<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buka-Tutup Jalur Puncak saat Long Weekend Tak Selesaikan Masalah</title><description>Kepadatan arus kendaraan di Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat terutama saat akhir pekan atau musim liburan kian padat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/28/338/1276372/buka-tutup-jalur-puncak-saat-long-weekend-tak-selesaikan-masalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/28/338/1276372/buka-tutup-jalur-puncak-saat-long-weekend-tak-selesaikan-masalah"/><item><title>Buka-Tutup Jalur Puncak saat Long Weekend Tak Selesaikan Masalah</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/28/338/1276372/buka-tutup-jalur-puncak-saat-long-weekend-tak-selesaikan-masalah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/28/338/1276372/buka-tutup-jalur-puncak-saat-long-weekend-tak-selesaikan-masalah</guid><pubDate>Senin 28 Desember 2015 23:25 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/28/338/1276372/buka-tutup-jalur-puncak-saat-long-weekend-tak-selesaikan-masalah-g3JfiuEJk9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/28/338/1276372/buka-tutup-jalur-puncak-saat-long-weekend-tak-selesaikan-masalah-g3JfiuEJk9.jpg</image><title>ilustrasi (Foto: Antara)</title></images><description>BOGOR - Kepadatan arus kendaraan di Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat terutama saat akhir pekan atau musim libur panjang seperti beberapa hari lalu, penerapan sistem buka tutup jalan yang diberlakukan dinilai tidak dapat menyelesaikan masalah kemacetan di jalur tersebut.
Kepala Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Bogor, Soebiantoro W menuturkan, kapasitas kendaraan di Jalur Puncak hanya mampu menampung 1.200 kendaraan roda empat per jamnya atau dalam sehari sekitar 50 ribu kendaraan termasuk bus dan sepeda motor. Jika lintasi lebih dari batas tersebut jalur Puncak akan mengalami kemacetan parah.
&quot;Daya tampung di jalur tersebut sudah berlebih, sementara tidak ada penambahan kapasitas jalan namun wisatawan terus meningkat. Terlebih pertumbuhan pusat keramaian dan obyek wisata di jalur tersebut yang semakin meningkat juga menyumbang kemacetan di jalur Puncak,&quot; katanya, Senin (28/12/2015).
Soebiantoro menambahkan, panjang jalur Puncak yang rawan macet ialah sepanjang 21 kilometer dimulai dari Simpang Gadog hingga Puncak Pass. Lebar jalan tersebut hanya memiliki rata-rata sekira enam meter sehingga perlu adanya penambahan infrastruktur untuk menangani persoalan kemacetan puncak yang kerap terjadi pada saat hari libur.
&quot;Dari Simpang Gadog hingga Puncak pas merupakan daerah rawan kemacetan karena terdapat pusat kermaian wisatawan ataupun pintu keluar masuk obyek wisata,&quot; tambahnya.
Selain itu, saat dilintasi lebih dari 50 ribu kendaraan, Jalan Raya Puncak akan mengalami macet total sebab sudah melebihi kapasitas tampungnya.
Perjalanan dari Jakarta menuju Puncak yang hanya berjarak 80 sampai 90 kilometer yang dapat ditempuh dengan waktu dua jam, jika musim liburan bisa menghabiskan waktu lebih dari enam jam.
Waktu tersebut lebih banyak tersita lantaran mengantre saat pemberlakuan sistem melintas bergiliran dan terjebak kemacetan saat melintasi sepanjang jalur Puncak.
&quot;Dari Jakarta ke Puncak sedianya hanya perlu waktu dua jam. Namun, jika musim libur bisa mencapai enam jam lantaran terjebak sistem buka tutup jalan di jalur tersebut,&quot; ungkapnya.
Tidak hanya di hari libur, saat hari kerja pun, Jalan Raya Puncak kerap macet sehingga terkadang diberlakukan sistem melintas bergiliran.
Hal tersebut menbuktikan bahwa kapasitas jalur ini sudah tidak mampu lagi menampung serbuan kendaraan yang semakin membludak. &quot;Jangankan hari libur, pas hari biasa saja kadang macet,&quot; keluhnya.</description><content:encoded>BOGOR - Kepadatan arus kendaraan di Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat terutama saat akhir pekan atau musim libur panjang seperti beberapa hari lalu, penerapan sistem buka tutup jalan yang diberlakukan dinilai tidak dapat menyelesaikan masalah kemacetan di jalur tersebut.
Kepala Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Bogor, Soebiantoro W menuturkan, kapasitas kendaraan di Jalur Puncak hanya mampu menampung 1.200 kendaraan roda empat per jamnya atau dalam sehari sekitar 50 ribu kendaraan termasuk bus dan sepeda motor. Jika lintasi lebih dari batas tersebut jalur Puncak akan mengalami kemacetan parah.
&quot;Daya tampung di jalur tersebut sudah berlebih, sementara tidak ada penambahan kapasitas jalan namun wisatawan terus meningkat. Terlebih pertumbuhan pusat keramaian dan obyek wisata di jalur tersebut yang semakin meningkat juga menyumbang kemacetan di jalur Puncak,&quot; katanya, Senin (28/12/2015).
Soebiantoro menambahkan, panjang jalur Puncak yang rawan macet ialah sepanjang 21 kilometer dimulai dari Simpang Gadog hingga Puncak Pass. Lebar jalan tersebut hanya memiliki rata-rata sekira enam meter sehingga perlu adanya penambahan infrastruktur untuk menangani persoalan kemacetan puncak yang kerap terjadi pada saat hari libur.
&quot;Dari Simpang Gadog hingga Puncak pas merupakan daerah rawan kemacetan karena terdapat pusat kermaian wisatawan ataupun pintu keluar masuk obyek wisata,&quot; tambahnya.
Selain itu, saat dilintasi lebih dari 50 ribu kendaraan, Jalan Raya Puncak akan mengalami macet total sebab sudah melebihi kapasitas tampungnya.
Perjalanan dari Jakarta menuju Puncak yang hanya berjarak 80 sampai 90 kilometer yang dapat ditempuh dengan waktu dua jam, jika musim liburan bisa menghabiskan waktu lebih dari enam jam.
Waktu tersebut lebih banyak tersita lantaran mengantre saat pemberlakuan sistem melintas bergiliran dan terjebak kemacetan saat melintasi sepanjang jalur Puncak.
&quot;Dari Jakarta ke Puncak sedianya hanya perlu waktu dua jam. Namun, jika musim libur bisa mencapai enam jam lantaran terjebak sistem buka tutup jalan di jalur tersebut,&quot; ungkapnya.
Tidak hanya di hari libur, saat hari kerja pun, Jalan Raya Puncak kerap macet sehingga terkadang diberlakukan sistem melintas bergiliran.
Hal tersebut menbuktikan bahwa kapasitas jalur ini sudah tidak mampu lagi menampung serbuan kendaraan yang semakin membludak. &quot;Jangankan hari libur, pas hari biasa saja kadang macet,&quot; keluhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
