<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK: Gubernur DKI Hanya Bikin Gaduh</title><description>Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komisi Pemberantasan (KPK), Taufiequrachman Ruki mengatakan, Gubernur DKI Jakarta, Ahok hanya membuat gaduh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/11/338/1265792/kpk-gubernur-dki-hanya-bikin-gaduh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/11/338/1265792/kpk-gubernur-dki-hanya-bikin-gaduh"/><item><title>KPK: Gubernur DKI Hanya Bikin Gaduh</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/11/338/1265792/kpk-gubernur-dki-hanya-bikin-gaduh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/11/338/1265792/kpk-gubernur-dki-hanya-bikin-gaduh</guid><pubDate>Jum'at 11 Desember 2015 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Feri Agus Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/11/338/1265792/kpk-gubernur-dki-hanya-bikin-gaduh-tofr08W8UW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Plt Pimpinan KPK, Taufiqurahman Ruki (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/11/338/1265792/kpk-gubernur-dki-hanya-bikin-gaduh-tofr08W8UW.jpg</image><title>Plt Pimpinan KPK, Taufiqurahman Ruki (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komisi Pemberantasan (KPK), Taufiequrachman Ruki mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hanya membuat gaduh, terkait tudingannya soal kriminalisasi oleh oknum KPK.
&quot;Kami tidak mau berpolemik, bikin gaduh saja (Ahok). Biarlah para penyelidik KPK bekerja,&quot; ujar Ruki saat dikonfirmasi, Jumat (11/12/2015).
Menurut Ketua KPK pertama ini, seharusnya orang nomor satu di DKI Jakarta itu menghormati proses hukum soal laporan pembelian lahan RS Sumber Waras yang kini sudah pada tahap penyelidikan. Tentu, lanjut Ruki setelah selesai pada tahap itu, para penyelidik melaporkan kepada Pimpinan KPK.
&quot;Pada saatnya, mereka (penyelidik) akan gelar perkara di hadapan penyidik dan penuntut umum dengan dipandu oleh Pimpinan sesuai SOP kami. Mekanisme itu yang kami pakai,&quot; tukasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menuding ada oknum pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berniat mengkriminalisasi dirinya. Hal ini terkait penyelidikan kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh pihak KPK.
Lembaga antirasuah pun telah menerima hasil audit investigasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai pembelian RS Sumber Waras yang dinilai bermasalah. Laporan itu menjadi data tambahan untuk terus menyelidiki dugaan pelanggaran dalam jual beli lahan tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komisi Pemberantasan (KPK), Taufiequrachman Ruki mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hanya membuat gaduh, terkait tudingannya soal kriminalisasi oleh oknum KPK.
&quot;Kami tidak mau berpolemik, bikin gaduh saja (Ahok). Biarlah para penyelidik KPK bekerja,&quot; ujar Ruki saat dikonfirmasi, Jumat (11/12/2015).
Menurut Ketua KPK pertama ini, seharusnya orang nomor satu di DKI Jakarta itu menghormati proses hukum soal laporan pembelian lahan RS Sumber Waras yang kini sudah pada tahap penyelidikan. Tentu, lanjut Ruki setelah selesai pada tahap itu, para penyelidik melaporkan kepada Pimpinan KPK.
&quot;Pada saatnya, mereka (penyelidik) akan gelar perkara di hadapan penyidik dan penuntut umum dengan dipandu oleh Pimpinan sesuai SOP kami. Mekanisme itu yang kami pakai,&quot; tukasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menuding ada oknum pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berniat mengkriminalisasi dirinya. Hal ini terkait penyelidikan kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh pihak KPK.
Lembaga antirasuah pun telah menerima hasil audit investigasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai pembelian RS Sumber Waras yang dinilai bermasalah. Laporan itu menjadi data tambahan untuk terus menyelidiki dugaan pelanggaran dalam jual beli lahan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
