<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Langkah Kejagung Ikut Campur Skandal Freeport Bermuatan Politis</title><description>Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Chudry Sitompul, menilai langkah Jaksa Agung, HM Prasetyo bermuatan politis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/13/337/1266412/langkah-kejagung-ikut-campur-skandal-freeport-bermuatan-politis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/13/337/1266412/langkah-kejagung-ikut-campur-skandal-freeport-bermuatan-politis"/><item><title>Langkah Kejagung Ikut Campur Skandal Freeport Bermuatan Politis</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/13/337/1266412/langkah-kejagung-ikut-campur-skandal-freeport-bermuatan-politis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/13/337/1266412/langkah-kejagung-ikut-campur-skandal-freeport-bermuatan-politis</guid><pubDate>Minggu 13 Desember 2015 07:47 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/13/337/1266412/langkah-kejagung-ikut-campur-skandal-freeport-bermuatan-politis-CbcT2PQ4Jt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jaksa Agung HM Prasetyo (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/13/337/1266412/langkah-kejagung-ikut-campur-skandal-freeport-bermuatan-politis-CbcT2PQ4Jt.jpg</image><title>Jaksa Agung HM Prasetyo (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Chudry Sitompul, menilai Jaksa Agung, HM Prasetyo terlalu semangat untuk &quot;menggarap&quot; indikasi tindak pidana dalam kisruh rekaman pemufakatan jahat terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.
Chudry menganggap, langkah Kejaksaan terlalu politis mengingat latar belakang  Prasetyo yang merupakan kader dari Partai Nasdem.
&quot;Memang sidang di MKD ini banyak menarik perhatian. Tapi penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung itu sulit juga karena dinilai publik ada politisnya,&quot; kata Chudry saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Minggu (13/12/2015).
Chudry menjelaskan, saat ini publik telah cerdas melihat sebuah permasalahan bangsa. Terlebih, orang nomor satu di Korps Adhyaksa itu pernah disebut-sebut dalam perkara suap yang melibatkan mantan Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Capella.
&quot;Yang jadi permasalahan itu memang saat nama beliau disebut dalam kasus Rio dan dia diam saja, memang saat disangkutkan dia membantah,&quot; sambung Chudry.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/06/23/20070/125715_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jaksa Agung Umumkan Capim KPK&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Lebih lanjut ia menuturkan, Prasetyo seharusnya tidak perlu ngotot untuk mengurusi kisruh rekaman &quot;papa minta saham&quot;. Padahal, masih banyak kasus yang mangkrak dan belum diselesaikan oleh Kejaksaan.
&quot;Jaksa Agung harus selesaikan dan fokus pada kasus-kasus yang mangkrak saja. Atau publik nantinya meminta Presiden melakukan pergantian, sebab Jaksa Agung dinilai berpolitik,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Chudry Sitompul, menilai Jaksa Agung, HM Prasetyo terlalu semangat untuk &quot;menggarap&quot; indikasi tindak pidana dalam kisruh rekaman pemufakatan jahat terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.
Chudry menganggap, langkah Kejaksaan terlalu politis mengingat latar belakang  Prasetyo yang merupakan kader dari Partai Nasdem.
&quot;Memang sidang di MKD ini banyak menarik perhatian. Tapi penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung itu sulit juga karena dinilai publik ada politisnya,&quot; kata Chudry saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Minggu (13/12/2015).
Chudry menjelaskan, saat ini publik telah cerdas melihat sebuah permasalahan bangsa. Terlebih, orang nomor satu di Korps Adhyaksa itu pernah disebut-sebut dalam perkara suap yang melibatkan mantan Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Capella.
&quot;Yang jadi permasalahan itu memang saat nama beliau disebut dalam kasus Rio dan dia diam saja, memang saat disangkutkan dia membantah,&quot; sambung Chudry.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/06/23/20070/125715_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jaksa Agung Umumkan Capim KPK&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Lebih lanjut ia menuturkan, Prasetyo seharusnya tidak perlu ngotot untuk mengurusi kisruh rekaman &quot;papa minta saham&quot;. Padahal, masih banyak kasus yang mangkrak dan belum diselesaikan oleh Kejaksaan.
&quot;Jaksa Agung harus selesaikan dan fokus pada kasus-kasus yang mangkrak saja. Atau publik nantinya meminta Presiden melakukan pergantian, sebab Jaksa Agung dinilai berpolitik,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
