<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Solo Antusias Mencoblos di Bus Pariwisata</title><description>Petugas KPPS berperan sebagai kernet bus yang berteriak-teriak memanggil calon penumpang untuk mencoblos.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/09/512/1263848/warga-solo-antusias-mencoblos-di-bus-pariwisata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/09/512/1263848/warga-solo-antusias-mencoblos-di-bus-pariwisata"/><item><title>Warga Solo Antusias Mencoblos di Bus Pariwisata</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/09/512/1263848/warga-solo-antusias-mencoblos-di-bus-pariwisata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/09/512/1263848/warga-solo-antusias-mencoblos-di-bus-pariwisata</guid><pubDate>Rabu 09 Desember 2015 13:24 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/09/512/1263848/warga-solo-antusias-mencoblos-di-bus-pariwisata-RMHQMNj1Ax.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bus disulap jadi TPS di Solo. (Foto: Bramantyo/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/09/512/1263848/warga-solo-antusias-mencoblos-di-bus-pariwisata-RMHQMNj1Ax.jpg</image><title>Bus disulap jadi TPS di Solo. (Foto: Bramantyo/Okezone)</title></images><description>SOLO - Ada beragam cara unik yang dilakukan petugas kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) untuk menarik warga agar mau mencoblos di gelaran Pilkada Serentak 2015.
Hal itu seperti yang dilakukan petugas KPPS di TPS 07 Tegalmulyo, Nusukan, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah. Mereka menyulap bus pariwisata menjadi tempat pemungutan suara (TPS).
Selain sebagai petugas KPPS, mereka juga berperan sebagai kernet bus yang berteriak-teriak memanggil calon penumpang untuk segera naik ke bus.
&quot;Ayo, ayo cepat naik ke bus, sebentar lagi berangkat. Jangan sampai ketinggalan bus,&quot; teriak salah satu petugas KPPS memanggil warga yang belum mencoblos, Rabu (9/12/2015).
Namun hingga jelang penutupan pencoblosan, masih tersisa 100 warga Tegalmulyo yang belum menyalurkan suara.
Ketua TPS 07 Tegalmulyo, Suyatno, mengatakan, jumlah warga Tegalmulyo yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 426 orang. Sedangkan total kertas suara yang disediakan, termasuk kertas suara cadangan, sebanyak 438.
&quot;Kami masih menunggu warga hingga batas waktu yang ditentukan pukul 13.00 WIB. Kuota pemilih tercukupi atau tidak, batas waktu habis, TPS ditutup,&quot; ucapnya.
Mengenai ide pembuatan tempat pencoblosan di atas bus, Suyatno mengatakan itu merupakan kesepakatan seluruh petugas KPPS. Untuk anggaran, diambil dari alokasi yang diberikan oleh KPU.
&quot;Sewa bus Rp300 ribu untuk setengah hari. Sedangkan untuk dekorasi dan lain-lainnya, dananya Rp200 ribu. Total Rp500 ribu. Itu uang dari KPU,&quot; jelasnya.
Salah satu pemilih, Denpi Wulandari, menyatakan sangat antusias untuk memilih. Denpi yang baru tiga kali memilih pada pileg, pilpres, serta pilkada ini mengungkapkan tertarik mencoblos di dalam bus tersebut.
&quot;Baru kali ini memilih di atas bus. Bagus juga idenya membuat TPS unik,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>SOLO - Ada beragam cara unik yang dilakukan petugas kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) untuk menarik warga agar mau mencoblos di gelaran Pilkada Serentak 2015.
Hal itu seperti yang dilakukan petugas KPPS di TPS 07 Tegalmulyo, Nusukan, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah. Mereka menyulap bus pariwisata menjadi tempat pemungutan suara (TPS).
Selain sebagai petugas KPPS, mereka juga berperan sebagai kernet bus yang berteriak-teriak memanggil calon penumpang untuk segera naik ke bus.
&quot;Ayo, ayo cepat naik ke bus, sebentar lagi berangkat. Jangan sampai ketinggalan bus,&quot; teriak salah satu petugas KPPS memanggil warga yang belum mencoblos, Rabu (9/12/2015).
Namun hingga jelang penutupan pencoblosan, masih tersisa 100 warga Tegalmulyo yang belum menyalurkan suara.
Ketua TPS 07 Tegalmulyo, Suyatno, mengatakan, jumlah warga Tegalmulyo yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 426 orang. Sedangkan total kertas suara yang disediakan, termasuk kertas suara cadangan, sebanyak 438.
&quot;Kami masih menunggu warga hingga batas waktu yang ditentukan pukul 13.00 WIB. Kuota pemilih tercukupi atau tidak, batas waktu habis, TPS ditutup,&quot; ucapnya.
Mengenai ide pembuatan tempat pencoblosan di atas bus, Suyatno mengatakan itu merupakan kesepakatan seluruh petugas KPPS. Untuk anggaran, diambil dari alokasi yang diberikan oleh KPU.
&quot;Sewa bus Rp300 ribu untuk setengah hari. Sedangkan untuk dekorasi dan lain-lainnya, dananya Rp200 ribu. Total Rp500 ribu. Itu uang dari KPU,&quot; jelasnya.
Salah satu pemilih, Denpi Wulandari, menyatakan sangat antusias untuk memilih. Denpi yang baru tiga kali memilih pada pileg, pilpres, serta pilkada ini mengungkapkan tertarik mencoblos di dalam bus tersebut.
&quot;Baru kali ini memilih di atas bus. Bagus juga idenya membuat TPS unik,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
