<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut Geram Nama Darmo Disebut dalam Sidang MKD</title><description>Mantan Kepala Kantor Staf Kepresidenan itu ikut berang saat didorong  oleh Akbar untuk menjawab tentang langkah selanjutnya dalam kasus ini</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/14/337/1267223/luhut-geram-nama-darmo-disebut-dalam-sidang-mkd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/14/337/1267223/luhut-geram-nama-darmo-disebut-dalam-sidang-mkd"/><item><title>Luhut Geram Nama Darmo Disebut dalam Sidang MKD</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/14/337/1267223/luhut-geram-nama-darmo-disebut-dalam-sidang-mkd</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/14/337/1267223/luhut-geram-nama-darmo-disebut-dalam-sidang-mkd</guid><pubDate>Senin 14 Desember 2015 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/14/337/1267223/luhut-geram-nama-darmo-disebut-dalam-sidang-mkd-BMUrvw0BR0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Kantor Staf Presiden</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/14/337/1267223/luhut-geram-nama-darmo-disebut-dalam-sidang-mkd-BMUrvw0BR0.jpg</image><title>Foto: Kantor Staf Presiden</title></images><description>JAKARTA - Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Akbar Faisal bertanya ke Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan tentang kemungkinan Darmawan Prasodjo alias Darmo ikut dalam pembicaraan dengan Ketua DPR RI Setya Novanto, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, dan pengusaha Riza Chalid.
&quot;Riza bilang (dalam rekaman) ini rahasia berempat saja. SN enggak mengakui rekaman, tapi MS mengatakan iya. Siapa orang keempat, kan mereka bertiga?&quot; tanya Akbar, Senin (14/12/2015).
&quot;Yang mulia bertanya sesuatu yang saya tidak bisa jawab,&quot; jawab Luhut singkat dan tegas.
Lalu Akbar bertanya tentang kemungkinan orang keempat itu adalah Darmo. Pertanyaan itu ternyata mengusik Luhut yang langsung membela posisi Darmo yang dianggapnya murni sebagai seorang profesional.
&quot;Saya tahu Darmo seorang profesional. Dia anak buah saya, saya tidak pernah meragukan integritas dia. Tolong jangan berburuk sangka,&quot; ucap Luhut kepada Akbar.
Mantan Kepala Kantor Staf Kepresidenan itu ikut berang saat didorong oleh Akbar untuk menjawab tentang langkah selanjutnya dalam kasus ini. Terutama jika menganggap ada pihak yang mencatut namanya.
&quot;Saya enggak ada bagian dari itu. Saya akan lihat yang mulia kasih keputusan di MKD. Kita jangan terus mengadili orang, buat persepsi. Kalau ini jelas, pasti saya bersikap, tidak mungkin tidak. Jangan didorong-dorong,&quot; tegasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Akbar Faisal bertanya ke Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan tentang kemungkinan Darmawan Prasodjo alias Darmo ikut dalam pembicaraan dengan Ketua DPR RI Setya Novanto, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, dan pengusaha Riza Chalid.
&quot;Riza bilang (dalam rekaman) ini rahasia berempat saja. SN enggak mengakui rekaman, tapi MS mengatakan iya. Siapa orang keempat, kan mereka bertiga?&quot; tanya Akbar, Senin (14/12/2015).
&quot;Yang mulia bertanya sesuatu yang saya tidak bisa jawab,&quot; jawab Luhut singkat dan tegas.
Lalu Akbar bertanya tentang kemungkinan orang keempat itu adalah Darmo. Pertanyaan itu ternyata mengusik Luhut yang langsung membela posisi Darmo yang dianggapnya murni sebagai seorang profesional.
&quot;Saya tahu Darmo seorang profesional. Dia anak buah saya, saya tidak pernah meragukan integritas dia. Tolong jangan berburuk sangka,&quot; ucap Luhut kepada Akbar.
Mantan Kepala Kantor Staf Kepresidenan itu ikut berang saat didorong oleh Akbar untuk menjawab tentang langkah selanjutnya dalam kasus ini. Terutama jika menganggap ada pihak yang mencatut namanya.
&quot;Saya enggak ada bagian dari itu. Saya akan lihat yang mulia kasih keputusan di MKD. Kita jangan terus mengadili orang, buat persepsi. Kalau ini jelas, pasti saya bersikap, tidak mungkin tidak. Jangan didorong-dorong,&quot; tegasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
