Maros diubah menjadi tempat pemungutan suara (TPS). Tak hanya itu, suasana sekitarnya juga &amp;ldquo;disulap&amp;rdquo; dengan tema pertanian. Pakaian lengkap petani dikenakan petugas KPPS, hingga penempatan alat-alat pertanian seperti traktor, cangkul, dan pupuk padi.
Konsep TPS dengan nuansa pertanian ini sengaja dilakukan karena mayoritas pemilih di wilayah ini adalah petani. Ketua KPPS Kabupaten Maros, Ahmad Colleng, pun berharap konsep ini dapat meningkatkan partisipasi pemilih.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dengan adanya konsep pertanian ini diharapkan tingkat partisipasi pemilih naik dari pilkada 2010 yang hanya 50 persen menjadi  80 persen. Adapun jumlah daftar pemilih tetap di TPS  tiga Desa Mattiro Tasi, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, yakni sebanyak 527 pemilih,&amp;rdquo; tutur Colleng kepada awak media.
Di Kabupaten Maros sendiri ada tiga pasang kandidat calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung. Mereka adalah pasangan Andi Husain Rasul dan Sudirman, Imran Yusuf dan Said Pattombongi, serta petahana Hatta Rahman yang berpasangan dengan Harmil Mattorong.
</content:encoded></item></channel></rss>
