<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditipu, Dua Remaja Terpaksa Layani Hidung Belang</title><description>Keduanya&amp;nbsp;tiba di Batam karena ditawari kerja oleh seorang laki-laki yang dikenal melalui media sosial Facebook.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/10/340/1264936/ditipu-dua-remaja-terpaksa-layani-hidung-belang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/10/340/1264936/ditipu-dua-remaja-terpaksa-layani-hidung-belang"/><item><title>Ditipu, Dua Remaja Terpaksa Layani Hidung Belang</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/10/340/1264936/ditipu-dua-remaja-terpaksa-layani-hidung-belang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/10/340/1264936/ditipu-dua-remaja-terpaksa-layani-hidung-belang</guid><pubDate>Kamis 10 Desember 2015 17:58 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/10/340/1264936/ditipu-dua-remaja-terpaksa-layani-hidung-belang-N50rAZFQVn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dua remaja terpaksa melayani hidung belang (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/10/340/1264936/ditipu-dua-remaja-terpaksa-layani-hidung-belang-N50rAZFQVn.jpg</image><title>Dua remaja terpaksa melayani hidung belang (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>BATAM &amp;ndash; Dua gadis remaja asal Kabupaten Karimun, Riau, diduga menjadi korban perdagangan manusia di Batam, Kepulauan Riau.
Kedua gadis berinisial S (15) dan D (16) itu pada Rabu, 9 Desember sekira pukul 12:00 WIB mendatangi Polda Kepri di Nongsa Batam untuk membuat laporan atas kejadian yang menimpanya didampingi sejumlah kerabat dan keluarga.
&quot;Ponakan saya menjadi korban trafficking (perdagangan manusia).&amp;nbsp;Dia dipekerjakan di bar Teluk Bakau Batam untuk melayani tamu yang mabuk,&quot; kata Aldi Saputra yang merupakan paman S saat mendampingi keponakannya melapor di Markas Polda Kepri.
Ia mengatakan, awal mula S dan D tiba di Batam karena ditawari kerja oleh seorang laki-laki yang dikenal melalui media sosial Facebook.
&quot;S mengaku ada yang mau memberi kerja di Batam. Kerjanya di restoran, bukan menjadi pekerja di bar untuk menemai pengunjung yang mabuk,&quot; kata dia.
Namun, setelah sampai di Batam ternyata tidak sesuai dengan janji awal. Keduanya justru dipekerjakan di sebuah bar pada lokalisasi hingga sekitar dua minggu.
&quot;Kami awalnya tidak mengetahui kalau keponakannya bersama temannya ke Batam untuk mencari kerja. Setelah orang tuanya mengabarkan hal tersebut barulah tahu kalau di Batam,&quot; kata Aldi.
Ia tidak mengetahui apakah ponakanya hanya sekedar menemani tamu yang mabuk atau sudah mendapat perlakuan lebih dari itu.
&quot;Anaknya belum mau ngomong, tapi namanya juga tempat seperti itu,&quot; kata dia.
Setelah bertemu, kata Aldi, pihak yang mempekerjakan S dan D sempat menghalang-halangi saat dia akan membawa keduanya keluar.
Hingga pukul 16.30 WIB, dua remaja berambut panjang itu masih menjalani pemeriksaan oleh petugas di ruang SPKT Polda Kepri.</description><content:encoded>BATAM &amp;ndash; Dua gadis remaja asal Kabupaten Karimun, Riau, diduga menjadi korban perdagangan manusia di Batam, Kepulauan Riau.
Kedua gadis berinisial S (15) dan D (16) itu pada Rabu, 9 Desember sekira pukul 12:00 WIB mendatangi Polda Kepri di Nongsa Batam untuk membuat laporan atas kejadian yang menimpanya didampingi sejumlah kerabat dan keluarga.
&quot;Ponakan saya menjadi korban trafficking (perdagangan manusia).&amp;nbsp;Dia dipekerjakan di bar Teluk Bakau Batam untuk melayani tamu yang mabuk,&quot; kata Aldi Saputra yang merupakan paman S saat mendampingi keponakannya melapor di Markas Polda Kepri.
Ia mengatakan, awal mula S dan D tiba di Batam karena ditawari kerja oleh seorang laki-laki yang dikenal melalui media sosial Facebook.
&quot;S mengaku ada yang mau memberi kerja di Batam. Kerjanya di restoran, bukan menjadi pekerja di bar untuk menemai pengunjung yang mabuk,&quot; kata dia.
Namun, setelah sampai di Batam ternyata tidak sesuai dengan janji awal. Keduanya justru dipekerjakan di sebuah bar pada lokalisasi hingga sekitar dua minggu.
&quot;Kami awalnya tidak mengetahui kalau keponakannya bersama temannya ke Batam untuk mencari kerja. Setelah orang tuanya mengabarkan hal tersebut barulah tahu kalau di Batam,&quot; kata Aldi.
Ia tidak mengetahui apakah ponakanya hanya sekedar menemani tamu yang mabuk atau sudah mendapat perlakuan lebih dari itu.
&quot;Anaknya belum mau ngomong, tapi namanya juga tempat seperti itu,&quot; kata dia.
Setelah bertemu, kata Aldi, pihak yang mempekerjakan S dan D sempat menghalang-halangi saat dia akan membawa keduanya keluar.
Hingga pukul 16.30 WIB, dua remaja berambut panjang itu masih menjalani pemeriksaan oleh petugas di ruang SPKT Polda Kepri.</content:encoded></item></channel></rss>
