<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fahri Hamzah: Bangsa Indonesia Sudah Ditipu</title><description>Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menyindir keputusan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/11/337/1265472/fahri-hamzah-bangsa-indonesia-sudah-ditipu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/11/337/1265472/fahri-hamzah-bangsa-indonesia-sudah-ditipu"/><item><title>Fahri Hamzah: Bangsa Indonesia Sudah Ditipu</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/11/337/1265472/fahri-hamzah-bangsa-indonesia-sudah-ditipu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/11/337/1265472/fahri-hamzah-bangsa-indonesia-sudah-ditipu</guid><pubDate>Jum'at 11 Desember 2015 13:16 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/11/337/1265472/fahri-hamzah-bangsa-indonesia-sudah-ditipu-9UoyCv8iKW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fahri Hamzah (Foto: Dok. Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/11/337/1265472/fahri-hamzah-bangsa-indonesia-sudah-ditipu-9UoyCv8iKW.jpg</image><title>Fahri Hamzah (Foto: Dok. Antara)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, menyindir keputusan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, yang menolak menyerahkan telefon genggam (handphone) berisi rekaman asli &amp;ldquo;papa minta saham&amp;rdquo; kepada pihak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
Fahri menduga bukan Maroef yang merekam percakapannya dengan Ketua DPR RI Setya Novanto dan pengusaha Riza Chalid. Pasalnya, suara yang dihasilkan seolah-olah jarak antarpihak yang terlibat dalam percakapan sama.
&quot;Rekaman itu bukan dilakukan di tempat ini (Gedung Pacific Place), tapi di tempat lain (dari ruangan berbeda). Kita bangsa Indonesia sudah ditipu. Dan, dokumennya enggak berani diberikan,&quot; kata Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (11/12/2015).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu pun menyatakan telah hilang kepercayaan terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung) yang tidak menghormati DPR, dalam hal ini MKD yang sedang membutuhkan alat bukti asli.
&quot;Ya kenapa enggak ngasih? Dia (Kejagung) harusnya hormati DPR. Motifnya Kejagung ikut-ikutan itu apa? Harus dicek,&quot; ujarnya.
Sebelum dewan etik di parlemen dapat alat bukti yang sah, lanjut Fahri, maka laporan Menteri ESDM, Sudirman Said tidak bisa diproses lebih jauh.
&quot;Di MKD alat buktinya sudah tidak sah, enggak bisa diteruskan. Bangsa Indonesia harus tahu, bedah ini semuanya,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, menyindir keputusan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, yang menolak menyerahkan telefon genggam (handphone) berisi rekaman asli &amp;ldquo;papa minta saham&amp;rdquo; kepada pihak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
Fahri menduga bukan Maroef yang merekam percakapannya dengan Ketua DPR RI Setya Novanto dan pengusaha Riza Chalid. Pasalnya, suara yang dihasilkan seolah-olah jarak antarpihak yang terlibat dalam percakapan sama.
&quot;Rekaman itu bukan dilakukan di tempat ini (Gedung Pacific Place), tapi di tempat lain (dari ruangan berbeda). Kita bangsa Indonesia sudah ditipu. Dan, dokumennya enggak berani diberikan,&quot; kata Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (11/12/2015).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu pun menyatakan telah hilang kepercayaan terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung) yang tidak menghormati DPR, dalam hal ini MKD yang sedang membutuhkan alat bukti asli.
&quot;Ya kenapa enggak ngasih? Dia (Kejagung) harusnya hormati DPR. Motifnya Kejagung ikut-ikutan itu apa? Harus dicek,&quot; ujarnya.
Sebelum dewan etik di parlemen dapat alat bukti yang sah, lanjut Fahri, maka laporan Menteri ESDM, Sudirman Said tidak bisa diproses lebih jauh.
&quot;Di MKD alat buktinya sudah tidak sah, enggak bisa diteruskan. Bangsa Indonesia harus tahu, bedah ini semuanya,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
