<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terkuak Isi Perut Paus Pembunuh yang Mati di Afsel</title><description>Seekor paus pembunuh ditemukan mati terdampar di pesisir Teluk Plettenberg di Western Cape, Afrika Selatan seminggu sebelum Natal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/31/18/1278055/terkuak-isi-perut-paus-pembunuh-yang-mati-di-afsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/12/31/18/1278055/terkuak-isi-perut-paus-pembunuh-yang-mati-di-afsel"/><item><title>Terkuak Isi Perut Paus Pembunuh yang Mati di Afsel</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/12/31/18/1278055/terkuak-isi-perut-paus-pembunuh-yang-mati-di-afsel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/12/31/18/1278055/terkuak-isi-perut-paus-pembunuh-yang-mati-di-afsel</guid><pubDate>Kamis 31 Desember 2015 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Silviana Dharma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/31/18/1278055/terkuak-isi-perut-paus-pembunuh-yang-mati-di-afsel-658oLGIOZW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paus Orca terdampar di teluk Afrika Selatan. (Foto: Mirror)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/31/18/1278055/terkuak-isi-perut-paus-pembunuh-yang-mati-di-afsel-658oLGIOZW.jpg</image><title>Paus Orca terdampar di teluk Afrika Selatan. (Foto: Mirror)</title></images><description>WESTERN CAPE - Seekor paus pembunuh ditemukan mati terdampar di pesisir Teluk Plettenberg di Western Cape, Afrika Selatan seminggu sebelum Natal.
Ahli Konservasi dan Alam Liar pun meneliti penyebab kematian paus betina tersebut. Fakta mengejutkan terungkap, pada detik-detik terakhir hidupnya paus itu sekarat karena kelaparan.
&amp;ldquo;Dia kelaparan! Makhluk ini hanya punya sangat sedikit makanan yang benar-benar layak disebut sebagai makanan di dalam perutnya,&amp;rdquo; kata Gwenith Penry, koordinator Plett Stranding Network di akun Facebook-nya, seperti dikutip dari Mirror, Kamis (31/12/2015).
Setelah dibedah, ternyata mayoritas isi perut paus berukuran 5,7 meter itu, antara lain botol plastik bekas yoghurt, sol sepatu bekas, bungkus makanan. Hampir seluruh &amp;lsquo;makanan&amp;rsquo; yang dikonsumsi adalah sampah manusia.
&amp;ldquo;Kami menemukan banyak sampah plastik dalam organ pencernaannya.  Hanya sedikit rumput laut dan banyak organisme dalam tabung pipa yang  masih dalam proses identifikasi. Semua ini menunjukkan bahwa ia mencoba  untuk mencari makan di daerah dangkal teluk kami, saking depresinya,&amp;rdquo;  terang peneliti perempuan itu.
Kondisi paus itu terbilang tragis karena biasanya paus pembunuh  berada di perairan dalam dan hanya memakan mamalia lain, seperti burung  seagul, lumba-lumba atau ikan besar dan cumi-cumi.
&amp;ldquo;Sangat mungkin bahwa individu ini menjadi sakit dan terlalu lemah  untuk berburu sehingga ia berenang sampai ke perairan dangkal dekat  pantai dan mencoba memakan apa pun yang tersedia dan mudah untuk  ditemukan,&amp;rdquo; ujar Penry.
Penry menambahkan, untuk sekarang, penelitian atas penyebab kematian paus orca tersebut masih dalam proses penelitian.
Sampel organ dan darah mamalia laut itu akan dianalisis secara  toksikologi (kadar racunnya), patologi (perubahan fungsi atau keadaan  bagian tubuh) dan mikroplastik.</description><content:encoded>WESTERN CAPE - Seekor paus pembunuh ditemukan mati terdampar di pesisir Teluk Plettenberg di Western Cape, Afrika Selatan seminggu sebelum Natal.
Ahli Konservasi dan Alam Liar pun meneliti penyebab kematian paus betina tersebut. Fakta mengejutkan terungkap, pada detik-detik terakhir hidupnya paus itu sekarat karena kelaparan.
&amp;ldquo;Dia kelaparan! Makhluk ini hanya punya sangat sedikit makanan yang benar-benar layak disebut sebagai makanan di dalam perutnya,&amp;rdquo; kata Gwenith Penry, koordinator Plett Stranding Network di akun Facebook-nya, seperti dikutip dari Mirror, Kamis (31/12/2015).
Setelah dibedah, ternyata mayoritas isi perut paus berukuran 5,7 meter itu, antara lain botol plastik bekas yoghurt, sol sepatu bekas, bungkus makanan. Hampir seluruh &amp;lsquo;makanan&amp;rsquo; yang dikonsumsi adalah sampah manusia.
&amp;ldquo;Kami menemukan banyak sampah plastik dalam organ pencernaannya.  Hanya sedikit rumput laut dan banyak organisme dalam tabung pipa yang  masih dalam proses identifikasi. Semua ini menunjukkan bahwa ia mencoba  untuk mencari makan di daerah dangkal teluk kami, saking depresinya,&amp;rdquo;  terang peneliti perempuan itu.
Kondisi paus itu terbilang tragis karena biasanya paus pembunuh  berada di perairan dalam dan hanya memakan mamalia lain, seperti burung  seagul, lumba-lumba atau ikan besar dan cumi-cumi.
&amp;ldquo;Sangat mungkin bahwa individu ini menjadi sakit dan terlalu lemah  untuk berburu sehingga ia berenang sampai ke perairan dangkal dekat  pantai dan mencoba memakan apa pun yang tersedia dan mudah untuk  ditemukan,&amp;rdquo; ujar Penry.
Penry menambahkan, untuk sekarang, penelitian atas penyebab kematian paus orca tersebut masih dalam proses penelitian.
Sampel organ dan darah mamalia laut itu akan dianalisis secara  toksikologi (kadar racunnya), patologi (perubahan fungsi atau keadaan  bagian tubuh) dan mikroplastik.</content:encoded></item></channel></rss>
