<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prostitusi di Negeri Nguyen</title><description>Biasanya transaksi seks terselubung ini, dijalankan di berbagai hotel dan penginapan kelas melati, sebagaimana halnya di Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/31/18/1277819/prostitusi-di-negeri-nguyen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/31/18/1277819/prostitusi-di-negeri-nguyen"/><item><title>Prostitusi di Negeri Nguyen</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/31/18/1277819/prostitusi-di-negeri-nguyen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/31/18/1277819/prostitusi-di-negeri-nguyen</guid><pubDate>Kamis 31 Desember 2015 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/30/18/1277819/prostitusi-di-negeri-nguyen-oXiSdDXohJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/30/18/1277819/prostitusi-di-negeri-nguyen-oXiSdDXohJ.jpg</image><title>Ilustrasi: Okezone</title></images><description>SEPERTI halnya di Filipina, prostitusi di Vietnam tumbuh dan merebak lantaran kebutuhan biologis para tentara Amerika Serikat (AS) sejak era Perang Vietnam.
Belasan, bahkan puluhan ribu pekerja seks komersial (PSK) diketahui masih menjajakan &amp;ldquo;servisnya&amp;rdquo; hingga kini secara terselubung.
Padahal, prostitusi dan eksistensi rumah bordil di &amp;ldquo;Negeri Nguyen&amp;rdquo; itu termasuk ilegal dan jika sudah berurusan dengan ranah hukum, ganjaran hukumannya terbilang berat karena prostitusi termasuk dianggap kasus kejahatan serius oleh pemerintah Vietnam.
Akan tetapi, prostitusi tetap saja &amp;ldquo;hidup&amp;rdquo; di tengah-tengah masyarakat Vietnam di berbagai sudut kota-kota besar, terutama di Ibu Kota Ho Chi Minh City.Biasanya transaksi seks terselubung ini, dijalankan antara pelanggan  dan PSK di berbagai hotel dan penginapan &amp;ldquo;kelas melati&amp;rdquo;, sebagaimana  halnya di Indonesia.
Tidak hanya wanita, para pria yang populer disebut Trai Goi atau  &amp;ldquo;cowok panggilan&amp;rdquo; juga sering terlihat menjajakan diri di  pinggir-pinggir jalan kota besar, seperti Ho Chi Minh City, Hanoi dan  Hai Phong.

Untuk di Ibu Kota, para PSK ini banyak terlihat di kawasan Hoa Binh  Park, tepatnya di sudut jalan antara Jalan Hung Vuong dan Jalan Nguyen  Chi Thanh.
Begitu pun di kawasan Jalan Le Tuan Mau, Jalan Kinh Duong Vuong,  Distrik 5 Jalan Hong Bang, Distrik Tan Binh, distrik 23-9 Park, serta  Distrik Thu Duc dan Distrik T-Road 12.Mereka juga tak hanya muncul di malam hari tapi juga di siang   &amp;lsquo;bolong&amp;rsquo;, menawarkan transaksi seks kepada para pengendara yang lewat,   lantaran memang tak ada tempat-tempat khusus macam &amp;ldquo;red district&amp;rdquo;   sebagai lokasi resmi, untuk mereka menjajakan diri.
Tapi setali tiga uang dengan di berbagai negara lain, prostitusi   terselubung di Vietnam tak jauh dari dunia hitam perdagangan manusia.

Di Ho Chi Minh City, banyak gadis-gadis di bawah umur yang terpaksa   maupun dipaksa terjun ke bisnis &amp;lsquo;esek-esek&amp;rsquo; dengan pembenaran kebutuhan   hidup sehari-hari.
Kendati Kepolisian Vietnam sering menggelar razia, tapi di kemudian   hari para PSK ini akan tetap kembali menjajakan transaksi seks. Bahkan,   diketahui beberapa dari PSK Vietnam yang di bawah umur, &amp;ldquo;diekspor&amp;rdquo; ke   Makau dan China.Ketimbang melarang prostitusi terselubung yang mendorong potensi    kejahatan seksual dan perdagangan manusia, beberapa waktu lalu muncul    desakan melegalkan prostitusi.
&amp;ldquo;Kita harus bisa menerima dan meregulasikan (prostitusi) dengan satu    paket aturan,&amp;rdquo; ungkap Le Van Quy, seorang pejabat senior Dinas Sosial    Pemerintah Kota Ho Chi Minh City, seperti dikutip Thanh Nien News, pada Agustus 2015 lalu.

&amp;ldquo;Jika kita tidak mengubah (kebijakan soal prostitusi), kita hanya    akan mengejar mereka (para PSK) tiada henti. Kita mungkin tidak akan    menyebut tempat (prostitusi) sebagai red light district, tapi mungkin    dengan sebutan area prostitusi yang terkonsentrasi (lokalisasi),&amp;rdquo;    tambahnya.
Akan tetapi desakan itu tentu mengundang kritik dan penentangan.    Seperti yang dituturkan salah satu aktivis sosial, Phung Quang Thuc.
&amp;ldquo;Kita tak boleh melihat prostitusi sebagai satu hal yang harus    diterima (masyarakat). Prostitusi hanya akan terus tumbuh dan    menghancurkan semua tradisi positif Vietnam,&amp;rdquo; timpal Thuc.</description><content:encoded>SEPERTI halnya di Filipina, prostitusi di Vietnam tumbuh dan merebak lantaran kebutuhan biologis para tentara Amerika Serikat (AS) sejak era Perang Vietnam.
Belasan, bahkan puluhan ribu pekerja seks komersial (PSK) diketahui masih menjajakan &amp;ldquo;servisnya&amp;rdquo; hingga kini secara terselubung.
Padahal, prostitusi dan eksistensi rumah bordil di &amp;ldquo;Negeri Nguyen&amp;rdquo; itu termasuk ilegal dan jika sudah berurusan dengan ranah hukum, ganjaran hukumannya terbilang berat karena prostitusi termasuk dianggap kasus kejahatan serius oleh pemerintah Vietnam.
Akan tetapi, prostitusi tetap saja &amp;ldquo;hidup&amp;rdquo; di tengah-tengah masyarakat Vietnam di berbagai sudut kota-kota besar, terutama di Ibu Kota Ho Chi Minh City.Biasanya transaksi seks terselubung ini, dijalankan antara pelanggan  dan PSK di berbagai hotel dan penginapan &amp;ldquo;kelas melati&amp;rdquo;, sebagaimana  halnya di Indonesia.
Tidak hanya wanita, para pria yang populer disebut Trai Goi atau  &amp;ldquo;cowok panggilan&amp;rdquo; juga sering terlihat menjajakan diri di  pinggir-pinggir jalan kota besar, seperti Ho Chi Minh City, Hanoi dan  Hai Phong.

Untuk di Ibu Kota, para PSK ini banyak terlihat di kawasan Hoa Binh  Park, tepatnya di sudut jalan antara Jalan Hung Vuong dan Jalan Nguyen  Chi Thanh.
Begitu pun di kawasan Jalan Le Tuan Mau, Jalan Kinh Duong Vuong,  Distrik 5 Jalan Hong Bang, Distrik Tan Binh, distrik 23-9 Park, serta  Distrik Thu Duc dan Distrik T-Road 12.Mereka juga tak hanya muncul di malam hari tapi juga di siang   &amp;lsquo;bolong&amp;rsquo;, menawarkan transaksi seks kepada para pengendara yang lewat,   lantaran memang tak ada tempat-tempat khusus macam &amp;ldquo;red district&amp;rdquo;   sebagai lokasi resmi, untuk mereka menjajakan diri.
Tapi setali tiga uang dengan di berbagai negara lain, prostitusi   terselubung di Vietnam tak jauh dari dunia hitam perdagangan manusia.

Di Ho Chi Minh City, banyak gadis-gadis di bawah umur yang terpaksa   maupun dipaksa terjun ke bisnis &amp;lsquo;esek-esek&amp;rsquo; dengan pembenaran kebutuhan   hidup sehari-hari.
Kendati Kepolisian Vietnam sering menggelar razia, tapi di kemudian   hari para PSK ini akan tetap kembali menjajakan transaksi seks. Bahkan,   diketahui beberapa dari PSK Vietnam yang di bawah umur, &amp;ldquo;diekspor&amp;rdquo; ke   Makau dan China.Ketimbang melarang prostitusi terselubung yang mendorong potensi    kejahatan seksual dan perdagangan manusia, beberapa waktu lalu muncul    desakan melegalkan prostitusi.
&amp;ldquo;Kita harus bisa menerima dan meregulasikan (prostitusi) dengan satu    paket aturan,&amp;rdquo; ungkap Le Van Quy, seorang pejabat senior Dinas Sosial    Pemerintah Kota Ho Chi Minh City, seperti dikutip Thanh Nien News, pada Agustus 2015 lalu.

&amp;ldquo;Jika kita tidak mengubah (kebijakan soal prostitusi), kita hanya    akan mengejar mereka (para PSK) tiada henti. Kita mungkin tidak akan    menyebut tempat (prostitusi) sebagai red light district, tapi mungkin    dengan sebutan area prostitusi yang terkonsentrasi (lokalisasi),&amp;rdquo;    tambahnya.
Akan tetapi desakan itu tentu mengundang kritik dan penentangan.    Seperti yang dituturkan salah satu aktivis sosial, Phung Quang Thuc.
&amp;ldquo;Kita tak boleh melihat prostitusi sebagai satu hal yang harus    diterima (masyarakat). Prostitusi hanya akan terus tumbuh dan    menghancurkan semua tradisi positif Vietnam,&amp;rdquo; timpal Thuc.</content:encoded></item></channel></rss>
