<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inilah Rumah Sakit Indonesia yang Terbesar di Gaza Utara</title><description>Menurut anggota presidium, MER-C, Dokter Arief Rachman, RS Indonesia merupakan yagn terbesar di Gaza Utara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/29/18/1277175/inilah-rumah-sakit-indonesia-yang-terbesar-di-gaza-utara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/29/18/1277175/inilah-rumah-sakit-indonesia-yang-terbesar-di-gaza-utara"/><item><title>Inilah Rumah Sakit Indonesia yang Terbesar di Gaza Utara</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/29/18/1277175/inilah-rumah-sakit-indonesia-yang-terbesar-di-gaza-utara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/29/18/1277175/inilah-rumah-sakit-indonesia-yang-terbesar-di-gaza-utara</guid><pubDate>Selasa 29 Desember 2015 23:37 WIB</pubDate><dc:creator>Jihad Dwidyasa </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/29/18/1277175/inilah-rumah-sakit-indonesia-yang-terbesar-di-gaza-utara-azbGVQTVbZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RS Indonesia di Jalur Gaza resmi beroperasi (Foto: Dok. MER-C)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/29/18/1277175/inilah-rumah-sakit-indonesia-yang-terbesar-di-gaza-utara-azbGVQTVbZ.jpg</image><title>RS Indonesia di Jalur Gaza resmi beroperasi (Foto: Dok. MER-C)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menurut anggota presidium organisasi kemanusiaan non-pemerintah, MER-C, Dokter Arief Rachman, rumah sakit (RS) Indonesia yang baru mulai beroperasi di Jalur Gaza pada 24 Desember 2015, merupakan rumah sakit terbesar di Gaza Utara yang dimiliki Indonesia.
&amp;ldquo;RS Indonesia yang mulai beroperasi pada 24 Desember 2015 ini merupakan rumah sakit terbesar di Gaza Utara yang dimiliki Indonesia,&amp;rdquo; ujar Dokter Arief, ketika memberikan keterangan pers di Kantor Pusat MER-C di Jakarta, Selasa (29/12/2015).
Sebelumnya, Dokter Arief juga mengatakan bahwa RS Indonesia dibangun di Jalur Gaza itu merupakan karya sekaligus tanda cinta dari rakyat Indonesia untuk warga Gaza.
Sebab, donasi untuk pembangunan RS Indonesia di Gaza itu seluruhnya murni berasal dari rakyat Indonesia, tanpa bantuan asing, dan tanpa bantuan dana dari Pemerintah Tanah Air.
&amp;ldquo;Rumah sakit ini tak akan terbangun tanpa adanya bantuan dana dari rakyat Indonesia. Rumah sakit ini juga dapat terbangun tanpa bantuan dana dari pemerintah. Jadi ini murni merupakan karya anak bangsa,&amp;rdquo; ujar Dokter Arief.
Sedianya, ide untuk menggalang dukungan dalam pembangunan RS  Indonesia pertama di Jalur Gaza ini dicetuskan pada Januari 2009. Namun,  pembangunan fisik gedungnya dimulai pada Mei 2011 dan selesai pada  akhir Juni 2014.
Sementara itu, untuk pengadaan berbagai alat-alat medis maupun  kesehatan di RS Indonesia itu dimulai pada November 2014 dan selesai  pada Desember 2015. Sejatinya, RS Indonesia di Gaza akan difungsikan  sebagai rumah sakit yang dikhususkan untuk mengobati trauma pasien.  Namun, melalui serangkaian proses dan permintaan dari Kementerian  Kesehatan Palestina, RS Indonesia di Gaza akhirnya difungsikan  sepenuhnya menjadi rumah sakit umum.
Berdasarkan keterangan Tim Humas MER-C, RS Indonesia di Jalur Gaza  itu dapat dibangun berkat dana rakyat Indonesia yang terkumpul hingga  Rp120 miliar. Sementara itu, tanah atau lahan seluas 1,6 hektar yang  menjadi tempat berdirinya RS Indonesia di Gaza itu merupakan tanah wakaf  dari pemerintah setempat.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menurut anggota presidium organisasi kemanusiaan non-pemerintah, MER-C, Dokter Arief Rachman, rumah sakit (RS) Indonesia yang baru mulai beroperasi di Jalur Gaza pada 24 Desember 2015, merupakan rumah sakit terbesar di Gaza Utara yang dimiliki Indonesia.
&amp;ldquo;RS Indonesia yang mulai beroperasi pada 24 Desember 2015 ini merupakan rumah sakit terbesar di Gaza Utara yang dimiliki Indonesia,&amp;rdquo; ujar Dokter Arief, ketika memberikan keterangan pers di Kantor Pusat MER-C di Jakarta, Selasa (29/12/2015).
Sebelumnya, Dokter Arief juga mengatakan bahwa RS Indonesia dibangun di Jalur Gaza itu merupakan karya sekaligus tanda cinta dari rakyat Indonesia untuk warga Gaza.
Sebab, donasi untuk pembangunan RS Indonesia di Gaza itu seluruhnya murni berasal dari rakyat Indonesia, tanpa bantuan asing, dan tanpa bantuan dana dari Pemerintah Tanah Air.
&amp;ldquo;Rumah sakit ini tak akan terbangun tanpa adanya bantuan dana dari rakyat Indonesia. Rumah sakit ini juga dapat terbangun tanpa bantuan dana dari pemerintah. Jadi ini murni merupakan karya anak bangsa,&amp;rdquo; ujar Dokter Arief.
Sedianya, ide untuk menggalang dukungan dalam pembangunan RS  Indonesia pertama di Jalur Gaza ini dicetuskan pada Januari 2009. Namun,  pembangunan fisik gedungnya dimulai pada Mei 2011 dan selesai pada  akhir Juni 2014.
Sementara itu, untuk pengadaan berbagai alat-alat medis maupun  kesehatan di RS Indonesia itu dimulai pada November 2014 dan selesai  pada Desember 2015. Sejatinya, RS Indonesia di Gaza akan difungsikan  sebagai rumah sakit yang dikhususkan untuk mengobati trauma pasien.  Namun, melalui serangkaian proses dan permintaan dari Kementerian  Kesehatan Palestina, RS Indonesia di Gaza akhirnya difungsikan  sepenuhnya menjadi rumah sakit umum.
Berdasarkan keterangan Tim Humas MER-C, RS Indonesia di Jalur Gaza  itu dapat dibangun berkat dana rakyat Indonesia yang terkumpul hingga  Rp120 miliar. Sementara itu, tanah atau lahan seluas 1,6 hektar yang  menjadi tempat berdirinya RS Indonesia di Gaza itu merupakan tanah wakaf  dari pemerintah setempat.</content:encoded></item></channel></rss>
