<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>100 Hari Kematian Salim Kancil Diperingati dengan Festival Seni</title><description>Warga memperingati 100 hari meninggalnya Salim Kancil dengan festival seni pasir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/04/519/1279945/100-hari-kematian-salim-kancil-diperingati-dengan-festival-seni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2016/01/04/519/1279945/100-hari-kematian-salim-kancil-diperingati-dengan-festival-seni"/><item><title>100 Hari Kematian Salim Kancil Diperingati dengan Festival Seni</title><link>https://news.okezone.com/read/2016/01/04/519/1279945/100-hari-kematian-salim-kancil-diperingati-dengan-festival-seni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2016/01/04/519/1279945/100-hari-kematian-salim-kancil-diperingati-dengan-festival-seni</guid><pubDate>Senin 04 Januari 2016 05:51 WIB</pubDate><dc:creator>Cucuk Donartono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/04/519/1279945/100-hari-kematian-salim-kancil-diperingati-dengan-festival-seni-H6uVQ6edUR.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/04/519/1279945/100-hari-kematian-salim-kancil-diperingati-dengan-festival-seni-H6uVQ6edUR.jpg</image><title></title></images><description>LUMAJANG &amp;ndash; Dalam rangka memeperingati 100 hari meninggalnya aktivis anti tambang Salim Kancil, masyarakat desa Selok Awar-Awar mengadakan festival  seni pasir, penanaman pohon serta penyebaran benih ikan di lokasi bekas penambangan pasir ilegal, di Pantai Watu Pecak.
Peserta yang mengikuti festival pasir lebih banyak berkreasi membuat patung dengan tema kekejaman serta pembunuhan terhadap Salim Kancil, seperti seekor buaya memakan manusia, truk pengangkut pasir berserta tubuh manusia dan lain sebagainya.
Samsul Hadi, peserta festival seni pasir memilih tema karyanya dalam bentuk manusia di makan buaya guna menggambarkan kekejaman penguasa yang sedang memakan rakyatnyn.
&amp;ldquo;Dalam hal ini korbanya adalah Salim Kancil karena demi melakukan penambangan ilegal pasir,&amp;rdquo; kata Hadi, Minggu (3/1/2016).
Selain mengadakan festival seni pasir , peringatan 100 hari meninggalnya Salim Kancil juga diperingati dengan doa bersama, penanaman ribuan pohon cemara udang hingga penebaran benih ikan. (day)</description><content:encoded>LUMAJANG &amp;ndash; Dalam rangka memeperingati 100 hari meninggalnya aktivis anti tambang Salim Kancil, masyarakat desa Selok Awar-Awar mengadakan festival  seni pasir, penanaman pohon serta penyebaran benih ikan di lokasi bekas penambangan pasir ilegal, di Pantai Watu Pecak.
Peserta yang mengikuti festival pasir lebih banyak berkreasi membuat patung dengan tema kekejaman serta pembunuhan terhadap Salim Kancil, seperti seekor buaya memakan manusia, truk pengangkut pasir berserta tubuh manusia dan lain sebagainya.
Samsul Hadi, peserta festival seni pasir memilih tema karyanya dalam bentuk manusia di makan buaya guna menggambarkan kekejaman penguasa yang sedang memakan rakyatnyn.
&amp;ldquo;Dalam hal ini korbanya adalah Salim Kancil karena demi melakukan penambangan ilegal pasir,&amp;rdquo; kata Hadi, Minggu (3/1/2016).
Selain mengadakan festival seni pasir , peringatan 100 hari meninggalnya Salim Kancil juga diperingati dengan doa bersama, penanaman ribuan pohon cemara udang hingga penebaran benih ikan. (day)</content:encoded></item></channel></rss>
