<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sambut Musim Panen, Warga Bogor Gelar Tradisi Sedekah Bumi</title><description>Sebagai ungkapan rasa syukur menyambut datangnya musim panen, ratusan warga Bogor menggelar Tradisi Serentaun dan Sedekah Bumi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/13/338/1266689/sambut-musim-panen-warga-bogor-gelar-tradisi-sedekah-bumi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/13/338/1266689/sambut-musim-panen-warga-bogor-gelar-tradisi-sedekah-bumi"/><item><title>Sambut Musim Panen, Warga Bogor Gelar Tradisi Sedekah Bumi</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/13/338/1266689/sambut-musim-panen-warga-bogor-gelar-tradisi-sedekah-bumi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/13/338/1266689/sambut-musim-panen-warga-bogor-gelar-tradisi-sedekah-bumi</guid><pubDate>Minggu 13 Desember 2015 23:30 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/13/338/1266689/sambut-musim-panen-warga-bogor-gelar-tradisi-sedekah-bumi-lDbA25gX7I.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tradisi Sedekah Bumi (foto: Putra Ramadhani A/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/13/338/1266689/sambut-musim-panen-warga-bogor-gelar-tradisi-sedekah-bumi-lDbA25gX7I.jpg</image><title>Tradisi Sedekah Bumi (foto: Putra Ramadhani A/Okezone)</title></images><description>BOGOR - Sebagai ungkapan rasa syukur warga desa melimpahnya hasil bumi yang diberikan Tuhan juga menyambut datangnya musim panen, ratusan warga menggelar puncak acara Tradisi Serentaun dan Sedekah Bumi di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kokolot Kampung Budaya Sindang Barang, Ukat Sukatma mengatakan tradisi ini merupakan upacara adat masyarakat yang berlangsung turun-temurun dari nenek moyang dan digelar sekali dalam setahun.

&quot;Acara Sedekah Bumi ini sebagai ungkapan permohonan lindungan dari Tuhan sekaligus ungkapan syukur atas nikmat yang telah diraih pada tahun ini,&quot; katanya, Minggu (13/12/2015).

Serangkaian prosesi Sedekah Bumi diawali dengan arak-arakan warga desa yang membawa dongdang atau wadah yang berisi berbagai macam hasil pertanian dan perkebunan menuju Imah Gede yang berada di Kampung Budaya Sindang Barang, dari Rumah Bali yang berjarak sekitar 1 kilometer.

Arak-arakan juga diikuti barisan pembawa rengkong alias padi hasil panen warga. Setelah tiba di Imah Gede, padi yang dibawa kemudian dimasukkan ke dalam lumbung padi untuk persediaan pangan untuk setahun ke depan.Setelah ritual selesai, warga yang telah datang untuk mengikuti acara  ini langsing memperebutkan wadah yang berisikan makanan dan hasil bumi  lainnya yang dipercaya warga dapat memberikan keberkahan.

Ukat menambahkan, prosesi yang terdapat dalam upacara itu mengandung  makna dan petuah sebagai pelajaran bagi masyarakat untuk kehidupan yang  lebih baik.

&quot;Dalam kehidupan manusia terdapat tahapan kehidupan yang harus  dijalani. Semua tahapan tersebut harus ditempuh dengan baik untuk  mencapai kualitas hidup yang memuaskan atau sebenarnya,&quot; ungkapnya.

Rangkaian acara yang berlangsung pada siang hari ini juga dihiasi  dengan berbagai penampilan seni tradisional khas Sunda antara lain Tari  Jaipong, Rampak Gendang, dan Angklung Gubrak.</description><content:encoded>BOGOR - Sebagai ungkapan rasa syukur warga desa melimpahnya hasil bumi yang diberikan Tuhan juga menyambut datangnya musim panen, ratusan warga menggelar puncak acara Tradisi Serentaun dan Sedekah Bumi di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kokolot Kampung Budaya Sindang Barang, Ukat Sukatma mengatakan tradisi ini merupakan upacara adat masyarakat yang berlangsung turun-temurun dari nenek moyang dan digelar sekali dalam setahun.

&quot;Acara Sedekah Bumi ini sebagai ungkapan permohonan lindungan dari Tuhan sekaligus ungkapan syukur atas nikmat yang telah diraih pada tahun ini,&quot; katanya, Minggu (13/12/2015).

Serangkaian prosesi Sedekah Bumi diawali dengan arak-arakan warga desa yang membawa dongdang atau wadah yang berisi berbagai macam hasil pertanian dan perkebunan menuju Imah Gede yang berada di Kampung Budaya Sindang Barang, dari Rumah Bali yang berjarak sekitar 1 kilometer.

Arak-arakan juga diikuti barisan pembawa rengkong alias padi hasil panen warga. Setelah tiba di Imah Gede, padi yang dibawa kemudian dimasukkan ke dalam lumbung padi untuk persediaan pangan untuk setahun ke depan.Setelah ritual selesai, warga yang telah datang untuk mengikuti acara  ini langsing memperebutkan wadah yang berisikan makanan dan hasil bumi  lainnya yang dipercaya warga dapat memberikan keberkahan.

Ukat menambahkan, prosesi yang terdapat dalam upacara itu mengandung  makna dan petuah sebagai pelajaran bagi masyarakat untuk kehidupan yang  lebih baik.

&quot;Dalam kehidupan manusia terdapat tahapan kehidupan yang harus  dijalani. Semua tahapan tersebut harus ditempuh dengan baik untuk  mencapai kualitas hidup yang memuaskan atau sebenarnya,&quot; ungkapnya.

Rangkaian acara yang berlangsung pada siang hari ini juga dihiasi  dengan berbagai penampilan seni tradisional khas Sunda antara lain Tari  Jaipong, Rampak Gendang, dan Angklung Gubrak.</content:encoded></item></channel></rss>
