<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sekda DKI Jadi Cagub Pilihan Gerindra, Gubernur: Bagus Dong</title><description>Ahok menyatakan, Sekda DKI Saefullah harus mengundurkan diri jika ingin menjadi Cagub DKI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/28/338/1275765/sekda-dki-jadi-cagub-pilihan-gerindra-gubernur-bagus-dong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/28/338/1275765/sekda-dki-jadi-cagub-pilihan-gerindra-gubernur-bagus-dong"/><item><title>Sekda DKI Jadi Cagub Pilihan Gerindra, Gubernur: Bagus Dong</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/28/338/1275765/sekda-dki-jadi-cagub-pilihan-gerindra-gubernur-bagus-dong</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/28/338/1275765/sekda-dki-jadi-cagub-pilihan-gerindra-gubernur-bagus-dong</guid><pubDate>Senin 28 Desember 2015 09:14 WIB</pubDate><dc:creator>Reni Lestari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/28/338/1275765/sekda-dki-jadi-cagub-pilihan-gerindra-gubernur-enggak-laku-7Czw7W3ba5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/28/338/1275765/sekda-dki-jadi-cagub-pilihan-gerindra-gubernur-enggak-laku-7Czw7W3ba5.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah masuk dalam saringan calon gubernur pilihan Partai Gerindra untuk Pilgub 2017 mendatang. Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan tak berkeberatan sama sekali.
Bahkan menurutnya, hal ini bisa menjadi tolak ukur bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) berkualitas untuk menduduki jabatan strategis, yakni kepala daerah.
&quot;Bagus dong. Tapi dia mesti mengundurkan diri sebagai PNS. Kalau Pak Saefullah, dia pengen jadi gubernur, dia pasti kerjanya bagus dong. Kalau enggak bagus kan langsung enggak laku,&quot; kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (28/12/2015).
&quot;Kalau kerjanya bagus, yang ke-tolong siapa? Orang DKI. Aku juga ke-tolong, kalau kerjanya bagus dan rajin. Iya enggak?! Bagus kalau dia mau nyalon,&quot; lanjut dia.
Ahok kembali menekankan sikapnya seputar Pilgub DKI 2017, bahwa semakin banyak calon yang dihadirkan maka akan semakin baik bagi warga Jakarta.
&amp;lrm;&quot;Semakin banyak yang ikut berarti makin bagus, iya dong,&quot; ujarnya.
Ia pun mengaku tak ada persiapan khusus menyongsong Pilgub mendatang. Mengingat mantan Bupati Belitung Timur ini akan maju sebagai calon independen, maka ia diwajibkan mengumpulkan satu juta KTP warga Jakarta sebagai syarat awal.
Tugas mengumpulkan KTP ini, lanjut Ahok sejauh ini terus digalakkan oleh komunitas pendukungnya, &quot;teman Ahok&quot;. Ahok mengatakan menyerahkan sepenuhnya tugas ini kepada &quot;teman Ahok&quot;.
&quot;Persiapan saya ya tunggu KTP sejuta aja. 500.000 KTP kalau diverifikasi kan bisa juga enggak lolos macem-macem. Saya mah kerja aja fokus, dia (&quot;teman Ahok&quot;) yang kerja ngumpulin sejuta kok, &quot;teman Ahok&quot;, bukan aku yang kerja ini,&quot; tukas mantan politisi Gerindra ini.
Diketahui, ribuan kader DPD Partai Gerindra DKI Jakarta menjaring nama-nama untuk diusung menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, kemarin. Nama Sekda Saefullah bersanding dengan calon lain dari Partai berlambang kepala burung garuda ini, di antaranya Ketua Komisi D DPRD DKI, M Sanusi; Ketua DPD Partai Gerindra, M Taufik; Sekjen DPP Gerindra, Ahmad Muzani; anggota Dewan Pembina DPP Gerindra, Sandiaga Uno.
Kemudian, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil; mantan Pangdam Jaya, Sjafrie Syamsoeddin dan terakhir Sekda DKI Jakarta, Saefullah.</description><content:encoded>JAKARTA - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah masuk dalam saringan calon gubernur pilihan Partai Gerindra untuk Pilgub 2017 mendatang. Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan tak berkeberatan sama sekali.
Bahkan menurutnya, hal ini bisa menjadi tolak ukur bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) berkualitas untuk menduduki jabatan strategis, yakni kepala daerah.
&quot;Bagus dong. Tapi dia mesti mengundurkan diri sebagai PNS. Kalau Pak Saefullah, dia pengen jadi gubernur, dia pasti kerjanya bagus dong. Kalau enggak bagus kan langsung enggak laku,&quot; kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (28/12/2015).
&quot;Kalau kerjanya bagus, yang ke-tolong siapa? Orang DKI. Aku juga ke-tolong, kalau kerjanya bagus dan rajin. Iya enggak?! Bagus kalau dia mau nyalon,&quot; lanjut dia.
Ahok kembali menekankan sikapnya seputar Pilgub DKI 2017, bahwa semakin banyak calon yang dihadirkan maka akan semakin baik bagi warga Jakarta.
&amp;lrm;&quot;Semakin banyak yang ikut berarti makin bagus, iya dong,&quot; ujarnya.
Ia pun mengaku tak ada persiapan khusus menyongsong Pilgub mendatang. Mengingat mantan Bupati Belitung Timur ini akan maju sebagai calon independen, maka ia diwajibkan mengumpulkan satu juta KTP warga Jakarta sebagai syarat awal.
Tugas mengumpulkan KTP ini, lanjut Ahok sejauh ini terus digalakkan oleh komunitas pendukungnya, &quot;teman Ahok&quot;. Ahok mengatakan menyerahkan sepenuhnya tugas ini kepada &quot;teman Ahok&quot;.
&quot;Persiapan saya ya tunggu KTP sejuta aja. 500.000 KTP kalau diverifikasi kan bisa juga enggak lolos macem-macem. Saya mah kerja aja fokus, dia (&quot;teman Ahok&quot;) yang kerja ngumpulin sejuta kok, &quot;teman Ahok&quot;, bukan aku yang kerja ini,&quot; tukas mantan politisi Gerindra ini.
Diketahui, ribuan kader DPD Partai Gerindra DKI Jakarta menjaring nama-nama untuk diusung menjadi calon Gubernur DKI Jakarta, kemarin. Nama Sekda Saefullah bersanding dengan calon lain dari Partai berlambang kepala burung garuda ini, di antaranya Ketua Komisi D DPRD DKI, M Sanusi; Ketua DPD Partai Gerindra, M Taufik; Sekjen DPP Gerindra, Ahmad Muzani; anggota Dewan Pembina DPP Gerindra, Sandiaga Uno.
Kemudian, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil; mantan Pangdam Jaya, Sjafrie Syamsoeddin dan terakhir Sekda DKI Jakarta, Saefullah.</content:encoded></item></channel></rss>
