<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sita Kios Sayuran Picu Arab Spring, Wanita Ini Menyesal</title><description>Gelombang pemberontakan terjadi sejak 18 Desember 2010. Masing-masing penguasa di Tunisia, Mesir, hingga Libya digulingkan dengan revolusi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/18/18/1269909/sita-kios-sayuran-picu-arab-spring-wanita-ini-menyesal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/18/18/1269909/sita-kios-sayuran-picu-arab-spring-wanita-ini-menyesal"/><item><title>Sita Kios Sayuran Picu Arab Spring, Wanita Ini Menyesal</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/18/18/1269909/sita-kios-sayuran-picu-arab-spring-wanita-ini-menyesal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/18/18/1269909/sita-kios-sayuran-picu-arab-spring-wanita-ini-menyesal</guid><pubDate>Jum'at 18 Desember 2015 06:18 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/17/18/1269909/sita-kios-sayuran-picu-arab-spring-wanita-ini-menyesal-eqFKK9VZC4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Faida Hamdy, wanita yang disebut-sebut memicu Arab Spring (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/17/18/1269909/sita-kios-sayuran-picu-arab-spring-wanita-ini-menyesal-eqFKK9VZC4.jpg</image><title>Faida Hamdy, wanita yang disebut-sebut memicu Arab Spring (Foto: AFP)</title></images><description>SIDI BOUZEID &amp;ndash; Faida Hamdy tak mengira bahwa perbuatannya menyita sebuah kios sayur lima tahun lalu di Tunisia, berujung pada perubahan drastis di dunia Arab. Ya, pada lima tahun lalu itulah, peristiwa &amp;ldquo;Arab Spring&amp;rdquo; pecah dan menjalar ke Mesir, Libya, hingga Suriah dan Irak saat ini.
Gelombang pemberontakan terjadi di mana-mana sejak 18 Desember 2010 silam. Masing-masing penguasa di Tunisia, Mesir,  hingga Libya digulingkan dengan revolusi.
Semua itu hanya gara-gara Faida yang kala itu seorang pejabat kelas menengah, menyita sebuah kios sayur di sebuah jalan berdebu di bagian tengah Tunisia.
Sang pemilik yang belakangan diketahui seorang pemuda bernama Mohammed Bouazizi, meluapkan protes keras dan rasa frustrasinya dengan cara yang ekstrem &amp;ndash; membakar tubuhnya sendiri.Lantas di kemudian hari, lusinan pemuda Arab turut meniru aksi  ekstremnya, hingga berujung pada gelombang unjuk rasa yang menuntut  diturunkannya Presiden Tunisia saat itu, Zine el-Abidin Ben Ali.
Gelombang revolusi itu menjalar ke Mesir yang memaksa Presiden  Hosni Mubarak digulingkan. Begitu pun diktator Libya, Muammar Gaddafi,  sampai Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh turut &amp;ldquo;kena batunya&amp;rdquo;.

Gelombang revolusi itu juga menjalar ke Bahrain, Kuwait, Lebanon,  Oman, Maroko dan Yordania, serta Suriah yang hingga kini, menjadi zona  panas atas lahirnya konflik pemberontakan yang turut &amp;ldquo;direcoki&amp;rdquo; hadirnya  organisasi teroris ISIS.
&amp;ldquo;Kadang saya berharap, saya tak pernah melakukannya. Saya merasa  bertanggung jawab atas semua (yang terjadi di dunia Arab). Kadang saya  menyalahkan diri sendiri dan mengatakan semua ini terjadi karena saya,&amp;rdquo;  beber Faida, seperti disitat The Telegraph, Jumat (18/12/2015).
&amp;ldquo;Saya menciptakan sejarah dan aksi saya berkontribusi terhadap  sejarah itu sendiri dan sekarang, lihatlah kondisi kami (dunia Arab)  sekarang. Bouazizi dan saya sama-sama korban. Dia kehilangan nyawanya  dan hidup saya tak seperti dulu lagi. Ketika saya melihat kawasan Arab  dan negara saya, saya menyesali semuanya. Kematian ada di mana-mana dan  ekstremisme berkembang,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>SIDI BOUZEID &amp;ndash; Faida Hamdy tak mengira bahwa perbuatannya menyita sebuah kios sayur lima tahun lalu di Tunisia, berujung pada perubahan drastis di dunia Arab. Ya, pada lima tahun lalu itulah, peristiwa &amp;ldquo;Arab Spring&amp;rdquo; pecah dan menjalar ke Mesir, Libya, hingga Suriah dan Irak saat ini.
Gelombang pemberontakan terjadi di mana-mana sejak 18 Desember 2010 silam. Masing-masing penguasa di Tunisia, Mesir,  hingga Libya digulingkan dengan revolusi.
Semua itu hanya gara-gara Faida yang kala itu seorang pejabat kelas menengah, menyita sebuah kios sayur di sebuah jalan berdebu di bagian tengah Tunisia.
Sang pemilik yang belakangan diketahui seorang pemuda bernama Mohammed Bouazizi, meluapkan protes keras dan rasa frustrasinya dengan cara yang ekstrem &amp;ndash; membakar tubuhnya sendiri.Lantas di kemudian hari, lusinan pemuda Arab turut meniru aksi  ekstremnya, hingga berujung pada gelombang unjuk rasa yang menuntut  diturunkannya Presiden Tunisia saat itu, Zine el-Abidin Ben Ali.
Gelombang revolusi itu menjalar ke Mesir yang memaksa Presiden  Hosni Mubarak digulingkan. Begitu pun diktator Libya, Muammar Gaddafi,  sampai Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh turut &amp;ldquo;kena batunya&amp;rdquo;.

Gelombang revolusi itu juga menjalar ke Bahrain, Kuwait, Lebanon,  Oman, Maroko dan Yordania, serta Suriah yang hingga kini, menjadi zona  panas atas lahirnya konflik pemberontakan yang turut &amp;ldquo;direcoki&amp;rdquo; hadirnya  organisasi teroris ISIS.
&amp;ldquo;Kadang saya berharap, saya tak pernah melakukannya. Saya merasa  bertanggung jawab atas semua (yang terjadi di dunia Arab). Kadang saya  menyalahkan diri sendiri dan mengatakan semua ini terjadi karena saya,&amp;rdquo;  beber Faida, seperti disitat The Telegraph, Jumat (18/12/2015).
&amp;ldquo;Saya menciptakan sejarah dan aksi saya berkontribusi terhadap  sejarah itu sendiri dan sekarang, lihatlah kondisi kami (dunia Arab)  sekarang. Bouazizi dan saya sama-sama korban. Dia kehilangan nyawanya  dan hidup saya tak seperti dulu lagi. Ketika saya melihat kawasan Arab  dan negara saya, saya menyesali semuanya. Kematian ada di mana-mana dan  ekstremisme berkembang,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
